1954

Puisi: Rindu Berguling Sendiri (Karya Ajip Rosidi)

Rindu Berguling Sendiri Rindu berguling sendiri putus mengharap dinding putih-putih dan di baliknya: kesepian pengap. Radio di sebelah b…

Puisi: Seorang Temanku (Karya W.S. Rendra)

Seorang Temanku Ia sebatang kara dan hidupnya dirampas di jalan raya. Lonceng berdentang dari menara jauh malam pukul tiga. Kesepian malam terbujur p…

Puisi: Pejalan Larut (Karya Iwan Simatupang)

Pejalan Larut Langkah satu-satu Di malam larut Jauh motor lalu, Gadis tetangga mengigau Langkah satu-s…

Puisi: Pejalan Sepi (Karya Ajip Rosidi)

Pejalan Sepi Ia tembus kesenyapan dinihari sepatunya berat menunjam bumi menempuh kola yang lelap terlena dalam pelukan cahya purnama. I…

Puisi: Inang Sarge (Karya Iwan Simatupang)

Inang Sarge Inang Sarge, Janda gembala. Di lereng bukit. Sendiri. Sekali. Datang pertapa Raja Inang…

Puisi: Bunga Gugur (Karya W.S. Rendra)

Bunga Gugur Bunga gugur di atas nyawa yang gugur gugurlah semua yang bersamanya Kekasihku. Bunga gugur di atas tempatm…

Puisi: Ziarah Malam (Karya Iwan Simatupang)

Ziarah Malam Tahun lalu ia lari tinggalkan biara Kerna tak tahu tempatkan kasih Pada Tuhan atau padrimuda …

Puisi: Sunyi (Karya Djamil Suherman)

Sunyi Yang sunyi bersendiri Yang pergi tak kembali Tapi sunyi dan pergi lahir atas cinta Yang kisahnya terkubur hari ini Mereka lupa mulanya Ada kege…

Puisi: Angin Tiada Berembus (Karya Motinggo Boesje)

Angin Tiada Berembus Musim-musim telah mengabadikan bunga-bunga yang, sepagi ini akan tumbuh di tepi pantai sunyi. Lalu datang angin melanda bunga di…

Puisi: Kapan Lagi (Karya Djamil Suherman)

Kapan Lagi Sri, tanjung putih Kita lagukan irama kasih Malam ini tanpa sansai Bila bulan berpantul di pelataran Belum lagi kita punya jembang Kapan l…

Puisi: Dadang, Pemetik Kecapi Tua (Karya Taufiq Ismail)

Dadang, Pemetik Kecapi Tua ( Kepada Bahrum Rangkuti ) Dilingkarkannya angin pegunungan pada denting-denting …

Puisi: Yang Dilanda Kekalahan (Karya Motinggo Boesje)

Yang Dilanda Kekalahan Buat Kekasih: Pinta Yang dilanda kekalahan, itulah aku. Yang kini tiada bisa bikin bicara apa-apa. Yang dulu telah kuberi sede…

Puisi: Dukaku yang Risau (Karya Ajip Rosidi)

Dukaku yang Risau Berjalan, berjalan selagi di diri duka bernapas lega menemu perempuan kami berpandangan: lantas tahu segalanya tinggal ma…

Puisi: Membisiki Telinga Sendiri (Karya W.S. Rendra)

Membisiki Telinga Sendiri Biru Hari kusam dan bergeser lamban. Radio mengingatkan lagu kenangan dengan kekasih yang di riba bumi. Kok an…
© Sepenuhnya. All rights reserved.