Puisi: Sungai Pakerisan (Karya IDK Raka Kusuma)

Puisi "Sungai Pakerisan" karya IDK Raka Kusuma menggambarkan hubungan persaudaraan antara sungai dan manusia dengan menggunakan metafora kerajaan.

Sungai Pakerisan


kita sebut sungai ini kerajaan air
kau raja hulu aku raja hilir

dipisahkan riak melaju
sepanjang waktu

tahtaku berbentuk udang
di atas jaring terbentang
takhtamu berbentuk yuyu
di atas tumpukan bubu

masing-masing punya hulubalang batu
senjata kerikil panjang berhulu
pasir padat, menderu

"kita tak ada hubungan darah
tapi merasa satu darah"
kau menyanyi
"bukan keluarga dekat
bukan keluarga jauh
tapi merasa sangat dekat
walau jarak kita sangat jauh"
aku menyanyi

"tak ada menguasai
tak ada dikuasai"
bersama menyanyi

persaudaraan yang kita ikrarkan
tertulis pada prasasti
dari tenunan
insang dan sisik abadi

bukan sebagai tanda
peperangan ditunda
sebagai tanda
peperangan tak pernah ada

kau sebut sungai ini kerajaan air
kau raja hulu aku raja hilir
bertahta tanpa akhir

Analisis Puisi:

Puisi "Sungai Pakerisan" karya IDK Raka Kusuma adalah sebuah karya yang menggambarkan hubungan persaudaraan antara sungai dan manusia dengan menggunakan metafora kerajaan. Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, puisi ini menyampaikan pesan tentang persatuan, kesetaraan, dan persaudaraan antara alam dan manusia.

Metafora Kerajaan Air

Dalam puisi ini, sungai diibaratkan sebagai sebuah kerajaan air, di mana sang penulis dan sungai itu sendiri diangkat sebagai raja hulu dan raja hilir. Metafora ini menciptakan gambaran tentang kedudukan dan kekuatan sungai dalam alam, sekaligus menyoroti hubungan yang erat antara manusia dan alam.

Persaudaraan dan Kesetaraan

Puisi ini menekankan persaudaraan dan kesetaraan antara manusia dan sungai. Meskipun posisi mereka berbeda sebagai raja hulu dan raja hilir, mereka dianggap sama pentingnya. Metafora takhta yang berbentuk udang dan yuyu, serta senjata yang terbuat dari kerikil dan pasir, menciptakan gambaran tentang persamaan dan kesetaraan di antara keduanya.

Persatuan dan Perdamaian

Penutup puisi menekankan pada persatuan, perdamaian, dan persaudaraan yang abadi antara manusia dan sungai. Persaudaraan yang diikrarkan tidak hanya ditulis pada prasasti, tetapi juga terukir dalam insang dan sisik abadi, menunjukkan bahwa hubungan ini akan tetap berlangsung selamanya. Puisi ini menegaskan bahwa perdamaian bukanlah tanda dari penundaan peperangan, tetapi adalah tanda bahwa peperangan itu sendiri tidak pernah ada.

Kekuatan dan Kehadiran Tanpa Akhir

Terakhir, puisi ini menekankan kekuatan dan kehadiran yang tak terbatas dari sungai. Dengan menyebut sungai sebagai "kerajaan air" dan menegaskan bahwa sang raja tidak memiliki akhir, penulis menyoroti keberlanjutan dan keabadian sungai sebagai bagian penting dari alam.

Puisi "Sungai Pakerisan" karya IDK Raka Kusuma adalah sebuah karya yang memperlihatkan hubungan yang erat antara manusia dan alam, khususnya sungai, melalui metafora kerajaan air. Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, puisi ini menyampaikan pesan tentang persaudaraan, kesetaraan, persatuan, dan perdamaian antara manusia dan alam. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenung tentang pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dengan alam serta menghargai kekuatan dan keberlanjutan alam yang tak terbatas.

Puisi
Puisi: Sungai Pakerisan
Karya: IDK Raka Kusuma

Biodata IDK Raka Kusuma:
  • I Dewa Nyoman Raka Kusuma (lebih dikenal dengan nama IDK Raka Kusuma) lahir pada tanggal 21 November 1957 di Getakan Klungkung.
© Sepenuhnya. All rights reserved.