Puisi: Rak (Karya T. Alias Taib) Rak buku yang kutanam di kamar tulisku sehari demi sehari akarnya menjalar buku yang kusiram di perpustakaanku sehari demi sehari membesar sehari dem…
Puisi: Penyair (Karya Wiji Thukul) Penyair Jika tak ada mesin ketik aku akan menulis dengan tangan Jika tak ada tinta hitam aku akan menulis dengan arang. Jika tak ad…
Puisi: Sajak (Karya Wiji Thukul) Sajak Sumber: Aku Ingin Jadi Peluru (2000) sajakku adalah kata-kata yang mula-mula menyumpal di tenggorokan lalu dilahirkan ketika kuucapkan sajakku…
Puisi: Kenangan Anak-Anak Seragam (Karya Wiji Thukul) Kenangan Anak-Anak Seragam pada masa kanak-kanakku setiap jam tujuh pagi aku harus seragam bawa buku harus mbayar ke sekolah katanya aku bodoh kalau …
Puisi: Nyanyian Tanah Ibu (Karya Wiji Thukul) Nyanyian Tanah Ibu Siapa yang menggetarkan suaraku yang menggetarkan udara Getaran menyalakan pita mulutku mulutku bicara …
Puisi: Senandung Perempuan Negeriku (Karya Upita Agustine) Senandung Perempuan Negeriku Air di mana arus Sungai di mana hulu Angin di mana debu Badai di mana lerai Rumah di mana atap Senandung perempuan Melin…
Puisi: Kopi Menyiram Hutan (Karya Taufiq Ismail) Kopi Menyiram Hutan Tiga juta hektar Halaman surat kabar Telah dirayapi api Terbit pagi ini Panjang empat jari Dua kolom tegak-…
Puisi: Aku Harus Pergi (Karya Acep Zamzam Noor) Aku Harus Pergi Tak bisa kupenuhi panggilanmu Meskipun suaramu bagaikan jeritan rem Di telingaku. Pada titik di mana aku harus pergi Dan membebaskan …
Puisi: Bunga dan Tembok (Karya Wiji Thukul) Bunga dan Tembok seumpama bunga kami adalah bunga yang tak kaukehendaki tumbuh engkau lebih suka membangun rumah dan merampas tanah …
Puisi: Membaca Koran Tempel (Karya Ragil Suwarna Pragolapati) Membaca Koran Tempel Hari-hari memberikan kabar monoton. Isi mirip beda judul Advertensi pun menerkam semua kolom besar, over membius "Gadis dip…
Puisi: Voila (Karya M. Nasruddin Anshoriy Ch) Voila Aku adalah orang yang berada jauh di sudut malam. Beringsut-ingsut di celah gelap. Berselingkuh di subuh-subuh riuh. Kugilas duka jadi …
Puisi: Plaza-Plaza Berkabung (Karya Dorothea Rosa Herliany) Plaza-Plaza Berkabung Seroja tak tumbuh dalam kaca etalase. juga rumput-rumput. tapi aku tetap menanamnya. da…
Puisi: Ratapan Laut Sawu (Karya John Dami Mukese) Ratapan Laut Sawu Untuk para korban bencana banjir bandang di Ende, November 1988 Bapa, negeri kami adalah warisan Yang Kau titip dengan meterai cint…