1950

Puisi: Gadis Peminta-minta (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Gadis Peminta-minta Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka …

Puisi: Pengembara (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Pengembara Pengembara bisu mendukung kasih cinta dalam dirinya ia lihat wujud cinta remang dan gerimis sediakala Cinta menghantu di hati…

Puisi: Anjing Belang (Karya Mahatmanto)

Anjing Belang Sering kami berjumpa di sini hampir setiap malam hari di malam kelam dan terang kalau aku pergi ke belakang mengamb…

Puisi: Kereta Mati (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Kereta Mati Seorang pengendara kereta Beroda tiga, manis Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan Mendaki dan menurun Jari-jari berjarak …

Puisi: Antara Dua Sungai (Karya HR. Bandaharo)

Antara Dua Sungai (1) untuk Pai Yu-hua Senja itu aku berdiri di tebing-beton Sungai Mutiara Berapa lama sudah air ini bulak-balik ke laut? Dia membaw…

Puisi: Ajal Hamlet (Karya Trisno Soemardjo)

Ajal Hamlet (1) Horatio,  hiduplah kau – aku mati Teruskan pesanku kepada dunia. Pekat pekikku di kerongkongan ini, tapi Hawa sempit – dan racun jaha…

Puisi: Kepada Chairil Anwar Mendiang (Karya Mh. Rustandi Kartakusuma)

Kepada Chairil Anwar Mendiang Di atas pusingan api yang berbusa kau terjatuh ke dunia ini, seperti kucing ke atas kakinya yang empat. Dayu guruh yang…

Puisi: Saat Ini Aku Tidak Berpikir (Karya Mh. Rustandi Kartakusuma)

Saat Ini Aku Tidak Berpikir Saat ini aku tidak berpikir sebagaimana telah angus sayap garuda disambar sesuatu yang tidak tentu. Hilang aku ke dalam b…

Puisi: Negara Bangun (Karya Walujati)

Negara Bangun (1) Bagai kesuma putih, tersebar wangi atas lautan daun hijau, Jauh tercium harumnya, dibawa pergi angin yang lalu, terserak t…

Puisi: Yang Tak Terbungkamkan (Karya Agam Wispi)

Yang Tak Terbungkamkan buat Pak Sakir berita itu datang bagai sahabat setia singgah lembah lewat hutan desa, ingar-bingar jalan kota ke sela-sela der…
© Sepenuhnya. All rights reserved.