1975

Puisi: Kemarau (Karya Slamet Sukirnanto)

Kemarau Bukit kehilangan rimbun Cakap kehilangan santun Bumi keras; hatimu padas Bersama mengaum: lepas ... 1975 Sumber: Luka Bung…

Puisi: Tiga Lembar Kartu Pos (Karya Sapardi Djoko Damono)

Lembar Kartu Pos (1) soalnya kau tak pernah tegas menjelaskan keadaanmu, tak pernah tegas mengakui bahwa harus meny…

Puisi: Dalam Masjid (Karya Apip Mustopa)

Dalam Masjid aku berusaha menetapi lima kali dalam sehari di depan mihrab memasrahkan diri ke dalam hening suci ke bawah keagung…

Puisi: Cengkrik (Karya Abdul Hadi WM)

Cengkrik Di celah-celah sayap cengkrik Rumput-rumput membuat suara Angin yang mendengarkan Mendengarkan kesunyian malam Maka ia kembali ke lautan Di …

Puisi: Seekor Burung Dara Tua (Karya Apip Mustopa)

Seekor Burung Dara Tua burung dara di ranting kering mengelus kilau bulunya awan di atas seperti terbaring merenung arah tujunya burung …

Puisi: Luka Itu Aneh Sekali (Karya Hamid Jabbar)

Luka Itu Aneh Sekali luka itu aneh sekali, dia menangis diam-diam ketika embun luruh dinihari, sebelum gema adzan. dan kemudian dia menyeka nanahnya,…

Puisi: Di Pasir Mandi Buih Pelabuan Ratu (Karya Darman Moenir)

Di Pasir Mandi Buih Pelabuan Ratu di pelabuhan ratu laut pun menderu ketika kerdip mata-Mu makin menyendu sayup-sayup aku dengar tidak ada sesuatu ap…

Puisi: Ada Jam Duduk dengan Belnya (Karya Joss Sarhadi)

Ada Jam Duduk dengan Belnya ada sebuah meja                di hari kesekian mulai di atasnya                           perbedaan kecil-kecil ada sebu…

Puisi: Epitaf (Karya Adri Darmadji Woko)

Epitaf Pohon yang ditanam ini kelak akan dipetik buahnya oleh anak cucu kita sambil senantiasa mengulang-ulang perkataan yang sama: "Inilah buah…

Puisi: Catatan Lama (Karya Leon Agusta)

Catatan Lama umurku tercecer di lorong-lorong kota kampung-kampung pantai dan pedalaman sungai-sungai airnya coklat, payau rawa-…

Puisi: Hutan yang Teduh (Karya Leon Agusta)

Hutan yang Teduh Hutan yang teduh terhampar di pangkuan gunung muram kelabu Kemerdekaan memang tak mungkin, kata seekor burung …

Puisi: Rasa Gembira (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Rasa Gembira badut-badut di atas panggung, kerjanya melucu dan penonton pasti ketawa, gembira Semua gembira. Ketika badut-badut ngomong panjang-lebar…

Puisi: Sudah Waktu (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Sudah Waktu sudah waktunya sekarang kau mengembalikan                 rumput                     tangkai                         ranting             …

Puisi: Jurang (Karya Linus Suryadi AG)

Jurang "Monika!" teriak seseorang di tebing kanan "Merdeka!" balas seorang di tebing kiri Lalu keduanya melambai-lambaikan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.