Puisi: Memburu Matahari (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Puisi "Memburu Matahari" menghadirkan perjuangan, keputusasaan, dan ketidakpastian dalam mengejar makna hidup, menunjukkan betapa sulitnya ...
Memburu Matahari

matahari melintas di gigir senja
hanya sampai di batas pantai ini
kau tentukan langkahku
hingga tebing waktu yang menghadang
sia sia kudaki

tangan tangan gaib
menampar mukaku
aku terpelanting
terperangkap
dalam galau angin
pandanganku meluntur
laut kelabu
mulut ombak menganga
hendak menerkam tubuhku

bertahun tahun kucari matahari
yang mengkristal dalam jantungmu
namun kini tubuhku
menggumpal dalam ususmu
sebentar lagi habis kau cerna

1993

Sumber: Impian Usai (2007)

Analisis Puisi:

Puisi "Memburu Matahari" karya Wayan Jengki Sunarta menggambarkan perjalanan spiritual seorang individu yang berusaha mengejar, menghadapi, dan menemukan makna dalam kehidupan. Dengan menggunakan metafora matahari, penyair memaparkan pencarian akan tujuan hidup.

Metafora Matahari: Matahari dalam puisi mewakili tujuan, harapan, dan kebenaran dalam kehidupan. Penyair menyatakan perjalanan spiritual sebagai upaya mengejar sesuatu yang tampaknya tak terjangkau. Keinginan untuk mencapai kebenaran atau makna hidup dapat mirip dengan perburuan yang berkelanjutan.

Perjuangan dalam Pencarian: Penyair menggambarkan perjuangan dan keputusasaan dalam pencarian tujuan hidup. Pergulatan untuk mengejar sesuatu yang tampaknya tak terjangkau bisa menghancurkan harapan dan mendorong seseorang ke dalam gelapnya kebingungan dan keputusasaan.

Keterkaitan Spiritual dan Fisik: Ada keterkaitan antara aspek fisik dan spiritual dalam puisi ini. Metafora tubuh yang "menggumpal dalam ususmu" menunjukkan perasaan terjebak dan ditelan oleh tantangan yang tak teratasi. Hal ini juga merujuk pada pengalaman spiritual seseorang yang merasakan keputusasaan dalam mencari makna hidup.

Ketidakpastian dan Kehampaan: Puisi ini mencerminkan ketidakpastian dan kehampaan dalam pencarian akan tujuan hidup. Meskipun ada usaha yang keras untuk menemukan kebenaran, perjalanan tersebut bisa memunculkan kegagalan, membuat individu terjebak dalam kebingungan dan ketidakpastian.

Puisi "Memburu Matahari" adalah metafora perjalanan spiritual, menggambarkan pencarian akan tujuan hidup. Puisi ini menghadirkan perjuangan, keputusasaan, dan ketidakpastian dalam mengejar makna hidup, menunjukkan betapa sulitnya menggapai kebenaran atau pencapaian yang diidamkan dalam kehidupan seseorang.

Wayan Jengki Sunarta
Puisi: Memburu Matahari
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Biodata Wayan Jengki Sunarta:
  • Wayan Jengki Sunarta lahir pada tanggal 22 Juni 1975 di Denpasar, Bali, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.