Puisi: JBL (Karya Rusli Marzuki Saria)

Puisi "JBL" bukan hanya menciptakan gambaran tentang cinta, tetapi juga mengeksplorasi kontrast hidup dan tantangan sosial. Rusli Marzuki Saria ...
JBL

Cintapun selalu hadir
bersama diri yang mencari dan lahir
dengan kehidupan membunga di tangan.

Hiduppun selalu hadir
kita tolak muka kena tampar.

Kita berdiri di muka mereka yang terbanyak
bernyanyi dan teriak:
kepada kemiskinan dan lapar
sudah kita rangkul lalu kita tolak!

1962

Sumber: Horison (Oktober, 1969)

Analisis Puisi:

Puisi "JBL" karya Rusli Marzuki Saria menggambarkan realitas kehidupan yang penuh dengan kontrast, melibatkan cinta, pencarian makna, serta tantangan sosial yang dihadapi. Melalui puisi ini, penyair mengajak pembaca untuk merenung tentang eksistensi manusia dan perjuangan hidupnya.

Simbolisme Cinta: Puisi ini dibuka dengan menyatakan bahwa cinta selalu hadir bersama diri yang mencari dan lahir. Cinta di sini dapat diartikan sebagai dorongan atau motivasi dalam mencari arti hidup. Simbolisme cinta memberikan sentuhan emosional pada puisi ini.

Kontras Hidup: Kontras yang dihadirkan antara cinta dan kehidupan yang sulit (kemiskinan dan lapar) menciptakan ketegangan dalam puisi. Penyair menunjukkan bahwa hidup tidak selalu indah, namun cinta hadir untuk memberikan makna dan daya tahan.

Penolakan terhadap Kekurangan: Dengan mengatakan "kita tolak muka kena tampar," penyair menunjukkan semangat untuk menolak hidup dalam kondisi yang sulit. Ini mencerminkan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan dan kemiskinan.

Ekspresi Perlawanan: Pernyataan "kita berdiri di muka mereka yang terbanyak" menunjukkan sikap perlawanan terhadap ketidaksetaraan dan ketidakadilan sosial. Puisi ini merupakan panggilan untuk bersama-sama menghadapi dan menolak kondisi sulit yang dihadapi oleh banyak orang.

Pemanggilan kepada Kemiskinan dan Lapar: Dengan menggunakan kalimat "bernyanyi dan teriak," penyair menciptakan gambaran aksi bersama yang energik dan penuh semangat. Ini bisa diartikan sebagai suara kolektif yang menolak ketidakadilan dan berjuang bersama untuk perubahan.

Puisi "JBL" bukan hanya menciptakan gambaran tentang cinta, tetapi juga mengeksplorasi kontras hidup dan tantangan sosial. Rusli Marzuki Saria dengan penuh semangat mengekspresikan sikap perlawanan terhadap kemiskinan dan lapar, mengajak pembaca untuk bersatu dan menolak kondisi sulit yang dialami oleh banyak orang. Puisi ini mencerminkan kepekaan penyair terhadap realitas kehidupan dan aspirasi untuk menciptakan perubahan positif.

Puisi Rusli Marzuki Saria
Puisi: JBL
Karya: Rusli Marzuki Saria

Biodata Rusli Marzuki Saria:
  • Rusli Marzuki Saria lahir pada tanggal 26 Februari 1936 di Kamang, Bukittinggi.
© Sepenuhnya. All rights reserved.