Puisi: Negeri Kita di Sini (Karya Hijaz Yamani)

Puisi “Negeri Kita di Sini” karya Hijaz Yamani menegaskan bahwa sebuah negeri tetap hidup melalui rakyat, tanah, dan akar budaya yang terus dijaga ...
Negeri Kita di Sini

Negeri kita di sini
Di tapal batas leluhur

Negeri kita di sini
Imperium telah berganti

Negeri kita
Ketika digarap buminya
Musim darimanapun tiba

1971

Sumber: Horison (April, 1973)

Analisis Puisi:

Puisi “Negeri Kita di Sini” karya Hijaz Yamani merupakan puisi singkat yang mengandung makna kebangsaan dan keterikatan manusia dengan tanah leluhur. Walaupun hanya terdiri dari beberapa larik, puisi ini menghadirkan refleksi mendalam tentang identitas, sejarah, dan keberlangsungan sebuah negeri.

Penyair menggunakan bahasa sederhana tetapi padat makna. Pengulangan frasa “Negeri kita di sini” menegaskan rasa memiliki terhadap tanah air dan warisan leluhur yang tetap bertahan meskipun zaman terus berubah.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kecintaan terhadap tanah air dan identitas bangsa. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema sejarah, warisan leluhur, dan keberlangsungan kehidupan.

Puisi ini bercerita tentang sebuah negeri yang berdiri di tapal batas warisan leluhur. Negeri tersebut tetap ada meskipun imperium atau kekuasaan telah berganti dari masa ke masa.

Penyair juga menggambarkan bahwa negeri itu terus hidup melalui tanah yang digarap dan musim yang terus datang. Hal ini menunjukkan kesinambungan kehidupan rakyat dengan alam dan tanah tempat mereka berpijak.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa sebuah bangsa tidak hanya dibangun oleh kekuasaan, tetapi juga oleh hubungan manusia dengan tanah, leluhur, dan sejarahnya.

Puisi ini menyiratkan bahwa kekuasaan dapat berubah, tetapi identitas dan akar budaya suatu negeri tetap bertahan.

Selain itu, puisi ini juga menggambarkan bahwa kehidupan bangsa bergantung pada kerja manusia terhadap tanah dan alamnya.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa tenang, reflektif, dan penuh kebanggaan terhadap tanah leluhur. Ada juga nuansa keteguhan dan kesadaran sejarah.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah bahwa manusia harus menghargai tanah air, sejarah, dan warisan leluhur.

Puisi ini juga mengingatkan bahwa bangsa akan tetap hidup selama masyarakatnya menjaga hubungan dengan tanah, budaya, dan kehidupan bersama.

Imaji

Puisi ini memiliki beberapa jenis imaji, antara lain:
  • Imaji penglihatan, tampak pada tapal batas leluhur dan bumi yang digarap.
  • Imaji suasana, hadir melalui gambaran negeri yang tetap berdiri meskipun zaman berubah.
  • Imaji gerak, terlihat pada pergantian imperium dan datangnya musim.
  • Imaji perasaan, muncul melalui rasa memiliki dan kecintaan terhadap negeri.
Walaupun singkat, puisi ini tetap menghadirkan gambaran kuat tentang tanah dan sejarah bangsa.

Majas

Beberapa majas yang terdapat dalam puisi ini antara lain:
  • Repetisi, pada pengulangan frasa “Negeri kita di sini” untuk menegaskan identitas dan rasa kepemilikan.
  • Simbolisme, pada “tapal batas leluhur” yang melambangkan warisan sejarah dan identitas bangsa.
  • Metafora, pada pergantian imperium sebagai lambang perubahan zaman dan kekuasaan.
  • Personifikasi, pada musim yang digambarkan “tiba” dari mana pun.
Puisi “Negeri Kita di Sini” karya Hijaz Yamani menyampaikan refleksi sederhana tetapi mendalam tentang tanah air, sejarah, dan warisan leluhur. Dengan bahasa singkat dan simbolis, puisi ini menegaskan bahwa sebuah negeri tetap hidup melalui rakyat, tanah, dan akar budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Hijaz Yamani
Puisi: Negeri Kita di Sini
Karya: Hijaz Yamani

Biodata Hijaz Yamani:
  • Hijaz Yamani lahir pada tanggal 23 Maret 1933 di Banjarmasin.
  • Hijaz Yamani meninggal dunia pada tanggal 17 Desember 2001 (pada umur 68 tahun) dan dimakamkan di Taman Makam Bahagia di Kota Banjarbaru.
© Sepenuhnya. All rights reserved.