Puisi: Ulat dalam Apel (Karya Tjahjono Widarmanto)

Puisi "Ulat dalam Apel" karya Tjahjono Widarmanto menunjukkan bahwa di balik keindahan cinta sering tersembunyi kegelisahan, luka, dan kerinduan ...
Ulat dalam Apel

suatu saat kelak aku akan tumbuh menjadi naga menyediakan sebiji taring dan sekecup upas 
tanda cinta sebagai ganti ucapan mesra seorang kekasih yang dibisikkan dari balik selimut dalam 
geliat ranjang yang basah, membiusmu lelap tertidur dalam ranjang yang hangat oleh keringat.
dalam mimpimu kau akan bercerita  tentang cinta masa lalu, dua kerat rindu dan segelas 
coca-cola. dalam mimpimu itu pula aku menjelma angin yang tak berbekas di baris pasir-pasir
pantai, menghilang bersekutu dengan langit menjadi teka-teki di jagat ini.
jauh dan bisu.

suatu saat kelak aku akan tumbuh menjadi naga. di kutuk untuk selalu menggeliat di ranum
buah dalam genggaman jari-jarimu, atau menggelantung di ujung bibirmu menangkap deru 
nafasmu lalu tergelincir ke dalam lorong tanpa cahaya menerobos labirin di dasar detak 
jantungmu melahirkan erangan senyap yang panjang. berpinak dalam gelisah yang panas tak 
pernah lunas terbalas sampai waktu menjebak kita pada teka-teki yang bergaung pada bukit-bukit
gurun dan tarian daun yang ranggas
jauh dan bisu.

Ngawi, 2012

Sumber: Lampung Post (Minggu, 3 Maret 2013)

Analisis Puisi:

Puisi "Ulat dalam Apel" karya Tjahjono Widarmanto merupakan puisi yang sarat simbolisme dan menggambarkan hubungan antara cinta, kerinduan, obsesi, serta kegelisahan batin manusia. Puisi ini menggabungkan unsur cinta, mimpi, hasrat, dan keterasingan dalam rangkaian bahasa yang puitis dan penuh tafsir.

Tema

Tema utama puisi ini adalah cinta yang dipenuhi kerinduan, obsesi, dan kegelisahan batin. Tema-tema pendukung yang muncul dalam puisi antara lain:
  • Kerinduan terhadap seseorang.
  • Cinta yang tidak sepenuhnya terbalas.
  • Kehadiran seseorang yang terus membekas dalam ingatan.
  • Kesepian dan keterasingan.
  • Misteri hubungan antarmanusia.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang membayangkan dirinya akan tumbuh menjadi naga. Sosok naga tersebut menjadi simbol kehadiran yang terus mengikuti dan menghuni kehidupan orang yang dicintainya.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa cinta tidak selalu menghadirkan kebahagiaan atau kepastian. Kadang-kadang cinta justru menjadi sumber kegelisahan yang terus hidup dalam ingatan dan perasaan seseorang.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa:
  • Kenangan cinta dapat bertahan lama bahkan setelah hubungan berubah.
  • Seseorang dapat tetap hadir dalam kehidupan orang lain meskipun secara fisik telah jauh.
  • Kerinduan yang tidak tersampaikan dapat berkembang menjadi obsesi atau kegelisahan yang mendalam.
  • Hubungan manusia sering kali dipenuhi misteri yang tidak mudah dipahami.
Judul "Ulat dalam Apel" dapat dimaknai sebagai simbol sesuatu yang tersembunyi di balik keindahan. Apel yang tampak indah dari luar ternyata menyimpan ulat di dalamnya, sebagaimana cinta yang tampak indah tetapi menyimpan kegelisahan, luka, atau kerumitan batin.

Amanat atau Pesan yang Disampaikan

Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini antara lain:
  • Cinta bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang kerinduan dan pengorbanan.
  • Kenangan memiliki kekuatan untuk tetap hidup dalam diri seseorang.
  • Jangan mengabaikan perasaan yang tersembunyi karena dapat tumbuh menjadi kegelisahan yang mendalam.
  • Terimalah bahwa tidak semua hubungan memiliki akhir yang jelas.
  • Kehidupan dan cinta sering kali menyimpan misteri yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya.
Puisi "Ulat dalam Apel" karya Tjahjono Widarmanto merupakan puisi simbolik yang mengangkat tema cinta, kerinduan, dan kegelisahan batin. Melalui metafora naga, apel, angin, dan labirin, penyair menggambarkan hubungan yang penuh misteri dan tidak pernah benar-benar selesai. Puisi ini menunjukkan bahwa di balik keindahan cinta sering tersembunyi kegelisahan, luka, dan kerinduan yang terus hidup dalam ingatan manusia. Dengan bahasa yang puitis dan kaya simbol, puisi ini mengajak pembaca merenungkan kompleksitas perasaan serta misteri hubungan antarmanusia.

Tjahjono Widarmanto
Puisi: Ulat dalam Apel
Karya: Tjahjono Widarmanto

Biodata Tjahjono Widarmanto:
  • Tjahjono Widarmanto lahir pada tanggal 18 April 1969 di Ngawi, Jawa Timur, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.