Puisi: Bila Masanya? (Karya A. Damhoeri) Bila Masanya? Bila masanya, o, teman, Bayu bertiup atas buana, Mega nyah berarak pergi? Bila masanya, o, teman, Sayu, pilu, gundah gulana, 'kan n…
Puisi: Anakku (Karya J. E. Tatengkeng) Anakku Ya, Kekasihku ... Engkau datang menghintai hidup, Engkau datang menunjukkan muka. Tapi sekejap matamu kututup, Melihat terang ana…
Puisi: Pulau Bali (Karya Intojo) Pulau Bali Pulau Bali, Amat permai, Pemandangan indah Bukit Batur yang megah, Danau Bratan yang luas, Timbulkan semangat tak terbatas Sanubari menjad…
Puisi: Mengapa Dibiarkan Daku Bercinta (Karya A. Damhoeri) Mengapa Dibiarkan Daku Bercinta Mengapa dibiarkan Paku merata, Tunduk dibuluh Melingkar betung. Mengapa dibiarkan Daku bercinta, Duduk mengeluh menya…
Puisi: Indonesia Tanah Airku (Karya A. M. Dg. Myala) Indonesia Tanah Airku Sebagai bulan yang bersembunyi di balik awan, adalah Indonesia tanah airku! Perlahan-lahan, awan kabut yang tadinya ama…
Puisi: Di Candi Prambanan (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Di Candi Prambanan Dari Jauh angin mengombak padi, desir membuai daun ketapang di atas kepalaku. Susunan batu tingkat meningkat, indah beruki…
Puisi: Merenai (Karya A. Damhoeri) Merenai Kekasihku, Marilah diri! Kita merenai berperi-peri, Melagukan kehijauan, Kemolekan - keindahan, Tanah air kita, Yang serana pengikat mata. Ak…
Puisi: Bila Malam Sudahlah Sepi (Karya O.R. Mandank) Bila Malam Sudahlah Sepi Bila malam sudahlah sepi Cengkerik pun tidak berbunyi Sedang terlena semesta alam, Hening tenang pewana diam, ketika itu jiw…
Puisi: Dengarkan Aku Bertembang! (Karya A. Damhoeri) Dengarkan Aku Bertembang! Dari mercu pertapaanku, Kulagukan laguan rindu, Sebab ta' betah menahan sepi, Dalam kuil pertapaanku. Dengarkan aku ber…
Puisi: Batang Tabit (Karya A. Damhoeri) Batang Tabit Kayu tampak tegak perkasa, Daun teduh naung bernaung; Tercenung dagang dalam temasa, Merenung kolam di kaki gunung. Sebagai penunggu tel…
Puisi: Ingin Beta Hendak ke Sana (Karya A. Damhoeri) Ingin Beta Hendak ke Sana Ingin beta hendak ke sana, 'kan melihat tamasya buana, Kudengar suara entah dimana: "Sabarlah dahulu wahai teruna!…
Puisi: Sekuntum Kembang di Balik Pagar (Karya A. Damhoeri) Sekuntum Kembang di Balik Pagar Ingin daku hendak memetik, Kembang sekuntum di balik pagar; "Jangan dijemba!" Suara menghardik, "Ta…
Puisi: Bertemu (Karya Armijn Pane) Bertemu Di tepi pantai laut kami bersua, Dan kami memandang ke dalam mata masing-masing, Yang penuh sengsara, penuh duka, Karena negeri digenggam ban…
Puisi: Kepada Penjaga Taman (Karya A. Damhoeri) Kepada Penjaga Taman Bertanyalah beta sedikit cuma, Aduhan “penjaga” orang utama, Karena taman sudahlah lama, Tambahlah luasnya tempat bercengkrama. …
Puisi: Rasuna Said (Karya Asmara Hadi) Rasuna Said Di dalam kebun tanah Andalas Tumbuh sekuntum melati mulia Perhiasan Ibunda Indonesia Menambah ca…
Puisi: Hiburkan Daku Duduk Bercinta (Karya A. Damhoeri) Hiburkan Daku Duduk Bercinta Kelukkan paku Tunduk semata, Ditentang selasih Di ujung batang. Hiburkan daku Duduk bercinta Mengenang kekasih Ta' k…