1961

Puisi: Pada Suatu Bulan yang Cerah (Karya M. Poppy Hutagalung)

Pada Suatu Bulan yang Cerah pada suatu bulan yang cerah kutemui sepasang mata kujumpai sebuah hati baja mendenyut kejantanan di buluh-buluh nadinya m…

Puisi: Makam (Karya Arifin C. Noer)

Makam Haruskah aku mengucap: Selamat datang padahal kita tak pernah berpisah Haruskah aku mengucap: Selamat tinggal padahal kita tak pernah …

Puisi: Jari-jemari (Karya Dodong Djiwapradja)

Jari-jemari  (1) Dalam perjalanan mimpi-mimpinya seakan kebenaran tersingkap seakan matahari pagi seakan …

Puisi: Pengakuan (Karya Iwan Simatupang)

Pengakuan Aku ingin memberi pengakuan: Bulan yang gerhana esok malam telah kutukar pagi ini dengan wajah terlalu bersegi pad…

Puisi: Di Muka Jendela (Karya Goenawan Mohamad)

Di Muka Jendela Di sini cemara pun gugur daun. Dan kembali ombak-ombak hancur terbantun. Di sini kemarau pun menghembus bumi me…

Puisi: Siang Hari (Karya W.S. Rendra)

Sajak Siang Hari Waktu terapung dalam kolam seperti katak di bawah mentari. Dan di antara kiambang nasib buruk mengintip padaku. Serta tangannya yang…

Puisi: Surat-Surat tentang Lapar (Karya Goenawan Mohamad)

Surat-Surat tentang Lapar untuk Atiek, di Gunung Kidul. Tandus kapur mengepung Cinta pedih rembulan gunung Kesetiaan penghuni malam-m…

Puisi: Ibunda (Karya Ajip Rosidi)

Ibunda Ia terbujur Bumi subur Lembah-lembah dan gunung Telentang tenang Tangannya mengusap sayang Perut mengandung. Matanya nyalang L…

Puisi: Majulah Pahlawan (Karya Budiman S. Hartoyo)

Majulah Pahlawan Majulah pahlawan dengan dada terbuka. Majulah! Berderapan musuh bersama maut menyerang. Sementara bintang-bintang pun bersa…

Puisi: Gadis Desa (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Gadis Desa Siul pagi betapa manis mengusap pipi gadis dadanya telanjang setengah jantung di tengah sawah wajahnya sumringah. duilah…

Puisi: Bajak untuk Petani (Karya Sobron Aidit)

Bajak untuk Petani Apakah yang lebih indah di dunia ini Selain mempertahankan tanah kepunyaan sendiri? Kalia…

Puisi: Paman-Paman Tani Utun (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Paman-Paman Tani Utun (1) (Buat Mingun,  Bapakku Sendiri, Petani di Walikukun, D aerah Ngawi) Paman-paman tani utun Ingatlah Mu…

Puisi: Bangkit dan Bernyanyilah (Karya HR. Bandaharo)

Bangkit dan Bernyanyilah (ode untuk massa pekerja Indonesia) (I) Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku. Bumi Indonesia yang kita pijak ini pulau…
© Sepenuhnya. All rights reserved.