Puisi Tentang Sungai

Puisi: Sungai Apakah (Karya Soekoso DM)

Sungai Apakah Sungai apakah telah membelah kota gemerecaknya bagai tawa sejumlah orang berenangan di sana berbedak, bertopeng, bergincu dan berpura l…

Puisi: Sungai Menangis (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Sungai Menangis Sungai menangis di celah batu Gemericik kehilangan lagu Aku terperangkap di pusar arus Mata air pun membisu …

Puisi: Cuaca di Sorga (Karya Kriapur)

Cuaca di Sorga Cuaca di sorga saat ini buruk, katanya kucatat bisik kemarau daun berkelakar dengan hari gugurnya jatuh dari mata …

Puisi: Antara Dua Sungai (Karya HR. Bandaharo)

Antara Dua Sungai (1) untuk Pai Yu-hua Senja itu aku berdiri di tebing-beton Sungai Mutiara Berapa lama sudah air ini bulak-balik ke laut? Dia membaw…

Puisi: Beribu-ribu Anak Sungai Mengalir (Karya B. Y. Tand)

Beribu-ribu Anak Sungai Mengalir Beribu-ribu anak sungai mengalir     ke dalam darahku kemana kutampahkan Beribu-ribu anak panah menikam     ke dalam…

Puisi: Ciliwung Pagi (Karya M. Poppy Hutagalung)

Ciliwung Pagi Lincah tangan, lincah mata menyapa Ciliwungku coklat Padat mengancam duka Adakah padamu rahasia terbenam Dari beribu kesetiaan yang dis…

Puisi: Sungai (Karya Acep Zamzam Noor)

Sungai Sungai mengalir dari sumber kebenaranmu Yang sejati. Jiwaku tenggelam dalam ketakterhinggaan Cintamu yang abadi. Menghitung pesona Menjaring s…

Puisi: Sungai Batu (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Sungai Batu aku tak memiliki apa-apa dalam tubuhku tapi para petani menugalnya seakan tubuhku tanah kami akan menanam benih, seru mereka kau pun data…

Puisi: Sungai Siak (Karya Raudal Tanjung Banua)

Sungai Siak (untuk Marhalim) Di tepian jagung bakar di bawah jembatan dari baja hujan mengguyur tenda-tenda…

Puisi: Sungai Lamandau (Karya Korrie Layun Rampan)

Sungai Lamandau Kali yang abadi Menusuk langit Menusuk bumi Membiakkan kehidupan Siang dan malam Samarinda, 5/9/2013 Sumber:  Dayak! Dayak! Di manaka…

Puisi: Mengalirlah, Sungai (Karya Sapardi Djoko Damono)

Mengalirlah, Sungai mengalirlah, sungai, tenang ke lautmu waktu tegak aku di sini dalam warna biru Siapa berkata: lihatlah cuaca bersiap. Kabut terde…

Puisi: Sungai Pesangan (Karya L.K. Ara)

Sungai Pesangan airmu jernih kaca alam yang permai kala angin lena dalam genangan siang dengan kemilau caya surya kau elus kaki teb…

Puisi: Jakarta Pada Suatu Hari (Karya Diah Hadaning)

Jakarta Pada Suatu Hari (1) Tergurat merah hitam di dinding-dinding jembatan laying perjuangan itu telah j…
© Sepenuhnya. All rights reserved.