Puisi: Di Bawah Pohon Ros (Karya Andi Rio Daeng Riolo)

Puisi "Di Bawah Pohon Ros" karya Andi Rio Daeng Riolo mengajarkan bahwa perubahan adalah bagian alami dari kehidupan, dan setiap akhir dapat ...

Di Bawah Pohon Ros


Rumput hijau dan hawa segar:
Telah lewat musim gugur.

Seekor ayam jantan terbang di siang hari,
Lintas di atas kepalaku dan sepi,
Ketika aku di bawah pohon ros,
Lupa dan bermalas-malas.

Tapi daun pohon ros itu berjatuhan,
Hingga badanku penuh olehnya:
Sepuluh, seratus, seribu...,
Setiap aku di bawahnya.

Kemudian kupanggil pelayan tetanggaku,
Lagi seminggu musim semi!
Kukatakan tebang saja pohon ros itu,
Di tempatnya akan kubuat rumah merpati.

Sumber: Horison (April, 1975)

Analisis Puisi:

Puisi "Di Bawah Pohon Ros" karya Andi Rio Daeng Riolo merupakan puisi yang memadukan gambaran alam dengan refleksi tentang sikap manusia dalam menghadapi perubahan. Melalui simbol-simbol seperti rumput hijau, musim, pohon ros, daun yang berguguran, hingga rumah merpati, penyair menyampaikan bahwa kehidupan selalu bergerak dan menuntut manusia untuk mengambil keputusan.

Pada awal puisi, suasana tampak damai dan menyenangkan. Namun, ketenangan itu perlahan berubah ketika daun-daun pohon terus berguguran hingga memenuhi tubuh penyair. Peristiwa sederhana tersebut berkembang menjadi simbol perubahan cara pandang, yang akhirnya mendorong penyair mengambil keputusan untuk menebang pohon dan menggantinya dengan sesuatu yang baru.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perubahan hidup, pengambilan keputusan, dan hubungan manusia dengan alam. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang kenyamanan, waktu, harapan, serta kemampuan manusia beradaptasi terhadap keadaan yang terus berubah.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang menikmati suasana alam di bawah pohon ros. Rumput hijau dan udara yang segar menciptakan suasana damai sehingga ia memilih beristirahat dan bermalas-malasan di bawah pohon tersebut.

Namun, keadaan berubah ketika daun-daun pohon ros terus berguguran dan menutupi tubuhnya. Daun yang jatuh semakin banyak hingga menimbulkan ketidaknyamanan. Setelah musim semi datang, penyair memutuskan untuk memanggil pelayan tetangganya dan meminta agar pohon ros ditebang. Di tempat pohon itu, ia berencana membangun rumah bagi burung merpati.

Perjalanan tersebut menunjukkan perubahan sikap penyair, dari menikmati keadaan menjadi memilih menciptakan kondisi baru yang dianggap lebih bermanfaat.

Makna Tersirat

Puisi ini mengandung beberapa makna tersirat.
  • Pertama, pohon ros melambangkan sesuatu yang pernah memberikan kenyamanan, tetapi kemudian berubah menjadi beban. Tidak semua hal yang indah akan selalu membawa manfaat dalam setiap fase kehidupan.
  • Kedua, daun yang berguguran menjadi simbol perubahan yang tidak dapat dihindari. Waktu terus berjalan dan membawa konsekuensi yang harus diterima manusia.
  • Ketiga, keputusan menebang pohon menunjukkan bahwa manusia terkadang perlu melepaskan sesuatu yang lama agar dapat membangun harapan baru.
  • Keempat, rumah merpati melambangkan kehidupan baru, kedamaian, dan masa depan yang ingin diwujudkan setelah meninggalkan masa lalu.
  • Kelima, pergantian musim dalam puisi menyiratkan bahwa setiap perubahan memiliki waktunya sendiri. Tidak ada keadaan yang berlangsung selamanya.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Puisi ini menyampaikan beberapa pesan penting, yaitu:
  • Kehidupan selalu mengalami perubahan yang tidak dapat dihindari.
  • Manusia perlu berani mengambil keputusan ketika keadaan tidak lagi mendukung.
  • Melepaskan sesuatu yang lama bukan berarti mengingkari masa lalu, melainkan membuka ruang bagi masa depan.
  • Alam mengajarkan bahwa setiap musim memiliki perannya masing-masing dalam siklus kehidupan.
  • Harapan baru sering kali lahir setelah seseorang berani melakukan perubahan.
Puisi "Di Bawah Pohon Ros" karya Andi Rio Daeng Riolo merupakan puisi yang mengangkat refleksi tentang perubahan hidup melalui simbol-simbol alam. Penyair menunjukkan bahwa kenyamanan tidak selalu bersifat abadi. Ketika suatu keadaan tidak lagi memberikan manfaat, manusia perlu memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dan membangun harapan baru.

Puisi ini mengajarkan bahwa perubahan adalah bagian alami dari kehidupan, dan setiap akhir dapat menjadi awal bagi tumbuhnya harapan yang baru.

Andi Rio Daeng Riolo
Puisi: Di Bawah Pohon Ros
Karya: Andi Rio Daeng Riolo

Biodata Andi Rio Daeng Riolo:
  • Andi Rio Daeng Riolo Muhammad Ichsan Saleh lahir pada tanggal 3 April 1943 di kota Mamuju, Sulawesi Barat, Indonesia.
  • Andi Rio Daeng Riolo mulai menulis sejak tahun 1957.
© Sepenuhnya. All rights reserved.