2003

Puisi: Perempuan yang Tergusur (Karya W.S. Rendra)

Perempuan yang Tergusur Hujan lebat turun di hulu subuh disertai angin gemuruh yang menerbangkan mimpi yang lalu tersangkut di ranting pohon…

Puisi: Lebih Dekat dengan Engkau (Karya Joko Pinurbo)

Lebih Dekat dengan Engkau Tidak mudah mendapatkan waktu yang baik untuk menjumpai engkau. Pagi engkau masih tidur…

Puisi: Mandalawangi (Karya Juniarso Ridwan)

Mandalawangi tangan langit mencengkeram tanah, dari jemarinya yang merekah, angin meronta, dedaunan gemerincing. Hamparan hitam, batu sejak subuh ber…

Puisi: Hujan Membawa Kita (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Hujan Membawa Kita Kasihku, Hujan membawa kita menyeberangi sungai-sungai Membawa langit, gunung, pohon, lumpur dan puing Membaw…

Puisi: Semoga Cinta (Karya Abdul Wachid B. S.)

Semoga Cinta Semoga cinta menjadi air  yang mengisi tubuhmu dengan kemegahan Semoga cinta menjadi udara  yang mengaliri nafasmu sebagai ke…

Puisi: Dua Orang Peronda (Karya Joko Pinurbo)

Dua Orang Peronda Hanya ada dua orang peronda datang ke gardu itu. Mereka duduk berhadapan, mengobrol ke sana kemari, bercerita tentang ke…

Puisi: Pesona Cinta (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Pesona Cinta Tak sepatah kata mampu mengucap keindahannya Puitika juga bertekuk lutut pada gerai rambutnya Pada bening mata itu kulihat kau …

Puisi: Biarkan Layar Berkibar (Karya Tri Astoto Kodarie)

Biarkan Layar Berkibar biarkan layar berkibar bersama angin melambai-lambai di langit lepas karena kemerdekaan seperti perahu-perahu yang melesat di …

Puisi: Ciuman Pertama untuk Tuhan (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Ciuman Pertama untuk Tuhan Merendehkan diri di bawah telapak kaki dalam tahajud paling putih dan sunyi, akhirnya sampai juga aku mencium Tuha…

Puisi: Sebelum Laut Bertemu Langit (Karya Eka Budianta)

Sebelum Laut Bertemu Langit Seekor penyu pulang ke laut Setelah meletakkan telurnya di pantai Malam ini kube…

Puisi: Jangan Takut, Ibu! (Karya W.S. Rendra)

Jangan Takut, Ibu! Matahari musti terbit. Matahari musti terbenam. Melewati hari-hari yang fana Ada kanker payudara, ada encok, dan…

Puisi: Lelaki di Persimpangan Jalan (Karya Diah Hadaning)

Lelaki di Persimpangan Jalan Tak ada yang bisa kau lakukan kata-kata telah khianati aksara bagaimana mungkin menata ulang mengalunginya de…

Puisi: Bahasa di Pantai Masih yang Dulu (Karya Raudal Tanjung Banua)

Bahasa di Pantai Masih yang Dulu (untuk Bapak Max Arifin) Pemandangan di pantai tidak mengubah rangkaian bah…
© Sepenuhnya. All rights reserved.