Puisi: Wocik (Karya Kang Thohir)

Puisi “Wocik” karya Kang Thohir merupakan sajak bernuansa kritik sosial yang ditulis dengan bahasa Jawa. Kata Wocik sendiri adalah singkatan dari ...

Wocik

(Wong Licik)


Akeh wong wocik
Ing dina iki
Mergo wong apik kathon elek
Yoiku sing arane wocik
Ibaratke wong mbagel watu ngumpetke tangane
Rumongso wong wocik yo nyasarno
Marang wong liyo
Eben awake dewek ora kathon elek
Nanging wong liyo sing kathon elek
Memang pancen wong wocik niku wong raiso mawas diri
Naliko pengine mung bener dewek
Nikulah kenyataane
Wong wocik yo wong munafik

Brebes, 19 Februari 2026

Analisis Puisi:

Puisi “Wocik” karya Kang Thohir merupakan sajak bernuansa kritik sosial yang ditulis dengan bahasa Jawa. Kata Wocik sendiri adalah singkatan dari Wong Licik, yang berarti orang yang penuh tipu daya atau kelicikan.

Dengan gaya lugas dan perumpamaan yang sederhana, puisi ini menyentil perilaku manusia yang suka menyalahkan orang lain demi menutupi kekurangan diri sendiri.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kelicikan dan kemunafikan dalam kehidupan sosial. Penyair menyoroti perilaku orang yang tidak mau mengakui kesalahan dan cenderung memutarbalikkan keadaan demi menjaga citra diri.

Makna Tersirat

Makna Tersirat puisi ini adalah kritik terhadap budaya menyalahkan orang lain demi kepentingan pribadi. Kelicikan digambarkan bukan hanya sebagai kebohongan, tetapi juga sebagai ketidakmampuan untuk introspeksi.

Orang yang merasa “paling benar” justru menunjukkan kelemahan moralnya. Puisi ini mengajak pembaca memahami bahwa kelicikan sering tersembunyi di balik sikap yang tampak biasa saja.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa tegas dan menyindir. Ada nada kritik yang kuat, tetapi tetap disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat / pesan yang disampaikan puisi ini adalah agar manusia mau mawas diri dan tidak bersikap munafik. Jangan menyalahkan orang lain untuk menutupi kesalahan sendiri.

Puisi ini juga mengingatkan bahwa kebaikan sejati lahir dari kejujuran dan keberanian untuk mengakui kekurangan.

Puisi “Wocik” karya Kang Thohir adalah cermin sosial yang menyoroti kelicikan manusia di era sekarang. Dengan bahasa Jawa yang lugas dan perumpamaan sederhana, penyair menyampaikan kritik tajam terhadap sikap munafik dan ketidakmauan untuk introspeksi.

Puisi ini menjadi pengingat bahwa kejujuran dan kesadaran diri adalah kunci agar kita tidak terjerumus menjadi “wong wocik” dalam kehidupan sehari-hari.

Kang Thohir
Puisi: Wocik
Karya: Kang Thohir

Biodata Kang Thohir:
  • Kang Thohir merupakan nama pena dari Muhammad Thohir/Tahir (biasa disapa Mas Tair). Ia lahir di Brebes, Jawa Tengah.
  • Kang Thohir suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD sampai masuk ke Pondok Pesantren. Ia menulis puisi, cerpen dan lain sebagainya.
© Sepenuhnya. All rights reserved.