1967

Puisi: Tiba-Tiba Malam Pun Risik (Karya Sapardi Djoko Damono)

Tiba-Tiba Malam Pun Risik Tiba-tiba malam pun risik beribu Bisik Tiba-tiba engkau pun lengkap menerima satu…

Puisi: Di Sini Pengasingan Terjadi (Karya Abdul Hadi WM)

Di Sini Pengasingan Terjadi Di sinilah pengasingan terjadi Ketika senyap merendah, rumput-rumput di bumi lahir kembali Sebagai gumpalan kabut. Dan ke…

Puisi: Saat-Saat Terakhir (Karya Abdul Hadi WM)

Saat-Saat Terakhir Seorang Filosof dalam Penjara Qur'an malam yang lintas perlahan pintu besi yang berlumut bulan pun menutup mulut teng teng ten…

Puisi: Berita Pertama (Karya Abdul Hadi WM)

Berita Pertama Berita pertama yang sampai Adalah Adam. Dengan kecewa menyusuri pantai Menyongsong katamu. Mengembara terus orang asing! Adam bertanya…

Puisi: Dingin Pelabuhan (Karya Abdul Hadi WM)

Dingin Pelabuhan Dingin di pelabuhan kinipun letih Di atas geladak. Hanya ada suara ombak, sedikit meraih Kelasi tahu, kemana dingin akan bertolak Ta…

Puisi: Kepada Adik-adikku yang Tercinta (Karya Edijushanan)

Kepada Adik-adikku yang Tercinta dengan kerinduan kita bicara tentang hari-hari yang silam dengan kerinduan kita bangunkan mimpi-mimpi yang tenggelam…

Puisi: Garis Ungu pada Tapak-Tapak Kuda Itu (Karya Darmanto Jatman)

Garis Ungu pada Tapak-Tapak Kuda Itu seekor kuda berkejar-kejaran dengan matahari di padang-padang dan dunia pun menjadi hijau ketika matahari meleng…

Puisi: Pantai (Karya Mahatmanto)

Pantai Tidak seorang pun yang mengikuti jejakku jejakku satu-satunya di sepanjang pantai terasing ini jejak yang segera akan hilang …

Puisi: Malaka, 1967 (Karya Taufiq Ismail)

Malaka, 1967 Fortaleza de Malaca Ada batu karang, salib hitam di atasnya Segaris pantai dan ombak yang memburu …

Puisi: Catatan 1956 (Karya Toeti Heraty)

Catatan 1956 (untuk Frans) Pasar malam terang, keriuhannya! Balon aneka warna, lepas satu meluncur          …

Puisi: Menunggu Itu (Karya Taufiq Ismail)

Menunggu Itu Menunggu itu sepi Menunggu itu puisi Menunggu itu ngeri Menunggu itu begini: Sebuah setasiun kereta-api Di negeri sunyi Malam yang berdi…

Puisi: Kepada Pattimura (Karya D. Zawawi Imron)

Kepada Pattimura kala tali gantungan erat menjerat gagang lehermu, senyum cantik kemerdekaan menyingsing dari bibirmu o, hembusan napasmu, tak ada ar…

Puisi: Semak-Semak Antena (Karya Taufiq Ismail)

Semak-Semak Antena Siapa itu mengacungkan tangan ke luar jendela Tingkat teratas Atmosfer penuh gelombang …
© Sepenuhnya. All rights reserved.