Puisi: Setajam Layung Senja (Karya Goenawan Mohamad) Setajam Layung Senja Setajam layung senja: Lorong-lorong ini pun juga Bergetar antara pucuk, antara gerak samar cemara Dan segala pasti menung…
Puisi: Pekalongan Lima Sore (Karya Taufiq Ismail) Pekalongan Lima Sore Kleneng bel beca Debu aspal panggang Sangar jalan pelabuhan Terik kota pesisir Tik…
Puisi: Dia yang Mati Dibunuh (Karya HR. Bandaharo) Dia yang Mati Dibunuh dia yang mati dibunuh oleh tangan penjagal dunia darahnya tumpah diatas pasir dan darah ini menjadi api menjalar membakar selur…
Puisi: La Canebiere (Karya Sugiarta Sriwibawa) La Canebiere La Canebiere senantiasa mengundang senja Bersalaman, berangkulan sepanjang bulevarda Kami orang asing mengikuti ber…
Puisi: Alun (Karya Sugiarta Sriwibawa) Alun Aku jumpa wajahmu tidur di pagi cerah Aku gugah dengan takzim orang yang salah Kuyup resah suara yang mengetuk lirih Semalam kini geme…
Puisi: Pada Suatu Bulan yang Cerah (Karya M. Poppy Hutagalung) Pada Suatu Bulan yang Cerah pada suatu bulan yang cerah kutemui sepasang mata kujumpai sebuah hati baja mendenyut kejantanan di buluh-buluh nadinya m…
Puisi: Makam (Karya Arifin C. Noer) Makam Haruskah aku mengucap: Selamat datang padahal kita tak pernah berpisah Haruskah aku mengucap: Selamat tinggal padahal kita tak pernah …
Puisi: Jari-jemari (Karya Dodong Djiwapradja) Jari-jemari (1) Dalam perjalanan mimpi-mimpinya seakan kebenaran tersingkap seakan matahari pagi seakan …
Puisi: Pengakuan (Karya Iwan Simatupang) Pengakuan Aku ingin memberi pengakuan: Bulan yang gerhana esok malam telah kutukar pagi ini dengan wajah terlalu bersegi pad…
Puisi: Di Muka Jendela (Karya Goenawan Mohamad) Di Muka Jendela Di sini cemara pun gugur daun. Dan kembali ombak-ombak hancur terbantun. Di sini kemarau pun menghembus bumi me…
Puisi: Siang Hari (Karya W.S. Rendra) Sajak Siang Hari Waktu terapung dalam kolam seperti katak di bawah mentari. Dan di antara kiambang nasib buruk mengintip padaku. Serta tangannya yang…
Puisi: Surat-Surat tentang Lapar (Karya Goenawan Mohamad) Surat-Surat tentang Lapar untuk Atiek, di Gunung Kidul. Tandus kapur mengepung Cinta pedih rembulan gunung Kesetiaan penghuni malam-m…
Puisi: Ibunda (Karya Ajip Rosidi) Ibunda Ia terbujur Bumi subur Lembah-lembah dan gunung Telentang tenang Tangannya mengusap sayang Perut mengandung. Matanya nyalang L…
Puisi: Majulah Pahlawan (Karya Budiman S. Hartoyo) Majulah Pahlawan Majulah pahlawan dengan dada terbuka. Majulah! Berderapan musuh bersama maut menyerang. Sementara bintang-bintang pun bersa…