Puisi: Mita (Karya Aprianus Gregorian Bahtera)

Puisi “Mita” karya Aprianus Gregorian Bahtera menegaskan bahwa kesetiaan sejati terletak pada konsistensi sikap dan ketulusan perhatian, bukan ...

Mita

Menunggu bukan bukti setia kalau tanpa arah yang jelas.
Maka tanyakan, apakah dia hadir karena mau, atau hanya sempat.

Ingat, kata-kata manis bisa datang kapan saja tanpa usaha.
Itu sebabnya, lihat juga konsistensi, bukan hanya janji yang diulang.

Tiap hari berkabar bukan sekadar rutinitas kosong.
Tapi tanda bahwa kamu dipikirkan, bukan pilihan saat bosan.

Akhirnya, kesetiaan bukan soal siapa yang paling lama bertahan.
Akan tetapi siapa yang tetap sama, meski waktu terus berjalan.

Kupang, 10 April 2026

Analisis Puisi:

Puisi “Mita” karya Aprianus Gregorian Bahtera merupakan puisi reflektif yang berisi nasihat tentang makna kesetiaan dan kejujuran dalam hubungan. Dengan gaya bahasa lugas dan argumentatif, penyair menyampaikan pandangan kritis terhadap relasi yang hanya didasarkan pada kata-kata tanpa tindakan nyata.

Tema

Tema puisi ini adalah kesetiaan dan kejujuran dalam hubungan percintaan. Penyair menekankan pentingnya konsistensi sikap dibanding sekadar ucapan atau janji.

Makna Tersirat

Puisi ini adalah kritik terhadap hubungan yang dangkal dan tidak berlandaskan komitmen nyata. Penyair ingin menegaskan bahwa cinta sejati tidak cukup hanya diungkapkan melalui kata-kata manis, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan yang konsisten.

Larik “apakah dia hadir karena mau, atau hanya sempat” menyiratkan pentingnya kesungguhan dalam hubungan. Sementara itu, “bukan hanya janji yang diulang” menunjukkan bahwa janji tanpa realisasi adalah sesuatu yang kosong.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini cenderung tegas, reflektif, dan menasihati. Tidak ada nuansa melankolis yang dominan, melainkan sikap rasional dan realistis dalam memandang hubungan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang disampaikan puisi ini adalah bahwa kesetiaan harus dibuktikan melalui konsistensi dan tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata atau lamanya waktu bersama. Puisi ini juga mengingatkan agar seseorang tidak terjebak dalam hubungan yang tidak jelas arahnya, serta mendorong pembaca untuk lebih bijak dalam menilai kehadiran dan perhatian dari orang lain.

Puisi “Mita” karya Aprianus Gregorian Bahtera merupakan puisi reflektif yang menyoroti makna kesetiaan secara realistis. Dengan bahasa yang lugas dan pesan yang tegas, penyair mengajak pembaca untuk tidak terjebak dalam hubungan yang hanya dipenuhi kata-kata tanpa tindakan. Puisi ini menegaskan bahwa kesetiaan sejati terletak pada konsistensi sikap dan ketulusan perhatian, bukan sekadar lamanya waktu atau indahnya janji.

Aprianus Gregorian Bahtera
Puisi: Mita
Karya: Aprianus Gregorian Bahtera
© Sepenuhnya. All rights reserved.