Puisi Wayan Jengki Sunarta

Puisi: Aku Menemukanmu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Aku Menemukanmu aku menemukanmu o, saudara masa lalu yang lahir kembali di kebun-kebun kopi siapa menujum ruhmu jadi bongkah-bongkah …

Puisi: Artupudnis (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Artupudnis sepasang kijang hilang di lengang ilalang gerimis tandas jadi kata-kata mengalir deras pada puisi terakhirmu diam-dia…

Puisi: Tarian Lena (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Tarian Lena tarianmu seperti gerimis menyapa pepohonan di taman-taman kota gemulai jemarimu memberkati sebatang pohon ketika senja t…

Puisi: Bangau Kertas (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Bangau Kertas tanganku gemetar membentuk garis pada kertas melipat tangis jadi sayap yang cemas dukaku terbang dukaku…

Puisi: Pantai Candidasa (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Pantai Candidasa rinduku menetas di pasir mengaca pada mata senja kulihat bocah bocah telanjang dada berlari membawa kabar ombak tubuh…

Puisi: Jimbaran (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Jimbaran kau bikin aku gila bentangan bukit kapur lintasan hutan bakau yang dalammu sembunyi perawan puisi beri aku asin laut bia…

Puisi: Perempuan dan Kupu-Kupu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Perempuan dan Kupu- K upu perempuan tua itu menjelma kupu-kupu lalu membelit menjadi ular. lalu menguap jadi embun. lalu tumbuh menjelma b…

Puisi: Ubud, Hanya Keluh dan Riuh (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Ubud, Hanya Keluh dan Riuh malam makin mabuk seorang turis separuh baya berceloteh tentang Rsi Markandeya dan masa silam yang hanyu…

Puisi: Jejak Angin pada Pasir (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Jejak Angin pada Pasir telah kuakarkan gelisah pada nadi laut hingga menghunjam kalbu bumi dan aku menari nari memacu ombak menjaring me…

Puisi: Dago, Bandung (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Dago, Bandung malam menjelang sudut-sudut kota mengembang penuh senyum kepayang udara dingin menyusup di sela serat syal biru …

Puisi: Selamat Pagi (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Selamat Pagi selamat pagi secangkir kopi sehisap sigaret, sebutir embun, selusin mimpi yang hanyut saat hujan malam, separuh ilusi yang …

Puisi: Taman Silam (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Taman Silam hari mengalir di lipatan tanganmu hanyut di sungai silam yang membentang di sebuah taman berbunga rupa dan kata di baw…

Puisi: Perjalanan (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Perjalanan biarkan aku sendiri memburu sunyi pada lubuk lubuk laut tubuhmu sementara ikan ikan gelisah dalam percintaan atas ranjang ubu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.