Puisi: Perjalanan (Karya A.A. Navis) Perjalanan Pada jalan raya berlumpur di balantara ujung dunia perjalanan ini bagai di terungku tak bisa lalu. Maka khayal berkisah seram bertalu deng…
Puisi: Terlepas (Karya A.A. Navis) Terlepas Kalau dunia mulai dirasa hampa sinar mentari tidak lagi berwaktu tiba siang, malam, pagi dan petang tiada lagi yang dapat dirancang. Terkapa…
Puisi: Dongeng Bocah dan Bulan (Karya Sugiarta Sriwibawa) Dongeng Bocah dan Bulan Jatuh menggema di hati malam Dingin ibu Kutinggal sedang, sedang Tidur tak berselimut Di kamar redup…
Puisi: Senja di Pekuburan (Karya Trisno Soemardjo) Senja di Pekuburan Ia menanti di depan pintu dengan gaun berbunga meriah dan hati yang kusut mesra. Tetapi senja dan malam kejam dan ia balik ke bili…
Puisi: Melalui Siang Menembus Malam (Karya Rivai Apin) Melalui Siang Menembus Malam (1) Sebelum gadis-gadis jadi remaja, Sebelum daun-daun akan menghijau dan bunga berwarna segar, Di sempit pinggi…
Puisi: Kembang Kertas (Karya A.A. Navis) Kembang Kertas Kembang kertas dalam jambangan atas meja pualam ini akan selalu segar tanpa siraman bagai akan abadi. Tak perlu kupu pengisap sari tak…
Puisi: Terbuang-buang (Karya A.A. Navis) Terbuang-buang Menyusuri jalan hidup ini yang gantung bergantung dengan siapa tiada yang lebih disebalkan jika nanti menanti yang tak pasti tanpa key…
Puisi: Tugu (Karya Rivai Apin) Tugu Bila rumah dan mimpi telah hancur Jangan kaukatakan: Binatang-binatang pada mati, semuanya keindahan pada redup Dan kau telah sendiri…
Puisi: Anjing Belang (Karya Mahatmanto) Anjing Belang Sering kami berjumpa di sini hampir setiap malam hari di malam kelam dan terang kalau aku pergi ke belakang mengamb…
Puisi: Antara Dua Sungai (Karya HR. Bandaharo) Antara Dua Sungai (1) untuk Pai Yu-hua Senja itu aku berdiri di tebing-beton Sungai Mutiara Berapa lama sudah air ini bulak-balik ke laut? Dia membaw…
Puisi: Kereta Mati (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Kereta Mati Seorang pengendara kereta Beroda tiga, manis Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan Mendaki dan menurun Jari-jari berjarak …
Puisi: Ajal Hamlet (Karya Trisno Soemardjo) Ajal Hamlet (1) Horatio, hiduplah kau – aku mati Teruskan pesanku kepada dunia. Pekat pekikku di kerongkongan ini, tapi Hawa sempit – dan racun jaha…