Puisi: Di Lautan Waktu (Karya Sondri BS)

Puisi "Di Lautan Waktu" karya Sondri BS menghadirkan pengalaman batin yang luas: antara kehilangan arah, penderitaan sosial, dan pencarian cahaya ...

Di Lautan Waktu

Negeri-negeri yang terkubur dalam mimpiku, dengan selaksa kabut
yang tak henti menimbun permukaan daratan dan lautan mengamuk
di sana kuingat malam-malam tempat kudengar orang-orang malang
mengapa langit yang bercahaya, aku saksikan orang bicara dengan sunyi
dengan gelombang-gelombang suara yang hilang ditelan kepekatan bumi
dan waktu tak henti mengetuk-ngetuk selaput malam di jendela-jendela
aku lihat wajahku meleleh darah dalam bayangan orang-orang papa
yang mencari-cari cahaya yang disembunyikan kegelapan

betapa aku juga merindukan ketinggian cahaya, tapi sayapku tak sampai
bentangan laut waktu yang makin deras gelombangnya
mengantarkan kapal-kapal kesangsian pada negeri nurani
dimanakah aku akan berlabuh dari maha pelayaran ini, kembali ke pulau
tempat keberangkatan awal, dimana cahaya-cahaya melukakan pagi
tetapi bertahun aku pergi, di antara gigil-gigil kapal ini

Sumber: Dari Amerika ke Catatan Langit (2005)

Analisis Puisi:

Puisi "Di Lautan Waktu" karya Sondri BS menghadirkan lanskap batin yang luas, penuh kabut, laut, dan waktu yang bergerak sebagai metafora perjalanan eksistensial manusia. Puisi ini tidak hanya menggambarkan perjalanan fisik, tetapi juga pelayaran spiritual dan psikologis dalam menghadapi penderitaan, keterasingan, dan pencarian makna hidup.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan eksistensial manusia dalam menghadapi waktu, penderitaan, dan pencarian cahaya kehidupan atau makna hidup. Tema ini diperkuat oleh simbol laut, waktu, kapal, dan cahaya yang menggambarkan dinamika hidup yang tidak stabil.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang terombang-ambing dalam “lautan waktu”, mengalami kegelisahan batin, menyaksikan penderitaan manusia, dan berusaha mencari pulang menuju cahaya atau makna hidup yang hilang.

Penyair berada dalam perjalanan panjang yang penuh ketidakpastian, kesangsian, dan kerinduan akan asal-usul spiritual atau eksistensialnya.

Makna Tersirat

Makna tersirat dari puisi ini mencakup:
  • Kehidupan sebagai perjalanan yang tidak pasti dan penuh penderitaan.
  • Keterasingan manusia modern dalam menghadapi realitas sosial dan batin.
  • Pencarian makna hidup di tengah kegelapan dan kekacauan dunia.
  • Kerinduan akan “cahaya” sebagai simbol kebenaran, harapan, atau Tuhan.
“Lautan waktu” menjadi metafora besar tentang perjalanan hidup yang tidak dapat dihentikan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah:
  • Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan dan ketidakpastian.
  • Manusia akan selalu mencari makna dan “cahaya” di tengah kegelapan hidup.
  • Keterasingan dan penderitaan adalah bagian dari proses eksistensial manusia.
  • Penting untuk terus mencari arah meskipun perjalanan terasa tidak pasti.

Majas

Puisi ini menggunakan berbagai majas, di antaranya:
  • Metafora: “lautan waktu” → kehidupan sebagai lautan yang terus bergerak tanpa henti.
  • Personifikasi: “waktu tak henti mengetuk-ngetuk selaput malam” → waktu diberi sifat manusia.
  • Hiperbola: “wajahku meleleh darah” → penggambaran ekstrem untuk menekankan penderitaan.
  • Simbolisme: Laut = kehidupan, kapal = manusia, cahaya = harapan atau kebenaran.
Puisi "Di Lautan Waktu" karya Sondri BS merupakan refleksi mendalam tentang eksistensi manusia yang terus berlayar di tengah ketidakpastian hidup. Puisi ini menghadirkan pengalaman batin yang luas: antara kehilangan arah, penderitaan sosial, dan pencarian cahaya yang tak pernah padam.

Puisi Sepenuhnya
Puisi: Di Lautan Waktu
Karya: Sondri BS

Biodata Sondri BS:
  • Sondri BS lahir pada tanggal 8 September 1973 di Padang Panjang, Sumatra Barat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.