Puisi: Tiba-Tiba Malam Pun Risik (Karya Sapardi Djoko Damono) Tiba-Tiba Malam Pun Risik Tiba-tiba malam pun risik beribu Bisik Tiba-tiba engkau pun lengkap menerima satu…
Puisi: Di Sini Pengasingan Terjadi (Karya Abdul Hadi WM) Di Sini Pengasingan Terjadi Di sinilah pengasingan terjadi Ketika senyap merendah, rumput-rumput di bumi lahir kembali Sebagai gumpalan kabut. Dan ke…
Puisi: Saat-Saat Terakhir (Karya Abdul Hadi WM) Saat-Saat Terakhir Seorang Filosof dalam Penjara Qur'an malam yang lintas perlahan pintu besi yang berlumut bulan pun menutup mulut teng teng ten…
Puisi: Berita Pertama (Karya Abdul Hadi WM) Berita Pertama Berita pertama yang sampai Adalah Adam. Dengan kecewa menyusuri pantai Menyongsong katamu. Mengembara terus orang asing! Adam bertanya…
Puisi: Dingin Pelabuhan (Karya Abdul Hadi WM) Dingin Pelabuhan Dingin di pelabuhan kinipun letih Di atas geladak. Hanya ada suara ombak, sedikit meraih Kelasi tahu, kemana dingin akan bertolak Ta…
Puisi: Kepada Adik-adikku yang Tercinta (Karya Edijushanan) Kepada Adik-adikku yang Tercinta dengan kerinduan kita bicara tentang hari-hari yang silam dengan kerinduan kita bangunkan mimpi-mimpi yang tenggelam…
Puisi: Garis Ungu pada Tapak-Tapak Kuda Itu (Karya Darmanto Jatman) Garis Ungu pada Tapak-Tapak Kuda Itu seekor kuda berkejar-kejaran dengan matahari di padang-padang dan dunia pun menjadi hijau ketika matahari meleng…
Puisi: Pantai (Karya Mahatmanto) Pantai Tidak seorang pun yang mengikuti jejakku jejakku satu-satunya di sepanjang pantai terasing ini jejak yang segera akan hilang …
Puisi: Malaka, 1967 (Karya Taufiq Ismail) Malaka, 1967 Fortaleza de Malaca Ada batu karang, salib hitam di atasnya Segaris pantai dan ombak yang memburu …
Puisi: Catatan 1956 (Karya Toeti Heraty) Catatan 1956 (untuk Frans) Pasar malam terang, keriuhannya! Balon aneka warna, lepas satu meluncur …
Puisi: Menunggu Itu (Karya Taufiq Ismail) Menunggu Itu Menunggu itu sepi Menunggu itu puisi Menunggu itu ngeri Menunggu itu begini: Sebuah setasiun kereta-api Di negeri sunyi Malam yang berdi…
Puisi: Kepada Pattimura (Karya D. Zawawi Imron) Kepada Pattimura kala tali gantungan erat menjerat gagang lehermu, senyum cantik kemerdekaan menyingsing dari bibirmu o, hembusan napasmu, tak ada ar…
Puisi: Semak-Semak Antena (Karya Taufiq Ismail) Semak-Semak Antena Siapa itu mengacungkan tangan ke luar jendela Tingkat teratas Atmosfer penuh gelombang …