Puisi: Terbukalah dengan Rasa yang Ada (Karya Aprianus Gregorian Bahtera)

Puisi “Terbukalah dengan Rasa yang Ada” karya Aprianus Gregorian Bahtera bercerita tentang seseorang yang menyadari bahwa kehadiran fisik tidak ...

Terbukalah dengan Rasa yang Ada

Badan ada di sisiku, tapi hati dan pikiran sedang memikirkan dia.

Itu yang dinamakan cinta di dalam kemesraan
itu tidak benar
sebab kemesraan tidak menjamin kesetiaan
lebih baik kemesraan yang pas-pas tapi cinta dari dua hati terbukti.

Dari pada pamerkan keromantisan di depan banyak orang tapi kesetiaan dari hati untuk menjaga hubungan tidak ada

Alangkah baiknya jalani sebuah hubungan itu dengan hati yang jujur dan setia agar kebahagiaan tidak berkurang

Niat untuk saling menjaga, harus dirawat dan dipupuk terus hari demi hari

2026

Analisis Puisi:

Puisi “Terbukalah dengan Rasa yang Ada” karya Aprianus Gregorian Bahtera menghadirkan refleksi tentang makna cinta, kesetiaan, dan kejujuran dalam sebuah hubungan. Melalui bahasa yang lugas dan langsung, penyair menyampaikan kritik terhadap kemesraan yang tampak di luar, tetapi tidak diiringi ketulusan hati.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kejujuran dan kesetiaan dalam hubungan cinta. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema kontras antara penampilan luar (kemesraan) dan ketulusan batin.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang menyadari bahwa kehadiran fisik tidak selalu sejalan dengan kehadiran hati dan pikiran. Meskipun badan berada di sisi pasangan, hati dan pikiran bisa saja tertuju pada orang lain. Penyair kemudian menegaskan bahwa kemesraan tidak menjamin kesetiaan, dan bahwa hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas dasar cinta yang tulus, bukan sekadar pamer keromantisan di depan umum.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini antara lain:
  • Kritik terhadap cinta yang dangkal: kemesraan yang dipertontonkan belum tentu mencerminkan kesetiaan sejati.
  • Pentingnya keselarasan hati dan pikiran: cinta sejati menuntut keterlibatan penuh, bukan sekadar fisik.
  • Nilai komitmen: hubungan yang bertahan memerlukan niat untuk menjaga dan merawatnya setiap hari.
Puisi ini menekankan bahwa kualitas hubungan tidak diukur dari tampilan luar, tetapi dari ketulusan dan kesetiaan yang terpelihara.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini reflektif dan nasihatif. Ada nada perenungan sekaligus ajakan untuk memperbaiki sikap dalam menjalin hubungan agar tidak terjebak pada kepalsuan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah:
  • Jalani hubungan dengan hati yang jujur dan setia.
  • Jangan mengutamakan penampilan kemesraan di hadapan orang lain jika tidak disertai ketulusan.
  • Cinta harus dirawat dan dipupuk setiap hari agar kebahagiaan tetap terjaga.
  • Kesetiaan adalah fondasi utama dalam menjaga keharmonisan hubungan.
Puisi “Terbukalah dengan Rasa yang Ada” merupakan puisi yang mengajak pembaca merenungkan kembali makna cinta sejati. Melalui bahasa yang sederhana namun tegas, Aprianus Gregorian Bahtera menyampaikan bahwa cinta tidak cukup hanya dengan kemesraan yang terlihat, melainkan membutuhkan kesetiaan, kejujuran, dan komitmen yang dirawat setiap hari. Puisi ini menjadi pengingat bahwa hubungan yang kuat dibangun dari hati yang benar-benar hadir.

Aprianus Gregorian Bahtera
Puisi: Terbukalah dengan Rasa yang Ada
Karya: Aprianus Gregorian Bahtera

Biodata Aprianus Gregorian Bahtera:
  • Aprianus Gregorian Bahtera saat ini aktif sebagai mahasiswa, Fakultas Filsafat, di UNWIRA, Kupang.
© Sepenuhnya. All rights reserved.