Puisi: Nun (Karya Rusli A. Malem)

Puisi "Nun" karya Rusli A. Malem mengeksplorasi rasa cinta yang terjaga di tengah jarak yang terbentang.
Nun

nun betapa jauh
tapi 'Arasymu dekat menyintuh
kubelai cumbu karena takutku sia
sayang, kau hajab aku
dalam nestapa

1975

Sumber: Nun (1981)

Analisis Puisi:

Puisi "Nun" karya Rusli A. Malem merupakan ungkapan perasaan cinta yang mendalam, diwarnai dengan elemen keagamaan. Dalam puisi ini, penyair mengeksplorasi rasa cinta yang terjaga di tengah jarak yang terbentang.

Nun sebagai Simbol Kejauhan: Kata "nun" digunakan sebagai simbol kejauhan atau jarak yang terbentang. Sebagai huruf Arab, nun juga memiliki makna keagamaan, dan dalam konteks ini, mungkin mencerminkan hubungan spiritual atau agama.

'Arasymu yang Dekat: 'Arasy dalam konteks keagamaan Islam merujuk pada takhta Allah. Penggunaan 'Arasymu yang dekat menyintuh menghadirkan elemen spiritual yang menggambarkan kehadiran Tuhan yang dekat dengan hati penyair.

Kubelai Cumbu: Ekspresi "kubelai cumbu" menggambarkan rasa kasih dan kelembutan. Meskipun dalam konteks keagamaan, ungkapan ini memberikan sentuhan humanis pada hubungan yang terjaga dalam kebaikan dan kelembutan.

Takutku Sia: Ungkapan "takutku sia" menciptakan nuansa ketakutan dan kekhawatiran. Ini bisa merujuk pada ketakutan akan kesia-siaan atau ketidakpastian dalam menjalani hubungan.

Kau Hajab Aku: Metafora "kau hajab aku" menciptakan gambaran tentang perlindungan dan ketegasan. Hajab sebagai penutup atau perlindungan dapat diartikan sebagai keamanan dalam menjalani hubungan.

Dalam Nestapa: Ungkapan "dalam nestapa" menunjukkan bahwa meskipun ada ketakutan dan ketidakpastian, cinta ini tetap tegar dalam menghadapi cobaan dan kesulitan.

Keterhubungan Spiritual dan Romantis: Puisi ini menggabungkan elemen keagamaan dan romantis, menciptakan keterhubungan antara cinta manusiawi dan hubungan spiritual dengan Tuhan.

Puisi "Nun" menciptakan harmoni antara cinta manusiawi dan kehadiran spiritual. Dengan menggambarkan hubungan yang terjaga dalam kebaikan dan kelembutan, penyair mengajak pembaca merenung tentang kekuatan cinta yang mampu melewati jarak dan cobaan.

Rusli A. Malem
Puisi: Nun
Karya: Rusli A. Malem

Biodata Rusli A. Malem:
  • Rusli A. Malem lahir pada tanggal 27 November 1942 di desa Lhok Nibong, Aceh.
© Sepenuhnya. All rights reserved.