Non Tematis
Asal kata bermula dari desis
kemudian membuat tema
kecil saja.
Kata ramai-ramai diberi muatan. Desis terbungkuk-bungkuk
dan batuk.
Desis...
desis itu keluar dari mulut
ular berbisa. Aku takut desis ular
yang punya tema.
Aku menggigil dalam perangkap
tema.
aku tak suka pada tema
seperti hidup sehari-hari
orang-orang sederhana
tidak punya tema.
: Halo, non tematis
di sini!
1974
Sumber: Parewa (1998)
Analisis Puisi:
Puisi “Non Tematis” merupakan karya yang unik karena secara langsung mempertanyakan keberadaan “tema” dalam puisi itu sendiri. Dengan gaya yang eksperimental dan cenderung bebas, penyair seolah menggugat batasan-batasan yang sering melekat pada karya sastra.
Tema
Tema utama puisi ini adalah penolakan terhadap keterikatan tema dalam puisi. Penyair mengangkat gagasan kebebasan berekspresi tanpa harus terikat oleh struktur atau makna yang dipaksakan.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa tema dapat menjadi batasan yang membelenggu kreativitas. Melalui simbol “ular berbisa”, penyair menyiratkan bahwa tema bisa berubah menjadi sesuatu yang berbahaya, karena membatasi kebebasan berpikir dan berekspresi.
Suasana dalam Puisi
Suasana yang terasa dalam puisi ini adalah gelisah, tegang, dan sedikit memberontak. Ada rasa takut, sekaligus keinginan untuk lepas dari tekanan tersebut.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Pesan yang dapat diambil adalah bahwa karya sastra seharusnya bebas dari batasan yang kaku. Penyair mengajak pembaca untuk tidak selalu terpaku pada tema, melainkan lebih menghargai spontanitas dan kebebasan dalam berkarya.
Imaji
Puisi ini menghadirkan beberapa imaji yang cukup kuat, seperti:
- Imaji auditif: “desis”.
- Imaji visual: “ular berbisa”, “terbungkuk-bungkuk dan batuk”.
- Imaji perasaan: “aku menggigil dalam perangkap tema”.
Imaji tersebut memperkuat kesan ketegangan dan ketidaknyamanan terhadap “tema”.
Majas
Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
- Metafora: “tema” sebagai sesuatu yang membelenggu atau menjebak.
- Personifikasi: “desis terbungkuk-bungkuk dan batuk”.
- Simbolisme: “ular berbisa” sebagai lambang bahaya atau ancaman.
- Repetisi: pengulangan kata “desis” dan “tema” untuk menegaskan ide utama.
Puisi “Non Tematis” karya Rusli Marzuki Saria adalah bentuk kritik terhadap kecenderungan memberi batasan dalam karya sastra. Dengan simbol-simbol yang kuat dan suasana yang gelisah, penyair menegaskan pentingnya kebebasan dalam mengekspresikan kata dan makna. Puisi ini mengajak pembaca untuk melihat bahwa tidak semua hal harus memiliki tema yang jelas, karena justru dalam kebebasan itulah makna dapat lahir secara lebih alami.
Puisi: Non Tematis
Karya: Rusli Marzuki Saria
Biodata Rusli Marzuki Saria:
- Rusli Marzuki Saria lahir pada tanggal 26 Februari 1936 di Kamang, Bukittinggi.