Beri Aku Sepantun Hening
Jangan berikan padaku kapak buat menetak
beri aku air atau sesuatu yang mengalir
seperti sungai berliku di hulu menyatu ke muara
menghayutkan jarak sesuatu yang tak tersimak luput dari mata
siapa mengapak hutan jadi gurun
siapa menyamun kata tersesat sia-sia
jangan berikan padaku arak buat melupakan sesuatu yang retak
beri aku sepantun hening biar kutimbun berjuta denting
tuhan biar kau berikan sejuta pedih tetap kucari kasih-Mu
1982
Sumber: Horison (Juli, 1985)
Analisis Puisi:
Puisi "Beri Aku Sepantun Hening" karya Rusli A. Malem merangkum perjalanan emosional seseorang yang merindukan ketenangan dalam kehidupan yang penuh kelelahan dan kebingungan.
Tolak Beli Kapak, Beri Air yang Mengalir: Permohonan untuk tidak memberikan kapak, tetapi air yang mengalir mencerminkan keinginan penulis untuk menolak kekerasan dan lebih memilih sesuatu yang membawa kehidupan dan ketenangan.
Sungai Berliku dari Hulu ke Muara: Metafora sungai berliku yang menyatu ke muara dapat diartikan sebagai perjalanan hidup yang penuh tantangan dan keberlanjutan. Ini mencerminkan kerumitan dan keindahan kehidupan yang mengalir ke arah tak terduga.
Sesuatu yang Tak Tersimak: Menghayutkan jarak terhadap sesuatu yang tak tersimak menunjukkan adanya elemen misteri atau keindahan yang tidak dapat sepenuhnya dimengerti atau disimpulkan.
Apakah Hutan Jadi Gurun: Pertanyaan retoris ini mungkin merujuk pada kehancuran lingkungan dan kehilangan keindahan alam karena ulah manusia yang serakah.
Kata yang Tersesat Sia-Sia: Merupakan ungkapan tentang penyesalan terhadap kata-kata yang hilang dan sia-sia. Ini bisa mencerminkan keinginan untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan bermakna.
Tolak Arak, Beri Sepantun Hening: Pemohonan untuk tidak diberikan arak, tetapi dipinta sepantun hening menciptakan kontras antara ketidakstabilan dan keinginan untuk menemukan ketenangan batin.
Kutimbun Berjuta Denting: Permintaan untuk diberi sepantun hening yang dapat ditimbun berjuta denting menyoroti kebutuhan akan ketenangan di tengah hiruk-pikuk kehidupan.
Sejuta Pedih Tetap Kucari Kasih-Mu: Penutup puisi mengekspresikan keinginan untuk mencari kasih Tuhan di tengah sejuta kesedihan dan penderitaan.
Puisi ini menciptakan gambaran tentang pencarian akan ketenangan dan arti hidup yang lebih mendalam. Dengan menyatukan elemen-elemen alam dan emosional, penulis mengajak pembaca merenung tentang keindahan yang terkadang hilang dalam kehidupan sehari-hari.
Puisi: Beri Aku Sepantun Hening
Karya: Rusli A. Malem
Biodata Rusli A. Malem:
- Rusli A. Malem lahir pada tanggal 27 November 1942 di desa Lhok Nibong, Aceh.