1974

Puisi: Sebuah Percakapan (Karya Agus Dermawan T.)

Sebuah Percakapan, Dengan Sebutir Kelereng — selalu kita ketemu dalam kantung dadu, selalu kita       beradu di dalam rindu yang jaga dari dulu, soba…

Puisi: Saksikanlah (Karya Emha Ainun Nadjib)

Saksikanlah Saksikanlah matahari Porak-poranda. Terengah dan Lupa Ujung hari Saksikanlah sebelum sama kepergok Sepi. Betapa kuyup ia dalam rohmu Saks…

Puisi: Pada Mulanya Sepi (Karya Husni Djamaluddin)

Pada Mulanya Sepi                              Tuhan                              sepi                              Tuhan tak mau sepi               …

Puisi: Kabut (Karya Bambang Darto)

Kabut Rumput-rumput dan bunga-bungaan di kebun mungil menggumam dalam perubahan warna: beku dan kelabu Aneh, senantiasa menghadap padaku Perempuan, s…

Puisi: Si Jelita (Karya Bakdi Soemanto)

Si Jelita Si jelita yang bernama setia anggun meruangkan rangkum bagi duka, wajah bunda terselip di antara daunan sepanjang …

Puisi: Pemacu Ombak (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Pemacu Ombak Pemacu ombak di segara raya, Gelisah terapung berbuai-buai Diatas alun kecil-kecil, Menantika…

Puisi: Lagu Senja (Karya Emha Ainun Nadjib)

Lagu Senja Di garis itu, selalu Turun langit Mencium kening bumi Senantiasa. Tapi tak saling tahu Seperti rindumu Dua kutub Yang tak ketemu Malang, 1…

Puisi: Taman, Suatu Senja (Karya Surachman R.M.)

Taman, Suatu Senja Sudikah singgah walau sebentar saja? Di bangku ini di taman ini bersama-sama Menantikan akhir senja Rasakanlah hari-ha…

Puisi: Maut dan Waktu (Karya Abdul Hadi WM)

Maut dan Waktu Kata maut: Sesungguhnya akulah yang memperdayamu pergi mengembara sampai tak ingat rumah menyusuri gurun-gurun dan lembah keluar m…

Puisi: Sang Sing Song (Karya Ibrahim Sattah)

Sang Sing Song Sekarang sedang musim Sang Sing Song         yang satu Sang         yang satu Sing         yang satu Song     Sang menjadi raja     Pu…

Puisi: Ibukota (Karya Rahman Arge)

Ibukota Jakarta, ibukota, ibu yang kembali terluka Jalan-jalan berasap, toko-toko terbakar baru saja sebuah orde berlalu tapi adakah yang berlalu? na…

Puisi: Non Tematis (Karya Rusli Marzuki Saria)

Non Tematis Asal kata bermula dari desis kemudian membuat tema kecil saja. Kata ramai-ramai diberi muatan. Desis terbungkuk-bungkuk dan batuk. Desis.…

Puisi: Senja yang Merah (Karya D. Zawawi Imron)

Senja yang Merah Batu-batu, rumputan gersang dan pohon siwalan di punggung bukit pada tengadah ke atas langit. Lalu sunyi dipecah talu sal…
© Sepenuhnya. All rights reserved.