2023
Analisis Puisi:
Puisi "Merengkuh Ingatan" karya Ronald Suwardi adalah sebuah karya sastra yang menggambarkan kerinduan, ingatan yang terkubur, dan panggilan pulang.
Kerinduan pada Tempat yang Tidak Lagi Dikenal: Puisi ini menggambarkan rasa rindu pada rumah yang dulunya akrab namun kini telah ditinggalkan dan terbengkalai. Penyair menanyakan kapan seseorang akan kembali, seolah-olah mengajak pembaca untuk mengunjungi tempat yang dahulu pernah disayangi.
Kopi sebagai Pembuka Ingatan: Penyair menawarkan secangkir kopi sebagai sarana untuk membangkitkan ingatan yang mungkin telah lama terlupakan. Kopi di sini bisa diartikan sebagai penanda pertemuan dan pengingat akan kenangan yang terkubur.
Ingatan yang Hilang: Penyair menyiratkan bahwa ingatan dan harapan mungkin telah lama suram dan pupus. Ini menciptakan gambaran tentang perasaan kehilangan dan kebingungan.
Panggilan untuk Kembali: Dalam puisi ini, terdapat panggilan kuat untuk kembali, untuk merengkuh kembali ingatan yang terkubur dan harapan yang telah lama hilang. Penyair mendorong pembaca untuk menjalani kembali momen yang berarti dalam hidup mereka.
Penggunaan Kata-Kata dengan Perasaan: Penyair menggunakan kata-kata yang sarat dengan perasaan untuk menyampaikan kerinduan dan harapan. Ini menciptakan nuansa emosional dalam puisi.
Puisi "Merengkuh Ingatan" karya Ronald Suwardi adalah panggilan pulang yang menggugah perasaan kerinduan dan kehilangan. Dengan menggambarkan kopi sebagai sarana untuk menghidupkan kembali ingatan yang terkubur, puisi ini merangsang pembaca untuk merenungkan momen berharga dalam hidup mereka dan mempertimbangkan kembali tempat yang dahulu pernah disayangi.
