Puisi: Zikir Langit Zikir Bumi (Karya Tjahjono Widarmanto)

Puisi "Zikir Langit Zikir Bumi" karya Tjahjono Widarmanto adalah sebuah karya sastra yang penuh dengan makna dan perenungan mengenai spiritualitas, ..
Zikir Langit Zikir Bumi

aku berlari ke kamar mandi: serupa hajar mencari mataair
: merindu wudhu

segala pintu kuketuk segala lembah kukeduk
gericik air:, dingin sirami panasku
kemarau dan musim zikir lail-dari langit ke bumi - dari bumi ke langit bergaunglah dalam percik wudlu
: sungai-sungai ayat
mengalirlah ke nadi-nadi
berbiak jadi di mataair tubuhku
belah-belah aliri jantungku
jadikan syahbandar lalulintas segala sampan perahu
menebas kilat di pekat dari langit ke bumi
dari bumi naik ke langit
: jarum lesak di waktu
yang mampat
mata pedang itu
jumpalitan-berkilatan di masyhar padang api
: jalan-jalan kembali tegak tak bersimpang
garis-garis itu. Pohon-pohon itu
menegak
aku tertusuk di rantingnya, koyak baju, koyak celana
compang-camping usia
lewat wudhu
kuruwat wajah
lari hijrah dari gelap ke dalam gemeratap gairah

namun tersesat
di sisir dingin gemetar dicakar
dalam selimut bercadas
: malaikat-malaikat perempuan merobek perutku
Dengan pisau uzur
Pohon-pohon pun tumbuh api di daunnya
Seperti cendawan
Di akarnya kujumpai cermin yang bergerak-retak dalam ricik air
Suara itu, oo suara itu
: “kelak, jika kau tak mampu menetak takdirmu, maka biarkan waktu terus melarikan detaknya!”
                       
bola mataku melompat-lompat mencari jejak di antara sesak kilat yang  berkerak
di dinding-dinding kamar yang retak berlubang terperangkap dalam landscap jelaga
dalam subuh yang aneh

zikir itu tadahkan di dinding bergetar
“rumahku pergi ke mana?”
bisikku risau
sambil menatap keluar pintu jendela
: pintu rahasia-pintu usia pintu doa
zikir langit
zikir bumi
mengajakku hijrah
dengan rambut basah
dengan dada terbelah
“bukankah surga neraka mengalir di sana!”
aku pun bergegas ke kamar mandi
mencari wudhu di gigir air
namun segala perigi telah kering,
tapi, zikir ku tinggal lampau

(bumi ketanggi)

Sumber: Mata Air di Karang Rindu (2013)

Analisis Puisi:

Puisi "Zikir Langit Zikir Bumi" karya Tjahjono Widarmanto adalah sebuah karya sastra yang penuh dengan makna dan perenungan mengenai spiritualitas, pencarian makna hidup, dan hubungan manusia dengan alam. Puisi ini menghadirkan gambaran perjalanan batin yang penuh dengan pertanyaan eksistensial, simbolisme alam, dan refleksi pribadi.

Simbolisme Air dan Wudhu: Air dalam puisi ini memiliki makna yang mendalam. Pencarian air untuk wudhu melambangkan pencarian kesucian dan kebersihan spiritual. Wudhu menjadi simbol untuk membersihkan diri dari dosa dan menciptakan koneksi dengan Tuhan. Namun, gambaran bahwa segala perigi telah kering menggambarkan perasaan kekosongan atau kehilangan arah dalam pencarian spiritual.

Zikir sebagai Pencarian: Puisi ini menggunakan istilah "zikir" yang berarti pengingat atau pemikiran terus-menerus tentang Tuhan. Zikir langit dan bumi menjadi pengantar untuk menjalani perjalanan spiritual dan pencarian makna. Zikir juga dapat dilihat sebagai representasi upaya manusia untuk menjalin hubungan dengan alam dan Tuhan.

Konflik Batin: Puisi ini mencerminkan konflik batin antara keterbatasan manusia dalam memahami makna hidup dan pencarian untuk pemahaman yang lebih dalam. Penyair merasa "tersesat" dalam pencarian makna dan terperangkap dalam pertanyaan eksistensial yang tidak terjawab.

Simbolisme Api dan Pohon: Simbolisme api dan pohon dalam puisi ini menggambarkan perjalanan spiritual dan transformasi. Api dapat melambangkan ujian atau proses penyucian, sementara pohon melambangkan pertumbuhan dan penemuan makna dalam hidup.

Pertanyaan Eksistensial: Puisi ini menghadirkan pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang mendalam, seperti "rumahku pergi ke mana?" dan "bukankah surga neraka mengalir di sana!" Pertanyaan-pertanyaan ini mencerminkan rasa kebingungan dan kekhawatiran akan makna hidup dan takdir manusia.

Perjalanan Spiritual: Puisi ini menggambarkan perjalanan spiritual yang dilakukan oleh penyair. Pencarian wudhu dan zikir menjadi sarana untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang diri dan hubungan dengan alam dan Tuhan.

Puisi "Zikir Langit Zikir Bumi" karya Tjahjono Widarmanto adalah karya sastra yang menghadirkan perenungan mendalam mengenai pencarian makna hidup, hubungan dengan Tuhan, dan perjalanan spiritual. Melalui simbolisme air, zikir, dan alam, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan eksistensial dan keterhubungan manusia dengan alam semesta. Puisi ini menciptakan suasana reflektif dan meditatif yang mengajak pembaca untuk menggali makna di balik kata-kata yang disajikan.

Tjahjono Widarmanto
Puisi: Zikir Langit Zikir Bumi
Karya: Tjahjono Widarmanto

Biodata Tjahjono Widarmanto:
  • Tjahjono Widarmanto lahir pada tanggal 18 April 1969 di Ngawi, Jawa Timur, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.