Puisi: Mengapa Tiba-Tiba Kau Menjadi Asing (Karya B. Y. Tand) Mengapa Tiba-Tiba Kau Menjadi Asing Mengapa tiba-tiba kau menjadi asing ketika angin beku dan teka-teki itu tak juga terjawab. Sebelum sisa senja itu…
Puisi: Doa Seorang Manusia (Karya B. Y. Tand) Doa Seorang Manusia Tuhanku Jadikan aku batu-batu tembok kota Jakarta biar kusimpan semua rahasia penghuninya dalam diamku yang setia Karena diamku s…
Puisi: Tiba-Tiba Angin pun Merunduk (Karya B. Y. Tand) Tiba-Tiba Angin pun Merunduk Tiba-tiba angin pun merunduk ketika sesuatu berkelebat menyapa entah siapa di antara kita Barangkali daun-daun di halama…
Puisi: Pertemuan (Karya D. Zawawi Imron) Pertemuan Di jalan ke pelabuhan menyambutku kabut yang remang nelayan pulang dari laut menjalaku dengan pandangannya. "Paman, alangkah kecut bua…
Puisi: Debu di Blouse Merah (Karya Bakdi Soemanto) Debu di Blouse Merah Debu jalan ikut mewarnai blouse -mu yang merah darah. Darah dan debu warna kehidupan. Janganlah deb…
Puisi: Di Trotoar Bersama Orang Pulang Kerja (Karya Beni Setia) Di Trotoar Bersama Orang Pulang Kerja Di trotoar bersama orang pulang kerja aku jadi orang ketiga. Juga bagi di…
Puisi: Ah, Alam Semakin Cemar (Karya Lita Hardono) Ah, Alam Semakin Cemar kurasa alam semakin cemar kali bening entah ke mana mungkin malu dan bersembunyi di langit jingga burung pipit mungil termangu…
Puisi: Pintu (Karya Muhammad Haji Salleh) Pintu pada peluang pertama dia menyingkirkan linkung riuh dan menanggalkan tuntutan, manakala akal tidak menentang dan berbalahan menguatkan arah. Ya…
Puisi: Tiba-Tiba Kita Temukan Diri Kita (Karya B. Y. Tand) Tiba-Tiba Kita Temukan Diri Kita Tiba-tiba kita temukan diri kita lengkap. Terperangkap dalam nisbi. Sia-sia! 1980 Sumber: Sajak-Sajak Diam (1983) A…
Puisi: Zarathustra (Karya Mochtar Pabottingi) Zarathustra Dari gelegak itu juga engkau berangkat, Zarathustra Ketika sungai lahar menyerbu muara. Berdesis-desis Bacalah! Lalu kelepak cahaya langi…
Puisi: Sajak Sehabis Mimpi (Karya B. Y. Tand) Sajak Sehabis Mimpi Sehabis mimpi anakku bertanya dendam siapa terkubur di laut sehingga laut itu bergumam menyimpan badai, papa? Sehabis…
Puisi: Ya'ahowu (Karya Lazuardi Anwar) Ya'ahowu Ya'ahowu untuk yang datang gerah senyum berserah pada bulan darah bulan kering di tangan. Bukit bertangga tari perang dinyanyikan k…
Puisi: Nyanyian (Karya Acep Zamzam Noor) Nyanyian Aku siap Melayani hidup ini Asalkan Engkau bantu Terima-kasih, Tuhan Bahwa aku masih bisa meng…