Puisi: Asyik (Karya Muhammad Yamin)

Puisi "Asyik" karya Muhammad Yamin adalah sebuah karya yang indah yang menggambarkan kekaguman dan kerinduan penyair terhadap keindahan alam .....
'Asyik

Beta berahi di tepi danau
Karena memandang walau kemana
Tampak kepermaian mulia berwarna
Dilipuri air, jernih dan hijau.

Coba ke tengah tuan meninjau
Mabuklah hati bukan semena
Oleh kemolekan 'alam Sampurna
Sebagai taman, di Minangkabau.

Ke timur ke barat beta berdagang
Mencari 'alam penuju hati
Param berkenan, badanku malang.

Apa disebut hendak dinanti
Kiranya kepermaian, yang beta jalang
Di sini gerangan beta lihat.

Sumber: Sandjak-Sandjak Muda Mr. Muhammad Yamin (1954)

Analisis Puisi:

Puisi "Asyik" adalah sebuah puisi karya Muhammad Yamin, seorang sastrawan dan pahlawan nasional Indonesia. Puisi ini menggambarkan keindahan alam dan perasaan kekaguman sang penyair terhadap alam di sekitarnya, terutama keindahan dan kepermaian di tepi danau serta taman yang ada di Minangkabau. Melalui puisi ini, Yamin mengekspresikan perasaan kesenangan, kekaguman, dan kerinduan akan keindahan alam Indonesia.

Keindahan Alam Tepi Danau: Puisi ini memulai dengan gambaran tentang keindahan alam di tepi danau. Penyair menyatakan bahwa dia merasa "berahi" atau terpikat dan menarik untuk terus memandang ke arah mana pun karena keindahan alam tersebut. Kepermaian yang mulia dengan warna-warna yang beraneka ragam terlihat menawan ketika air danau tampak jernih dan hijau. Dengan bahasa yang indah dan deskripsi yang hidup, penyair menghadirkan gambaran yang mengundang pembaca untuk merasakan pesona alam di tepi danau.

Taman di Minangkabau: Puisi ini juga menyajikan gambaran tentang Minangkabau sebagai taman yang indah. Dengan pujian tentang kemolekan alam di sana, penyair menggambarkan Minangkabau sebagai taman yang menakjubkan, memancarkan kepermaian dan keindahan. Keindahan alam ini menjadi daya tarik dan sumber kekaguman bagi penyair, dan dia merasa bahwa dia mungkin tidak akan bosan atau jenuh meninjau keindahan alam tersebut.

Rasa Penuh Antusiasme dan Kerinduan: Penyair menyatakan bahwa dia berdagang dan bergerak dari timur ke barat, mencari alam yang akan mengisi hatinya. Dia menggambarkan hatinya yang terguncang atau "mabuk" oleh keindahan dan kemolekan alam yang dia temui. Namun, meskipun dia menemukan berbagai tempat yang menarik, dia merasa bahwa dirinya "malang" atau tidak beruntung karena dia belum menemukan kepermaian yang dia lihat di tempat-tempat lain. Hal ini mencerminkan kerinduan dan kegagalan sang penyair untuk menemukan keindahan dan kepermaian yang sama di tempat lain.

Cinta terhadap Alam Indonesia: Puisi ini mencerminkan cinta dan kebanggaan sang penyair terhadap alam Indonesia. Dia menyatakan kekagumannya terhadap keindahan alam di tepi danau dan taman di Minangkabau, serta antusiasmenya dalam mencari keindahan di tempat lain. Melalui puisi ini, Yamin mengungkapkan perasaan cinta dan kekaguman terhadap keindahan alam Indonesia, yang menjadi inspirasi bagi banyak sastrawan untuk mencintai dan menggambarkan keindahan alam Indonesia dalam karya-karya sastra.

Puisi "Asyik" karya Muhammad Yamin adalah sebuah karya yang indah yang menggambarkan kekaguman dan kerinduan penyair terhadap keindahan alam Indonesia. Dengan bahasa yang indah dan deskripsi yang hidup, Yamin berhasil menyampaikan perasaan kekaguman dan cinta terhadap alam di tepi danau dan taman di Minangkabau. Puisi ini menjadi representasi dari keindahan sastra Indonesia dan kecintaan penyair terhadap keindahan alam di tanah airnya.

Muhammad Yamin
Puisi: Asyik
Karya: Muhammad Yamin

Biodata Muhammad Yamin:
  • Muhammad Yamin lahir pada tanggal 24 Agustus 1903 di Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat.
  • Muhammad Yamin meninggal dunia pada tanggal 17 Oktober 1962 di Jakarta (dimakamkan di Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat).
© Sepenuhnya. All rights reserved.