Puisi Wayan Jengki Sunarta

Puisi: Gua (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Gua aku memandang ke dalam jurang menatap kedalaman matamu yang kulihat adalah musim dingin tak terperikan aku menyalakan diriku seb…

Puisi: Kau Kutuk Sunyi Jadi Batu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Kau Kutuk Sunyi Jadi Batu telah kususuri setapak sajak yang dulu kau lalui sambil sesekali mereguk arak atau mengulum kuntum bunga rum…

Puisi: Campuhan, Ubud (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Campuhan, Ubud bersama phutut ea mengapa jalanku tiba-tiba buntu ketika senja menjelma bunga alang-alang yang tumbuh di tebing karang …

Puisi: Lereng Merbabu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Lereng Merbabu hutan cemara, hutan cemara... ke arah mana halimun sirna jalan setapak, tanah basah peladang tembakau pulang senja ga…

Puisi: Bali, Beri Kami Rumah (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Bali, Beri Kami Rumah mereka bicara hal yang sia-sia tak sadar malam mengepungnya malam adalah hutan keramat yang menyungkup jantung kita …

Puisi: Lintas Batas (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Lintas Batas di batas hayat aku terjaga telah kuarungi sunyi yang dulu kubangun dari kuntum-kuntum bunga karang tiba di pintu ombakm…

Puisi: Tanah Lot (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Tanah Lot ombak yang meludah meniti gigir cadas camar yang sendiri penyap pada warna pagi sepasang turis sepasang bibir di…

Puisi: Tengah Malam (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Tengah Malam anggur vacqueyras dan beringer muncul dari kolong dingin ada yang hilang dari kehidupan, ada yang hangatkan jiwa siapaka…

Puisi: Elegi Kota (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Elegi Kota kota tua yang melumuri wajahku dengan sejarah dan juga darah ungsikan letihmu selalu saja ada yang ranggas dari harapan jel…

Puisi: Taman Fatahilah (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Taman Fatahilah suara adzan bersahutan menggema di dinding bangunan Belanda menyusupi relung-relung jiwa Jakarta bergetar di senar-senar g…

Puisi: Bukit Venus (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Bukit Venus aku tiba pada hamparan bukit venus milikmu yang penuh pesona pada tebing merah muda di antara rerimbun pinus sebuah pancuran…

Puisi: Tanggamus (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Tanggamus di Tanggamus, aku menemukanmu o, saudara masa lalu yang lahir kembali di kebun-kebun kopi siapa menujum ruhmu berserakan …

Puisi: Menyusuri Jakarta Tengah Malam (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Menyusuri Jakarta Tengah Malam tak ada lagi yang bisa selamatkan kita menghindari malam yang makin buram mari susuri saja jalan ini sejauh…

Puisi: Kadal Musim Panas (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Kadal Musim Panas pada hamparan batu-batu kadal musim panas mengulum pasir angin berdesir kabar turun dari gurun hutan-hutan tropis tela…
© Sepenuhnya. All rights reserved.