2003

Puisi: Di Sebuah Tikungan (Karya Acep Zamzam Noor)

Di Sebuah Tikungan Di sebuah tikungan yang basah Pohon-pohon melunturkan warnanya Lampu-lampu sepanjang jalan Menjadi hurup-hurup paling sepi Tapi ma…

Puisi: Memanjakan Kemenangan (Karya Juniarso Ridwan)

Memanjakan Kemenangan seminggu resah dikemas dalam karung, dilepas rindu dalam siang membakar, semua berlayar dalam keringat suara, mendayung dalam b…

Puisi: Beribu Rindu Kekasihku (Karya Abdul Wachid B. S.)

Beribu Rindu Kekasihku dari cakrawala yang tak sepenuh kumengerti aku, hayati: se-jati cahaya wajahmu membayang malam semesta sama sua…

Puisi: Aku dan Tungganganku (Karya Zen Hae)

Aku dan Tungganganku : agam wispi (1930-2003) kau menyebutku orang buangan. aku seorang kelana, sebenarnya. aku tidur dan jaga di ata…

Puisi: Perpisahan (Karya Acep Zamzam Noor)

Perpisahan Kau meninggalkanku dengan rambut Yang terbungkus kabut. Langkahmu kunang-kunang Di antara kegelapan yang mengepung malam Aku pun melepasmu…

Puisi: Revitalisasi Sebuah Kota (Karya Juniarso Ridwan)

Revitalisasi Sebuah Kota - pelukis Conrad Felixmuller kota adalah kanvas carut-marut, dengan sejumput oksigen diperebutkan, dan kehidupan diatur angk…

Puisi: Kesedihan (Karya Acep Zamzam Noor)

Kesedihan Sulur-sulur cahaya Mengalir dari kelopak mata Abad-abad kesedihan Tersimpan di bening hujan 2003 Sumber:  Menjadi Penyair Lagi (2007) Anali…

Puisi: Lembah Anai (Karya Acep Zamzam Noor)

Lembah Anai Aku mencari rambutmu Jauh ke dalam hutan Matamu menenungku Dengan air terjun Sungai adalah suara Yang menenggelamkanku Lembah yang tercip…

Puisi: Sajak Garuda (Karya Emha Ainun Nadjib)

Sajak Garuda Selalu terdengar olehku suara  Dari paruh Garuda itu  "Kalau kau hisap darah rakyatku  akan kutagih darah itu  Kalau kau ambil tana…

Puisi: Mandi (Karya Joko Pinurbo)

Mandi Mereka tiba di kamar mandi menjelang tengah malam ketika langit terang dan bulan sedang cemerlang. Pemimpin rombongan segera angkat bi…

Puisi: Terzina Maut (Karya Agam Wispi)

Terzina Maut Suatu hari: kau mati dalam sunyi Tentu! sendirian: sendiri. 2003 Analisis Puisi: Puisi &quo…

Puisi: Baju Bulan (Karya Joko Pinurbo)

Baju Bulan Bulan, aku mau lebaran. Aku ingin baju baru, tapi tak punya uang. Ibuku entah di mana sekarang, sedangkan ayahku hanya bisa kubay…

Puisi: Selamat Tidur (Karya Joko Pinurbo)

Selamat Tidur Telepon genggam mau tidur. Capek. Seharian bermain monolog. Banyak peran. Konyol. Enggak nyam…

Puisi: Ramadhan (Karya A. Rahim Eltara)

Ramadhan Ramadhan Ya Ramadhan siang malam sayapmu mengepak cahaya yang berkibar-kibar atas sajadah mered…

Puisi: Teman Lama (Karya Joko Pinurbo)

Teman Lama Ia muncul begitu saja di ambang pintu setelah lama tidak bertemu. Matanya terkejut, kepalanya berg…
© Sepenuhnya. All rights reserved.