Puisi: Kita Lebih Memahami (Karya Bambang Sarwono) Kita Lebih Memahami kita lebih memahami kenapa ular-ular suka berdiam di tempat-tempat yang rungkut dan sangar, becek, serta berhawa lengas. kita leb…
Puisi: Bisa Saja Kita Berkata (Karya Bambang Sarwono) Bisa Saja Kita Berkata bisa saja kita berkata diri kita bodoh lantaran tidak pintar; tapi kita tak akan pernah bilang kenapa nasib kita ternyata jele…
Puisi: Andaikan Kau Adam Datang Menyalami (Karya Bambang Sarwono) Andaikan Kau Adam Datang Menyalami andaikan kau adam datang menyalami, dengarlah hanya anggukan terbata dari kamar yang jauh tajam menguliti hati buk…
Puisi: Begitu Merdu (Karya Bambang Sarwono) Begitu Merdu begitu merdu perut yang hamil mengandung benihku; begitu merdu bingung matamu menanggung rindu; begitu merdu kita menanti bakal anak itu…
Puisi: Kutangkap Lukisan Kabutmu (Karya Bambang Sarwono) Kutangkap Lukisan Kabutmu Mungkin Kelak Akan Membatu sungguh tak ada yang lebih goyah dan menyangsikan dari pada melihat engkau menarikan jari dan ku…
Puisi: Bukan Bianglala (Karya Bambang Sarwono) Bukan Bianglala bisa saja kusaksikan sebentuk pelangi manis melengkung tapi bukan warna-warni berderet rapi biasa saja aku mengatakan, ada bianglala …
Puisi: Di Panggung Permainan Waktu (Karya Bambang Sarwono) Di Panggung Permainan Waktu Di panggung permainan waktu sesuatu diseret-seret di gelanggang judi dengan mempertaruhkan omongkosong sejuta arti. Kita …
Puisi: Empat Puluh Lima? (Karya Bambang Sarwono) Empat Puluh Lima? kita bikin kemerdekaan! kemerdekaan adalah kita-kita yang selalu unggul dalam perang! atau kita lumat sama sekali menjadi mati? ah,…
Puisi: Paradise Lost (Karya Korrie Layun Rampan) Paradise Lost Aku berjalan di sepanjang goa-goa tanah mati Memandang Kemegahan: o, bukit-bukit purba Derita-Mu Kota, Kesunyian yang tegak di seantero…
Puisi: Suprobo (Karya Bambang Sarwono) Suprobo berdiri di bawah bayang kau menanti di pinggir jalan, bulan cukup putih tanpa selaput awan mengangguk telanjang. "Aku masih perawan!&quo…
Puisi: Kudengar Jakarta Menyanyi (Karya Yunus Mukri Adi) Kudengar Jakarta Menyanyi Kudengar Jakarta menyanyi. Dalam kereta pagi Di bawah matahari biru panci. Jakarta menyanyi dalam teater pembangunan. Gedun…
Puisi: Pabrik (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi) Pabrik Ada sebuah pabrik yang berhasil Para pekerjanya rajin dan giat Mandor-mandor makmur, serikat buruh kompak Produksi lanc…
Puisi: Pantai Kota di Malam Hari (Karya Eka Budianta) Pantai Kota di Malam Hari Pelabuhan itu kelihatan sayup-sayup dan sunyi ketika sinar matanya yang rindu dan penuh pengharapan memandangn…