Puisi: Tugu (Karya Rivai Apin) Tugu Bila rumah dan mimpi telah hancur Jangan kaukatakan: Binatang-binatang pada mati, semuanya keindahan pada redup Dan kau telah sendiri…
Puisi: Anjing Belang (Karya Mahatmanto) Anjing Belang Sering kami berjumpa di sini hampir setiap malam hari di malam kelam dan terang kalau aku pergi ke belakang mengamb…
Puisi: Antara Dua Sungai (Karya HR. Bandaharo) Antara Dua Sungai (1) untuk Pai Yu-hua Senja itu aku berdiri di tebing-beton Sungai Mutiara Berapa lama sudah air ini bulak-balik ke laut? Dia membaw…
Puisi: Kereta Mati (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Kereta Mati Seorang pengendara kereta Beroda tiga, manis Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan Mendaki dan menurun Jari-jari berjarak …
Puisi: Ajal Hamlet (Karya Trisno Soemardjo) Ajal Hamlet (1) Horatio, hiduplah kau – aku mati Teruskan pesanku kepada dunia. Pekat pekikku di kerongkongan ini, tapi Hawa sempit – dan racun jaha…
Puisi: Dari Dua Dunia Belum Sudah (Karya Rivai Apin) Dari Dua Dunia Belum Sudah Pagi ini aku dengar beritanya, Aku ke jalan Orang-orang jualan dan hendak pergi …
Puisi: Kepada Chairil Anwar Mendiang (Karya Mh. Rustandi Kartakusuma) Kepada Chairil Anwar Mendiang Di atas pusingan api yang berbusa kau terjatuh ke dunia ini, seperti kucing ke atas kakinya yang empat. Dayu guruh yang…
Puisi: Nol Besar (Karya Adi Sidharta) Nol Besar Kepada Chairil Anwar Engkau mengamuk salah! gila semua kalian ini aku tidak mau minum candu! Dan engkau mengamuk berani menghantam, gempur …
Puisi: Plakat (Karya Agam Wispi) Plakat buat ulangtahun Partai demokrasi pun bukanlah bagi mereka yang menjual rakyat kepada belanda demokrasi pun bukanlah bagi mereka yang menjual d…
Puisi: Yang Tak Terbungkamkan (Karya Agam Wispi) Yang Tak Terbungkamkan buat Pak Sakir berita itu datang bagai sahabat setia singgah lembah lewat hutan desa, ingar-bingar jalan kota ke sela-sela der…