1976

Puisi: Bola yang Dilambungkan (Karya Lazuardi Adi Sage)

Bola yang Dilambungkan Bola yang dilambungkan jadi pertaruhan kemenangan Bagai sumber perjudian di kepal tangan-Mu Bagai pengejaran di sela angan yan…

Puisi: Daun Jatuh (Karya Slamet Sukirnanto)

Daun Jatuh Daun jatuh di dataran luas Kemarau masih saja mengibas sebelum cintamu lepas . 1976 Sumber: Luka Bunga (1991) Analisis…

Puisi: Detak (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Detak pagi berdetak mengejar malamnya arloji berdetak mengejar waktunya pohon berdetak mengejar buahnya sungai berdetak mengejar lautnya siapa berdet…

Puisi: Langit Sepi (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Langit Sepi Langit sepi tiga burung hitam merendah menggoda ombak orang-orang yang berbondong ke pantai mu…

Puisi: Pasar Bogor (Karya F. Rahardi)

Pasar Bogor ada beberapa onggok rambutan yang kuning   di pinggir jalan ada beberapa buah kol di keranjang seorang ibu ada bebera…

Puisi: Para Peminum (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Para Peminum di lereng lereng para peminum mendaki gunung mabuk kadang mereka terpeleset jatuh dan mendaki lagi me…

Puisi: Wibisono (Karya Bambang Sarwono)

Wibisono adalah yang bijaksana huruf disusun menjadi kata balik sana balik sini yang kosong mengandung arti karena aku tak berbunyi siapa bersembunyi…

Puisi: Sudahlah Kita Lupakan Saja Semua (Karya Bambang Sarwono)

Sudahlah Kita Lupakan Saja Semua Sudahlah, kita lupakan saja semua bajing-bajing yang meloncat-meloncat di pagi hari bajing-bajing yang berkejaran ba…

Puisi: Sebelum Engkau Terlambat (Karya Budiman S. Hartoyo)

Sebelum Engkau Terlambat Barangkali engkau akan menyesal, atau tidak, ketika aku menunggu sampai camar terbang memburu petang. Barangkali engkau …

Puisi: Rahmat (Karya Yunus Mukri Adi)

Rahmat (1) Kaubakar kabut di atas lereng serenta dingin menghutan Bagi burung-burung, berdoalah kalian yang tak sabar menunggu pagi Rahmat (2) Di bag…

Puisi: Sajak Menjelang Kiamat, Kiamat dan Sesudahnya (Karya Joss Sarhadi)

Sajak Menjelang Kiamat, Kiamat dan Sesudahnya megaku mega sepi pulang ia ke tenggara kaliku kali kering larut ia bah ke laut gunungku gunung hantu ng…

Puisi: Momento Mori (Karya Korrie Layun Rampan)

Momento Mori Irama nyanyian mengangkat sayap-sayap burung ke angkasa Ai, wanginya angin kemerdekaan, wanginya taman Kekasih Cinta mekar di padang-pad…

Puisi: Petani (Karya Slamet Sukirnanto)

Petani Seorang bapa meneteskan air mata di pojok rumah. Kandang kerbau kosong Setahun sudah. Ia tabah (lelaki jangan menangis) Namun…

Puisi: Kecambah (Karya D. Zawawi Imron)

Kecambah telah kuikuti jejak gelap ke mana semalam berpesiar di pelukannyalah, ada bias isyarat menyilaukan tapi selalu setiap pagi kecambah yang ter…

Puisi: Ada Senyap Kala Kulupa (Karya Sutan Iwan Soekri Munaf)

Ada Senyap Kala Kulupa pada Ina Hermina Herman di Cirebon malam pun terpanggang sangsi sebelum menghitung hari sedang mengapa sejuta manusia berlari,…

Puisi: Sajak (Karya Slamet Sukirnanto)

Sajak Kerikil terseret arus kali. Bulan mengambang dalam keruh. Mempermainkan jemari ini Gusar bimbang menyentuh Cintamu yang dulu …
© Sepenuhnya. All rights reserved.