Puisi: Kesadaran Berkonstitusi (Karya Sitor Situmorang)

Puisi "Kesadaran Berkonstitusi" karya Sitor Situmorang menggambarkan kesadaran akan konstitusi, sejarah, dan kebangsaan Indonesia dengan bahasa ...
Kesadaran Berkonstitusi
(Kepada Bung Karno dan Bung Hatta)

Sadar berkonstitusi - padamu berarti -
sadar bersejarah sadar berbangsa -
dari amal dan ajaranmu -
berarti: sadar beralam lingkungan.

tempaan setiakawan paguyuban
beralam nusantara-bahari
nelayan buruh tani pedesaan
sadar berpaguyuban bertanah air.

Manusia Indonesia rindu pembaharuan
keadilan kemakmuran, membanting tulang,
demi kemakmuran keadilan -
dwi-tunggal pembangunan sejati.

Berdasarkan konstitusi-hati konstitusi kemerdekaan
tersurat di proklamasi tergurat pengurbanan
darah tenaga pikiran usia
pejuang demokrasi menguasai ilmu
sebenar ilmu.

Amanat puluhan juta manusia Indonesia
pemrakarsa modernisasi sejati, yakni

Merdeka lahir-batin: Induk segala ilmu
menegakkan kearifan kebebasan berkarya

Membongkar manipulasi rohani dan ekonomi
oleh penjajahan lama penjajahan baru
penjegal gagasan 45
bertopeng ilmu.

Sumber: Sitor Situmorang, kumpulan Sajak 1980-2005 (2006)

Analisis Puisi:

Puisi "Kesadaran Berkonstitusi" karya Sitor Situmorang menggambarkan kesadaran akan konstitusi, sejarah, dan kebangsaan Indonesia dengan bahasa yang menggelora dan penuh semangat.

Konteks dan Latar Belakang

Puisi ini dibuat untuk merayakan dan menggugah kesadaran akan pentingnya konstitusi sebagai landasan negara dan masyarakat. Sitor menghadirkan suatu pandangan yang menekankan pada keadilan sosial, kemakmuran, dan perjuangan demokrasi yang merupakan pilar-pilar utama pembangunan bangsa.

Struktur dan Tema

Puisi ini terdiri dari beberapa bagian yang secara berurutan membangun narasi tentang kesadaran berkonstitusi:
  • Sadar Berkonstitusi - Padamu Berarti: Bait ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran akan konstitusi sebagai landasan moral dan hukum bagi individu dan masyarakat. Sitor menyoroti bahwa memahami konstitusi berarti memahami sejarah dan identitas bangsa.
  • Tempaan Setiakawan Paguyuban: Bagian ini menekankan solidaritas sosial dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat di Nusantara. Puisi ini mengapresiasi peran nelayan, buruh tani, dan masyarakat pedesaan dalam membangun kesadaran akan tanah air.
  • Manusia Indonesia Rindu Pembaharuan: Bait ini mencerminkan kerinduan akan perubahan menuju keadilan dan kemakmuran yang sejati. Sitor mengajak untuk bekerja keras dan berjuang demi kesejahteraan bersama.
  • Berdasarkan Konstitusi-Hati Konstitusi Kemerdekaan: Puisi ini menegaskan bahwa konstitusi adalah jiwa kemerdekaan dan perjuangan bangsa Indonesia. Sitor menghargai pengurbanan dan perjuangan para pejuang kemerdekaan dalam menegakkan keadilan dan demokrasi.
  • Amanat Puluhan Juta Manusia Indonesia: Akhir puisi menyerukan untuk menjaga kebebasan berpikir dan berkarya, serta untuk melawan segala bentuk penjajahan baru yang mengancam kedaulatan bangsa.

Makna dan Pesan

Puisi "Kesadaran Berkonstitusi" tidak hanya menyuarakan nilai-nilai konstitusi dan kebangsaan, tetapi juga mengingatkan bahwa kesadaran akan konstitusi adalah pondasi dari kehidupan bermasyarakat yang adil dan beradab. Sitor dengan indahnya menggambarkan semangat nasionalisme dan perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan bangsa dari segala bentuk penjajahan, baik secara rohani maupun ekonomi.

Puisi "Kesadaran Berkonstitusi" karya Sitor Situmorang adalah sebuah karya yang menginspirasi, mengingatkan, dan mengajak untuk merenungkan arti pentingnya konstitusi sebagai panduan moral dan hukum dalam membangun bangsa. Dengan bahasa yang kuat dan penuh semangat, Sitor berhasil menggambarkan semangat perjuangan dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.

"Puisi Sitor Situmorang"
Puisi: Kesadaran Berkonstitusi
Karya: Sitor Situmorang

Biodata Sitor Situmorang:
  • Sitor Situmorang lahir pada tanggal 2 Oktober 1923 di Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatra Utara.
  • Sitor Situmorang meninggal dunia pada tanggal 21 Desember 2014 di Apeldoorn, Belanda.
  • Sitor Situmorang adalah salah satu Sastrawan Angkatan 45; yang juga menggeluti profesi sebagai wartawan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.