Puisi: Semangat (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi) Semangat Sedang anak-anak bermain Semangat untuk berjuang dikirim ke garis depan Oleh para orangtua Anak-anak itu masih terus bermain …
Puisi: Sajak Bulan Purnama (Karya W.S. Rendra) Sajak Bulan Purnama Bulan terbit dari lautan. Rambutnya yang tergerai ia kibaskan. Dan menjelang tengah malam, wajahnya yang b…
Puisi: Tangan (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Tangan seharusnya tangan bukan hanya tangan tapi tangan yang memang tangan tak cuma tangan tapi tangan yang tangan pasti tangan tepat tangan yang dap…
Puisi: Sandiwara (Karya Sapardi Djoko Damono) Sandiwara (1) ( untuk Yudhis ) Masih ada sebuah lampu panggung menyala; jaga malam itu tertidur, lupa mematikannya enam ratus kursi kosong…
Puisi: Malam Musim Gugur (Karya Leon Agusta) Malam Musim Gugur Tidur, sayang, istirahatkan matamu yang lelah Sehabis memandangi padang-padang teruka Mimpi sudah menunggu Mengantarkan m…
Puisi: Kepada Teman (Karya Bambang Sarwono) Kepada Teman itu tanahmu di mana Sabai telah berhasil menjadi perempuan besar di mana Malin Kundang terkutuk menjadi anak laknat tubuh membeku menjad…
Puisi: Lanskap (Karya Goenawan Mohamad) Lanskap Saya di sini bukan untuk jejak hujan yang panjang. Tapi ada sebuah bangkai yang terlipat dalam lumpur. Dan seekor burung bertengge…
Puisi: Telaga Warna (Karya D. Zawawi Imron) Telaga Warna di balik paduan warna yang dimainkan sanubari terpanggil sukmaku untuk berenang di air telaga tempat orang-orang zaman wayang mencuci mu…
Puisi: Senandung Nelayan (Karya: D. Zawawi Imron) Senandung Nelayan Angin yang kini letih bersujud di pelupuk ibu laut! apakah pada debur ombakmu terangkum sunyi ajalku? Oi,…
Puisi: Tamu (Karya D. Zawawi Imron) Tamu Pohon siwalan melambai kabut karena angin tak mungkin memanggil senja dan siang tak seteduh lagu seruling itu, yang masih hanya a…
Puisi: Raksasa Bertangan Lembut (Karya Lazuardi Anwar) Raksasa Bertangan Lembut Darah beku menggumpal tetes demi tetesan cucur peluh di keringat waktu kandungan saat-saat. Di lubuk cintaku paling dalam an…
Puisi: Di Gumuk Candi (Karya D. Zawawi Imron) Di Gumuk Candi Di sini selembut salam sesendok garam meresap ke lalap semanggi ke dalam rempeyek teri oleh tangan Si Minah perawan sunti …
Puisi: Biksu Tak Berjubah (Karya Sitor Situmorang) Biksu Tak Berjubah Taklukkan kota Paris mimpiku dulu angan-angan muda: menggegerkan langit! Tapi langit bisu saja. Paris pun jadi tua Di kesunyianny…
Puisi: Hari Ini Seperti Juga Kemarin (Karya Seno Gumira Ajidarma) Hari Ini Seperti Juga Kemarin Hari ini seperti juga kemarin tak lagi terbandingkan, antara nasib antara sepi kemudian rawan, jatuh di bumi …
Puisi: Catatan (Karya Seno Gumira Ajidarma) Catatan Si bocah berjongkok dan menangis memandang buih lautan: akukah kau cari? Suara-suara samodra menggod…