Olivia
Olivia, namamu lahir dari zaitun yang damai,
ranting kecil pembawa harapan setelah badai.
Namun dalam hidupku, kau datang tak sekadar teduh,
kau hadir sebagai getar yang tak bisa kuabaikan begitu saja.
Kehadiranmu unik, tak pernah setengah-setengah,
pesan-pesanmu beruntun seperti hujan yang yakin turun.
Messenger berbunyi, lagi dan lagi,
seolah memaksa hatiku berhenti pura-pura beku.
Setiap kata yang kau kirim bukan hanya sapaan,
melainkan ketukan pelan di pintu batin.
Kau tidak merobohkannya dengan paksa,
kau hanya berdiri sabar, menunggu aku berani membuka.
Olivia, pembawa damai yang tak pasif,
kau menuntut dengan caramu yang lembut.
Bukan memaksa, tapi meyakinkan,
bahwa hati ini pantas memberi ruang.
Kini aku mengerti arti namamu yang sebenarnya,
damai bukan berarti diam tanpa usaha.
Damai adalah keberanian untuk menerima kehadiranmu,
dan membiarkan cintamu tumbuh tanpa takut.
2026
Analisis Puisi:
Puisi “Olivia” menghadirkan sosok perempuan bernama Olivia sebagai simbol kehadiran cinta yang lembut namun gigih. Penyair memadukan makna etimologis nama Olivia (zaitun sebagai lambang damai) dengan pengalaman emosional personal: jatuh cinta yang datang perlahan tetapi pasti. Puisi ini bergerak dari penolakan batin menuju penerimaan cinta.
Tema
Tema puisi ini adalah cinta yang hadir dengan kelembutan namun penuh keteguhan. Cinta digambarkan bukan sebagai ledakan emosi, melainkan proses menyadari dan menerima kehadiran orang lain dalam hati.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang awalnya menahan perasaan terhadap Olivia. Olivia hadir melalui pesan-pesan yang terus-menerus, mengetuk hati secara sabar. Ia tidak memaksa, tetapi kehadirannya membuat penyair akhirnya berani membuka hati dan menerima cinta tersebut.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa cinta sejati tidak selalu datang secara dramatis, tetapi melalui ketekunan, kesabaran, dan kehadiran yang konsisten. Nama Olivia yang berarti zaitun (simbol damai) menunjukkan bahwa cinta yang damai justru membutuhkan keberanian untuk menerima.
Puisi juga menyiratkan bahwa penolakan sering berasal dari ketakutan batin sendiri, bukan dari ketidaksesuaian perasaan.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi terasa romantis, hangat, dan reflektif. Ada perasaan lembut, harapan, dan kedekatan emosional yang berkembang perlahan hingga mencapai penerimaan.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat puisi ini adalah bahwa cinta yang tulus perlu diberi ruang. Kehadiran seseorang yang sabar dan konsisten patut dihargai. Puisi juga mengajak pembaca untuk berani membuka hati dan tidak terus berpura-pura beku terhadap perasaan.
Puisi “Olivia” karya Aprianus Gregorian Bahtera menggambarkan cinta sebagai kehadiran yang lembut tetapi gigih. Melalui simbol zaitun, hujan, dan ketukan batin, penyair menunjukkan bahwa cinta sejati tidak memaksa, melainkan menunggu dengan sabar hingga hati berani membuka diri. Puisi ini menegaskan bahwa menerima cinta adalah bentuk keberanian, dan damai dalam hubungan lahir dari penerimaan tersebut.
