Puisi: Ubud, Hanya Keluh dan Riuh (Karya Wayan Jengki Sunarta) Ubud, Hanya Keluh dan Riuh malam makin mabuk seorang turis separuh baya berceloteh tentang Rsi Markandeya dan masa silam yang hanyu…
Puisi: Jejak Angin pada Pasir (Karya Wayan Jengki Sunarta) Jejak Angin pada Pasir telah kuakarkan gelisah pada nadi laut hingga menghunjam kalbu bumi dan aku menari nari memacu ombak menjaring me…
Puisi: Dago, Bandung (Karya Wayan Jengki Sunarta) Dago, Bandung malam menjelang sudut-sudut kota mengembang penuh senyum kepayang udara dingin menyusup di sela serat syal biru …
Puisi: Selamat Pagi (Karya Wayan Jengki Sunarta) Selamat Pagi selamat pagi secangkir kopi sehisap sigaret, sebutir embun, selusin mimpi yang hanyut saat hujan malam, separuh ilusi yang …
Puisi: Taman Silam (Karya Wayan Jengki Sunarta) Taman Silam hari mengalir di lipatan tanganmu hanyut di sungai silam yang membentang di sebuah taman berbunga rupa dan kata di baw…
Puisi: Perjalanan (Karya Wayan Jengki Sunarta) Perjalanan biarkan aku sendiri memburu sunyi pada lubuk lubuk laut tubuhmu sementara ikan ikan gelisah dalam percintaan atas ranjang ubu…
Puisi: Laron (Karya Wayan Jengki Sunarta) Laron tuhan, sampai kapan kau meminjami aku sayap? Sumber: Malam Cinta (2007) Analisis Puisi: Puisi “Laron” merupakan puisi pendek yang sang…
Puisi: Kusamba (Karya Wayan Jengki Sunarta) Kusamba deru laut luruh memucat batinku pesisir hanya angin gerai rambutmu bergulung biru jukung kecilku berkayuh di situ ada yang …
Puisi: Dan Malam Kian Mendalam (Karya Wayan Jengki Sunarta) Dan Malam Kian Mendalam aku tak tahu cangkir kopi itu bicara apa pada malam sekeping kata yang jatuh berdenting sekotak kota dal…
Puisi: Interlude Perjalanan (Karya Wayan Jengki Sunarta) Interlude Perjalanan (1) kita melaju searah jalanan yang kian mendebarkan gerimis tak lagi dingin bara cinta masih menghangati jiwa mesk…
Puisi: Pura Luhur Uluwatu (Karya Wayan Jengki Sunarta) Pura Luhur Uluwatu beratus ratus tahun ketika sunyi kali pertama tersentuh tangan sang kawi suara tekukur di bukit kekeran masih saja k…
Puisi: Senja Negara Dunia Ketiga (Karya Wayan Jengki Sunarta) Senja Negara Dunia Ketiga senja berdebar menjalar di sela-sela jendela bangunan kumuh tak ada yang paham mengapa waktu seakan membek…