Perempuan
Kala itu aku di tepi pantai sembari menikmati sunset mulai mereka
Seorang diri di tepi pantai di bawah naungan ketapang
Desiran angin menerobos pori-pori kulitku
Gelombang laut pun seakan-akan menghempas jiwa dan ragaku
Aku pun terhanyut dalam imajinasi konyol tentang perempuan itu
Perempuan selalu mengusik hati di saat-saat kesepian
Tak terasa waktu pun terus berputar pada galibunnya
Malam mulai menghampiri aku di tengah keheningan
Selangka aku berpaling dari tempat itu
Sembari ditemani sebatang surya asapnya mengepul ke angkasa
Perempuan itu menyapaku dengan senyumannya yang manis
Merdu suaranya, lembut kulitnya seakan-akan hati ini ingin bersukaria
Katanya kepadaku 'Janganlah bersedih lagi'
Kehadiranku mengobati duka lara hatimu di setiap waktu
Genggamlah aku erat-erat puaskanlah aku dengan hasratmu
Malam ini akan menjadi saksi terindah tak terlupakan oleh ruang dan waktu
Aku pun tak sabar lagi meraihnya
Merasakan aroma tubuhnya bagaikan mawar merah
Kata-katanya sungguh menukik hatiku
Kini hasratku dan hasratnya bersatu padu dalam alunan kisah kasih selamanya
2023
Analisis Puisi:
Puisi “Perempuan” karya Marianus Elki Semit merupakan puisi yang menggambarkan kesepian, kerinduan, dan pertemuan romantis yang membangkitkan gairah emosional penyair. Dengan latar pantai saat senja dan malam hari, penyair menghadirkan suasana yang puitik sekaligus intim. Puisi ini memperlihatkan bagaimana sosok perempuan menjadi simbol penghiburan dan pemenuh kekosongan batin.
Tema
Tema utama puisi ini adalah cinta, kesepian, dan kerinduan terhadap kehadiran perempuan. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang hasrat, keindahan, dan hubungan emosional manusia.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang sedang menyendiri di tepi pantai saat matahari terbenam. Dalam suasana sunyi dan penuh lamunan, ia memikirkan seorang perempuan yang terus mengusik hatinya.
Ketika malam tiba, perempuan itu hadir dan menyapanya dengan lembut. Kehadirannya membuat penyair merasa terhibur dan kembali memiliki semangat hidup. Interaksi mereka berkembang menjadi hubungan emosional dan romantis yang penuh kehangatan serta ketertarikan batin.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini antara lain:
- Perempuan digambarkan sebagai simbol kehangatan, penghiburan, dan harapan di tengah kesepian.
- Kesepian manusia sering membuatnya tenggelam dalam imajinasi dan kerinduan.
- Alam, seperti pantai dan malam, menjadi ruang refleksi perasaan manusia.
- Hubungan cinta dalam puisi ini bukan hanya soal hasrat, tetapi juga kebutuhan emosional untuk merasa ditemani dan dipahami.
Suasana dalam Puisi
Suasana puisi ini terasa melankolis, romantis, dan intim. Pada awal puisi suasananya sunyi dan sendu, lalu berubah menjadi hangat dan penuh gairah emosional.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Pesan yang dapat ditangkap dari puisi ini antara lain:
- Kehadiran orang yang dicintai dapat menjadi penghibur dalam masa kesepian.
- Manusia membutuhkan kasih sayang dan kedekatan emosional dalam hidupnya.
- Keindahan alam sering membantu manusia memahami dan merasakan emosi terdalamnya.
- Cinta dapat menjadi kekuatan yang menghidupkan kembali semangat seseorang.
Puisi “Perempuan” menghadirkan kisah tentang kesepian yang berubah menjadi kehangatan melalui kehadiran cinta. Marianus Elki Semit menggunakan latar pantai, malam, dan alam untuk memperkuat suasana emosional penyair. Puisi ini memadukan unsur romantis, reflektif, dan sensual secara lembut sehingga terasa dekat dengan pengalaman batin manusia.
Karya: Marianus Elki Semit
Biodata Marianus Elki Semit:
- Marianus Elki Semit berasal Loce, Reo Barat, Manggarai-Flores-NTT.
- Saat ini ia aktif sebagai mahasiswa di STFT Widya Sasana, Malang, Jawa Timur.