Negeri Ladang Semu
Petakan olehmu negeri ini
dengan skala waktu
pohon-pohon dan luas sungai
pantai digerus ombak
bukit-bukit dan gunung-gunung
dengan pasak yang retak
tajam dan hitamkan garis batas
pejamkan matamu
rasakan bagaimana gerakannya
seperti siput di kulit tua
atau seperti laju kereta
di jalan raya
mengapa bersiteru
bila tak mampu menghitung
dengan jitu
negeri ini ladang semu
selamanya hanya di halaman buku
di saku pemilik yang maha tahu
hari ini ada negeri dibakar
akar-akarnya ikut meranggas mati
abunya beterbangan jauh
burung-burung tak lagi berkicau
tak ada titik dalam skala abu
Analisis Puisi:
Puisi "Negeri Ladang Semu" karya D. Kemalawati merupakan sebuah refleksi tentang kompleksitas dalam memahami dan menggambarkan sebuah negeri atau negara. Dengan menggunakan gambaran alam dan metafora, puisi ini menghadirkan pertanyaan tentang keberadaan dan identitas sebuah tanah, serta menyampaikan pesan yang menggugah kesadaran akan kerentanan lingkungan dan perubahan sosial-politik.
Pemetaan Negeri dengan Skala Waktu: Penyair mengajak pembaca untuk memetakan negeri ini dengan skala waktu, memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi dari masa ke masa. Ini menciptakan gambaran dinamika alam dan perubahan sosial yang terus berlangsung.
Metafora Garis Batas: Metafora garis batas yang tajam dan hitam dimaksudkan untuk menyoroti pembatasan dan batasan-batasan yang diterapkan dalam penggambaran sebuah negeri. Penyair menekankan pentingnya untuk memahami bahwa batasan-batasan ini tidak selalu mewakili kebenaran atau keadaan sebenarnya.
Kritik terhadap Penghitungan yang Kurang Jitu: Penyair menyoroti kekurangan dalam penghitungan yang kurang jitu dalam memahami negeri ini, menyiratkan bahwa gambaran yang ada seringkali tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya. Hal ini menyiratkan kompleksitas dan kerentanan dalam pemahaman kita tentang suatu tempat atau negeri.
Negeri sebagai Ladang Semu: Dengan menyebut negeri ini sebagai ladang semu, penyair mengkritik pandangan yang dangkal atau tidak akurat tentang sebuah negeri. Ladang semu mencerminkan pemahaman yang dangkal dan tidak memadai tentang negeri ini, yang hanya terlihat atau diakses melalui halaman buku atau pengetahuan yang terbatas.
Kehancuran dan Kerentanan Lingkungan: Puisi ini menyampaikan pesan yang menggugah kesadaran akan kerentanan lingkungan dan dampak destruktif dari tindakan manusia. Penggambaran tentang negeri yang dibakar dan akarnya yang meranggas mati menciptakan gambaran tentang kehancuran lingkungan dan perubahan yang tidak terhindarkan.
Puisi "Negeri Ladang Semu" adalah sebuah refleksi tentang kompleksitas dalam memahami dan menggambarkan sebuah negeri. Dengan menggunakan gambaran alam dan metafora, puisi ini menyoroti pentingnya untuk melampaui pandangan dangkal dan memahami bahwa sebuah negeri memiliki banyak dimensi yang kompleks dan kerentanan yang perlu dipahami dan diatasi.
Karya: D. Kemalawati
Biodata D. Kemalawati:
- Deknong Kemalawati lahir pada tanggal 2 April 1965 di Meulaboh, Aceh.
