Puisi: Laron (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Puisi “Laron” karya Wayan Jengki Sunarta menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan sebagai hubungan ketergantungan yang sekaligus penuh harapan.
Laron

tuhan, sampai kapan kau
meminjami aku sayap?

Sumber: Malam Cinta (2007)

Analisis Puisi:

Puisi “Laron” merupakan puisi pendek yang sangat padat makna. Hanya terdiri dari satu kalimat pertanyaan, puisi ini menghadirkan refleksi eksistensial tentang keterbatasan manusia, ketergantungan pada kekuatan ilahi, dan harapan untuk melampaui batas diri.

Tema

Tema utama puisi ini adalah ketergantungan manusia terhadap kekuatan Tuhan dalam perjalanan hidup dan eksistensi.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini dapat digambarkan sebagai:
  • Kontemplatif.
  • Gelisah.
  • Spiritual.
  • Reflektif.
Nada pertanyaan yang langsung kepada Tuhan menciptakan suasana intim sekaligus penuh pencarian makna.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang disampaikan puisi ini adalah bahwa manusia perlu menyadari keterbatasannya dan memahami bahwa segala kemampuan yang dimiliki merupakan anugerah yang tidak bersifat mutlak.

Puisi ini juga mengajak pembaca untuk:
  • Merenungi hubungan manusia dengan Tuhan.
  • Menyadari sifat sementara dari kemampuan dan kehidupan.
  • Tetap bersyukur sekaligus sadar akan ketergantungan eksistensial.
Puisi “Laron” karya Wayan Jengki Sunarta adalah puisi minimalis yang memuat kedalaman makna spiritual dan eksistensial. Dengan simbol “sayap”, puisi ini menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan sebagai hubungan ketergantungan yang sekaligus penuh harapan.

Di balik kesederhanaan bahasanya, puisi ini mengajak pembaca merenungi batas manusia, waktu, dan hakikat “pinjaman” dalam kehidupan.

Wayan Jengki Sunarta
Puisi: Laron
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Biodata Wayan Jengki Sunarta:
  • Wayan Jengki Sunarta lahir pada tanggal 22 Juni 1975 di Denpasar, Bali, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.