Puisi: Pada Suatu Bulan yang Cerah (Karya M. Poppy Hutagalung) Pada Suatu Bulan yang Cerah pada suatu bulan yang cerah kutemui sepasang mata kujumpai sebuah hati baja mendenyut kejantanan di buluh-buluh nadinya m…
Puisi: Makam (Karya Arifin C. Noer) Makam Haruskah aku mengucap: Selamat datang padahal kita tak pernah berpisah Haruskah aku mengucap: Selamat tinggal padahal kita tak pernah …
Puisi: Jari-jemari (Karya Dodong Djiwapradja) Jari-jemari (1) Dalam perjalanan mimpi-mimpinya seakan kebenaran tersingkap seakan matahari pagi seakan …
Puisi: Pengakuan (Karya Iwan Simatupang) Pengakuan Aku ingin memberi pengakuan: Bulan yang gerhana esok malam telah kutukar pagi ini dengan wajah terlalu bersegi pad…
Puisi: Di Muka Jendela (Karya Goenawan Mohamad) Di Muka Jendela Di sini cemara pun gugur daun. Dan kembali ombak-ombak hancur terbantun. Di sini kemarau pun menghembus bumi me…
Puisi: Siang Hari (Karya W.S. Rendra) Sajak Siang Hari Waktu terapung dalam kolam seperti katak di bawah mentari. Dan di antara kiambang nasib buruk mengintip padaku. Serta tangannya yang…
Puisi: Surat-Surat tentang Lapar (Karya Goenawan Mohamad) Surat-Surat tentang Lapar untuk Atiek, di Gunung Kidul. Tandus kapur mengepung Cinta pedih rembulan gunung Kesetiaan penghuni malam-m…
Puisi: Ibunda (Karya Ajip Rosidi) Ibunda Ia terbujur Bumi subur Lembah-lembah dan gunung Telentang tenang Tangannya mengusap sayang Perut mengandung. Matanya nyalang L…
Puisi: Majulah Pahlawan (Karya Budiman S. Hartoyo) Majulah Pahlawan Majulah pahlawan dengan dada terbuka. Majulah! Berderapan musuh bersama maut menyerang. Sementara bintang-bintang pun bersa…
Puisi: Gadis Desa (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi) Gadis Desa Siul pagi betapa manis mengusap pipi gadis dadanya telanjang setengah jantung di tengah sawah wajahnya sumringah. duilah…
Puisi: Bajak untuk Petani (Karya Sobron Aidit) Bajak untuk Petani Apakah yang lebih indah di dunia ini Selain mempertahankan tanah kepunyaan sendiri? Kalia…
Puisi: Paman-Paman Tani Utun (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi) Paman-Paman Tani Utun (1) (Buat Mingun, Bapakku Sendiri, Petani di Walikukun, D aerah Ngawi) Paman-paman tani utun Ingatlah Mu…
Puisi: Bangkit dan Bernyanyilah (Karya HR. Bandaharo) Bangkit dan Bernyanyilah (ode untuk massa pekerja Indonesia) (I) Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku. Bumi Indonesia yang kita pijak ini pulau…