Puisi: Keduniawian (Karya Mohammad Diponegoro) Keduniawian (Puitisasi terjemahan al-Qur’an : At-Takasur) Telah alpa kalian karena lomba keduniawian tiada keputusan hingga menjelang mati tegahlah! …
Puisi: Waktu Sepenggalah Matahari (Karya Mohammad Diponegoro) Waktu Sepenggalah Matahari (Puitisasi terjemahan al-Qur’an : Ad-Dhuha) Demi waktu sepenggalah matahari dan malam ketika senyap sunyi Tuhanmu tiada me…
Puisi: Gajah (Karya Mohammad Diponegoro) Gajah (Puitisasi terjemahan al-Qur’an : Al-Fil) Tidakkah kau lihat betapa Allah telah menumpas pasukan gajah? diakhirinya pertempuran dengan porak-po…
Puisi: Kebajikan Berlimpah (Karya Mohammad Diponegoro) Kebajikan Berlimpah (Puitisasi terjemahan al-Qur’an: Al-Kautsar) Benarlah Kami berikan sudah. Padamu kebajikan berlimpah. Maka sembahlah Tuhanmu dan…
Puisi: Bangsa Quraisy (Karya Mohammad Diponegoro) Bangsa Quraisy (Puitisasi terjemahan al-Qur’an : Al-Quraisy) Demi perlindungan bangsa Quraisy Bila mereka melawat di musim dingin dan kering Suruhlah…
Puisi: Gempa (Karya Mohammad Diponegoro) Gempa (Puitisasi terjemahan al-Qur’an : Az-Zalzalah) 'Pabila bumi tergoncang gempa dan memuntah-ruah segenap muatannya lalu berseru manusia: &quo…
Puisi: Buah Tin (Karya Mohammad Diponegoro) Buah Tin (Puitisasi terjemahan al-Qur’an : At-Tin) Demi buah tin dan zaitun dan demi pegunungan Sinai dan negeri Makkah tata-sejahtera telah Kucipta …
Puisi: Pembukaan (Karya Mohammad Diponegoro) Pembukaan (Puitisasi terjemahan al-Qur’an: Al-Fatihah) Dengan nama Allah, penuh kasih penuh sayang Puja dan puji bagi Allah sendiri Penyempurna sega…
Puisi: Manusia (Karya Mohammad Diponegoro) Manusia (Puitisasi terjemahan al-Qur’an: An-Nas) Katakan berlindung aku pada penyempurna manusia. raja manusia Tuhan manusia dari petaka sik-berisik…
Puisi: Penerbangan Terakhir (Karya Taufiq Ismail) Penerbangan Terakhir (1) Pernahkah terlintas dalam pikiranmu Ketika pesawatmu baru lepas landas Ketika engkau meneguk secangkir air jeruk Dan…
Puisi: Nyanyian Cinta (Karya Diah Hadaning) Nyanyian Cinta Jangan pernah tidurkan semangatmu jeruji besi juga tak pernah tidur, lelakiku Soweto masih seperti dulu ada tangis kanak-ka…
Puisi: Tembang dari Pecinan (Karya Badjuri Doellah Joesro) Tembang dari Pecinan Teruslah puluk nasimu, teruslah Wahai kaum buruh kota Luruhkan segala keringat ke dahi Tatap segala hidup birahi. D…
Puisi: Panorama Satu Asyura Parangkusuma (Karya Ragil Suwarna Pragolapati) Panorama Satu Asyura Parangkusuma Laut menghempaskan gelombang raksasa. Pantai menghamparkan samudera manusia. "Orang begitu banyak! Siapaka…