Puisi: Zikir Anak Kekinian (Karya Ummi Sulis)

Puisi "Zikir Anak Kekinian" karya Ummi Sulis menghadirkan gambaran kritis terhadap perubahan perilaku anak-anak kekinian yang terpengaruh oleh ...
Zikir Anak Kekinian

Dunia terbalik
Zikir jadi pikir
Tontonan jadi tuntunan
Pengaruh media makin pelik

Anak kekinian
Turuti tontonan
Jadikan tuntunan
Salah asuhan

Slebew, anjay, anjir, kiw-kiw, icikiwir
Belepotan ucapan terdengar
Sakitkan telinga
Perihkan rasa

Nak, dunia mana yang kauikut?
Mengapa zikirmu berubah?
Dunia luas tak mungkin kurengkuh sendirian
Demi menyembuhkan luka media kalian

Tahukah kalian makna kata per kata
Mengapa semua jadi latah
Seseram inikah globalisasi menghantam jiwa-jiwa tak mapan

Nak, tahukah kalian?
Apa yang terucap dipertanggungjawabkan
Ke mana orang terdekatmu
Kembalilah pada dunia nyata

Fajar Indah, 27 Desember 2023

Analisis Puisi:

Puisi "Zikir Anak Kekinian" karya Ummi Sulis menghadirkan gambaran kritis terhadap perubahan perilaku anak-anak kekinian yang terpengaruh oleh media massa dan gaya hidup modern.

Dunia terbalik, zikir jadi pikir: Penyair membuka puisi dengan pernyataan bahwa dunia menjadi terbalik, di mana zikir yang seharusnya menjadi bentuk pengingat kepada Tuhan berubah menjadi sekadar pikiran atau pemikiran kosong. Ini mencerminkan pergeseran nilai dan fokus dalam kehidupan sehari-hari.

Tontonan jadi tuntunan, pengaruh media makin pelik: Baris ini menyoroti perubahan dalam pengaruh media terhadap anak-anak kekinian. Tontonan yang seharusnya hanya hiburan, kini menjadi tuntunan yang memengaruhi perilaku dan pandangan mereka terhadap dunia.

Anak kekinian, turuti tontonan, jadikan tuntunan, salah asuhan: Puisi menyuarakan keprihatinan terhadap anak-anak kekinian yang cenderung mengikuti tontonan dan menjadikannya sebagai tuntunan hidup. Hal ini dianggap sebagai bentuk asuhan yang salah dan mengkhawatirkan.

Slebew, anjay, anjir, kiw-kiw, icikiwir: Penyair menyertakan beberapa kata populer yang sering digunakan dalam bahasa gaul anak kekinian. Kata-kata ini mencerminkan pengaruh media dan budaya pop yang kadang-kadang mengandung makna negatif.

Belepotan ucapan terdengar, sakitkan telinga, perihkan rasa: Kata-kata yang diucapkan dengan sembarangan dan tanpa pertimbangan menciptakan gambaran bahwa penggunaan bahasa yang kasar dan tidak sopan dapat merugikan, baik secara emosional maupun sosial.

Nak, dunia mana yang kauikut? Mengapa zikirmu berubah?: Penyair mengajukan pertanyaan kepada anak-anak kekinian, menanyakan mengapa mereka mengikuti arus dunia yang mengubah zikir atau pengingat kepada Tuhan menjadi sesuatu yang berbeda.

Dunia luas tak mungkin kurengkuh sendirian: Penyair menyadarkan anak-anak kekinian bahwa dunia yang begitu luas tidak bisa dijangkau atau dicapai seorang diri. Ini mencerminkan kebutuhan akan arahan, bimbingan, dan nilai-nilai yang benar.

Demi menyembuhkan luka media kalian: Penyair menyatakan bahwa perubahan perilaku anak-anak kekinian dapat dilihat sebagai luka yang diakibatkan oleh pengaruh media dan budaya modern.

Tahukah kalian makna kata per kata, mengapa semua jadi latah: Pertanyaan ini mencerminkan keprihatinan terhadap penggunaan kata-kata atau ungkapan yang seringkali tidak dipahami oleh anak-anak kekinian, namun digunakan begitu saja tanpa memahami maknanya.

Seseram inikah globalisasi menghantam jiwa-jiwa tak mapan: Penyair mencoba meresapi dampak globalisasi pada jiwa-jiwa yang tidak memiliki pegangan atau arah yang jelas, menciptakan gambaran kecemasan terhadap pengaruh global.

Nak, tahukah kalian? Apa yang terucap dipertanggungjawabkan: Puisi menegaskan bahwa apa yang diucapkan oleh anak-anak kekinian memiliki konsekuensi yang harus mereka pertanggungjawabkan, terutama dalam konteks sosial dan moral.

Ke mana orang terdekatmu, kembalilah pada dunia nyata: Penutup puisi mengajak anak-anak kekinian untuk kembali kepada orang-orang terdekat dan kembali ke dunia nyata yang memiliki nilai-nilai yang benar dan mendukung perkembangan moral dan spiritual.

Puisi "Zikir Anak Kekinian" mengeksplorasi dampak perubahan budaya dan pengaruh media terhadap anak-anak. Ummi Sulis dengan tajam mengkritik pergeseran nilai dan perilaku yang terjadi, sambil mengajak anak-anak kekinian untuk lebih memahami makna dari setiap tindakan dan perkataan mereka. Puisi ini membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga akhlak dan nilai-nilai moral di tengah arus informasi dan budaya yang terus berkembang.

Ummi Sulis
Puisi: Zikir Anak Kekinian
Karya: Ummi Sulis

Biodata Ummi Sulis:
  • Ummi Sulis, perempuan yang berprofesi sebagai pendidik ini, gemar menulis sedari Sekolah Menengah. Kemampuan menulis lebih diasah ketika Covid melanda di tahun 2019 kemarin, dengan mengikuti berbagai kelas kepenulisan. Ia juga menulis beberapa buku serta menjadi admin di beberapa penerbit.
  • Ummi bisa disapa di IG dan FB dengan nama akun Ummy Sulistyowati.
© Sepenuhnya. All rights reserved.