TBM RAY Desa Nifalo'olauru Gelar Lomba Mendongeng Online, Dorong Anak Cintai Literasi

Yuk intip keseruan Lomba Mendongeng TBM RAY Nifalo'olauru dan kisah para juara yang tampil kreatif, percaya diri, serta penuh kesan.

Nias — Taman Baca Masyarakat (TBM) RAY Desa Nifalo'olauru menggelar Lomba Mendongeng secara online bagi anak usia 7–12 tahun. Kegiatan berlangsung sejak 26 Juli hingga 30 Agustus 2026, dengan pengumuman pemenang pada 30 Agustus 2026.

Lomba Mendongeng

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya TBM RAY dalam mendorong minat literasi sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan bercerita.

Melalui lomba ini, peserta membawakan berbagai cerita dengan gaya dan kreativitas masing-masing. Penampilan peserta kemudian dinilai oleh dewan juri berdasarkan kemampuan membawakan cerita, ekspresi, vokal, kreativitas, serta penyampaian pesan dalam dongeng.

Juara Lomba Mendongeng

Setelah melalui proses penilaian, ditetapkan tujuh peserta sebagai pemenang. 

  1. Juara 1 diraih Faith Esterica Hutasoit dari SDN Pulogadung 01 dengan cerita Situ Bagendit.
  2. Juara 2 diraih Faiha Samaira Khansa dari MIS Plus Ash Shiratal Mustaqim dengan cerita Persahabatan Si Kancil dan Si Siput.
  3. Juara 3 diraih Glory F. Zebua dari SDN 075059 Lasarabagawu dengan cerita Oyo dan Susua.

Juara Harapan Lomba Mendongeng

Untuk kategori juara harapan:

  1. Harapan 1 diraih Muhammad Hail Abdul Fattah dari MI Ar-Rasyid 01 Cijeruk dengan cerita Legenda Ciung Wanara.
  2. Harapan 2 diraih Azzahra Naila Arifin dari SDIT Naurahhuda dengan cerita Legenda Situ Bagendit.
  3. Harapan 3 diraih Ainayya Adifa Farzana dari MI Nurul Insani Yogyakarta dengan cerita Mia dan Lisa Si Penjaga Hutan.

Juara Favorit Lomba Mendongeng

Sementara itu, Juara Favorit diraih Emily Kho dari Ekayana Ehipassiko School BSD melalui cerita Wani Waras, Ora Nekat.

Founder TBM RAY Desa Nifalo'olauru, Ewi Darman Ndraha, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar dan membangun kepercayaan diri.

“Bagi kami, setiap anak yang berani tampil, bercerita, dan berkarya adalah pemenang. Lomba ini bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan ruang untuk berani tampil, mengembangkan kreativitas, dan semakin mencintai literasi,” ungkap Ewi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, orang tua, pendamping, sekolah, dan dewan juri yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

TBM RAY Desa Nifalo'olauru berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari gerakan literasi yang menyenangkan dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk membaca, bercerita, serta berkarya.

Penulis: Alienda Aprilliani

© Sepenuhnya. All rights reserved.