Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Tentang Sungai

Puisi: Sebuah Jaket Berlumur Darah (Karya Taufiq Ismail)

Sebuah Jaket Berlumur Darah Sebuah jaket berlumur darah Kami semua telah menatapmu Telah berbagi duka yang agung Dalam kepedihan b…

Puisi: Sungai di Tepi Jalan Raya (Karya Gunoto Saparie)

Sungai di Tepi Jalan Raya ada kisah mengalir pada sungai di tepi jalan raya riang bocah-bocah bermain air gadis-gadis dengan dada terbuka ada angin b…

Puisi: Namamu Bukan di Sungai dan di Tanah (Karya Deni Puja Pranata)

Namamu Bukan di Sungai dan di Tanah Telah kutenggelamkan namamu di deras sungai bersama sepi dari sepotong sisa amis kenangan biar arus jera…

Puisi: Tembang Kali Code (Karya Diah Hadaning)

Tembang Kali Code Menyapa sang kalasuba di akhir musim ngusung mimpi anak negeri kehilangan matahari episode emas hanyut dalam arus dara…

Puisi: Sungai Pasig (Karya Acep Zamzam Noor)

Sungai Pasig ( Buat Flerida Ann M. Puzon ) Dalam kobaran musim panas Sungai pun cokelat Oleh khianat. Pera…

Puisi: Mantra Sungai (Karya Aprinus Salam)

Mantra Sungai Dari hilir hatiku, hilir air Berenang bersama kayuh Telusuri keluk tubuh Bersampan ke sudut seduh Hingga ke batas aku …

Puisi: Kali Banjirkanal (Karya Remy Sylado)

Kali Banjirkanal Dulu di atas ini tidak ada jembatan yang hubungkan Simongan dengan Lemahgempal Seorang kak…

Puisi: Gumam Doa Perdamaian (Karya Diah Hadaning)

Gumam Doa Perdamaian (Cucu lelaki tua Palestina yang menatap kosong tumpukan puing rumah keluarganya) Sungai Y…

Puisi: Sepanjang Sungai (Karya Abrar Yusra)

Sepanjang Sungai         Di tepi sungai, di dalam sungai, sepanjang sungai aku tidak bicara. Sebab aku sendirian sepanjang siang sepanjang malam     …

Puisi: Sungai Airmata Semesta (Karya Bambang Widiatmoko)

Sungai Airmata Semesta Di atas pelayaran perahu Kota seribu sungai Hanya ada gelombang mempersingkat siang Perahu lalulalang meninggalkan a…

Puisi: Memandang Sungai (Karya Ook Nugroho)

Memandang Sungai ( 1 ) kalau melihatmu di gunung asalmu bermula mengalir alon-alon sabar merayap di sela bebatuan siapa mengira suatu ketika setibany…

Puisi: Cambuk Cimanuk (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Cambuk Cimanuk Yang mengaliri sawah ladang dan bak mandimu adalah aku urat sepanjang 180 kilometer yang membe…

Puisi: Senja di Kelantan (Karya Ajip Rosidi)

Senja di Kelantan Antara Kota Bharu dan Pasir Mas sungai Kelantan mengalir cemas. Garis-garis terang di kaki langit yang say…
© Sepenuhnya. All rights reserved.