Puisi: Memancing Ikan di Air Dangkal (Karya Alizar Tanjung)

Puisi "Memancing Ikan di Air Dangkal" karya Alizar Tanjung menggambarkan sebuah alegori yang mengarah pada konsep sederhana namun dalam tentang ...
Memancing Ikan di Air Dangkal

aku pancing ikan di air dangkal
ikan ini ikan migrasi daratan tinggi

aku tidak butuh ikan di air dalam
tali pancingku tali pancing pendek

aku lempar ikan ke air dangkal
mata pancing menancap di limau hanyut

tidak apa
aku hanya butuh limau hanyut ini.

Sumber: Kompas (12 Agustus 2017)

Analisis Puisi:

Puisi "Memancing Ikan di Air Dangkal" karya Alizar Tanjung secara singkat namun padat menggambarkan sebuah alegori yang mengarah pada konsep sederhana namun dalam tentang kehidupan dan keinginan seseorang.

Metafora Memancing Ikan: Tindakan memancing ikan di air dangkal menjadi metafora untuk keinginan atau pencarian seseorang. Ikan yang dipancing mewakili tujuan atau hasil yang diinginkan dalam kehidupan.

Pilihan Ikan di Air Dangkal: Dalam puisi ini, penulis secara sengaja memilih untuk memancing ikan di air dangkal. Hal ini mungkin melambangkan kesederhanaan atau keinginan untuk mencapai tujuan yang tidak terlalu kompleks atau jauh.

Ikan Migrasi daratan Tinggi: Deskripsi tentang ikan migrasi dari daratan tinggi memberikan dimensi tambahan pada makna puisi. Ikan tersebut bisa jadi merupakan simbol dari harapan atau keinginan yang sulit dicapai.

Tali Pancing Pendek: Penggunaan tali pancing pendek menyoroti keterbatasan atau kendala-kendala yang dihadapi dalam mencapai tujuan atau keinginan. Meskipun demikian, orang tersebut tetap berusaha.

Mata Pancing Menancap di Limau Hanyut: Gambaran ini menunjukkan bahwa kadang-kadang, hasil yang kita dapatkan dalam hidup tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan. Namun, orang tersebut tetap menerima dan menghargai apa yang diberikan kepadanya.

Kesederhanaan dan Penerimaan: Keseluruhan puisi mencerminkan tema kesederhanaan dalam hidup dan penerimaan terhadap apa yang ada. Meskipun orang tersebut mungkin tidak mencapai apa yang diharapkan, dia tetap bersyukur dan menerima apa yang telah diberikan kepadanya.

Puisi "Memancing Ikan di Air Dangkal" mengajak pembaca untuk merenungkan tentang arti kesederhanaan, harapan, dan penerimaan dalam kehidupan. Meskipun singkat, puisi ini memberikan gambaran yang kuat tentang perjuangan manusia dalam mencapai tujuan dan bagaimana sikap penerimaan bisa membantu mengatasi ketidakpastian dan kegagalan.

Alizar Tanjung
Puisi: Memancing Ikan di Air Dangkal
Karya: Alizar Tanjung

Biodata Alizar Tanjung:
  • Alizar Tanjung lahir pada tanggal 10 April 1987 di Solok.
© Sepenuhnya. All rights reserved.