Puisi: Jalan Menjemput Kematian (Karya Neni R. Tyas) Jalan Menjemput Kematian ada sepenggal jalan yang kuprasastikan pada malam mengembun, rumput basah juga aroma tanah lembab menyatu dalam kelelahan ya…
Puisi: Mencari Nafas Harum-Mu (Karya Syamsu Indra Usman) Mencari Nafas Harum-Mu Melayanglah roh kita Sampai ke ubun-ubun Mencari nafas harum-Mu Yang bagiku tak pernah Menjadi teka-teki Sebab …
Puisi: Sajak Waktu (Karya A. Rahim Eltara) Sajak Waktu Gemercik gaib air pancuran Menyapa penghulu batu Hujan sesal pusat mawar Tak henti-henti mengetu…
Puisi: Bersyukurlah Kau Tidak Lahir dari Hujan (Karya Ahmad Nurullah) Bersyukurlah Kau Tidak Lahir dari Hujan (- Untuk Orang yang Tak Ada) Bersyukurlah kau tidak lahir dari hujan,…
Puisi: Ketika Firman-Mu Mengalun Syahdu (Karya A. Rahim Eltara) Ketika Firman-Mu Mengalun Syahdu Ketika firman-Mu mengalun syahdu Irama gendang dan kecapi putus pita suara Ru…
Puisi: Segerombol Laron Melingkar Getar Dada Udara (Karya A. Rahim Eltara) Segerombol Laron Melingkar Getar Dada Udara Segerombol laron melingkar getar dada udara padamkan genta nyali di ketiak kap lampu sayap batin …
Puisi: Ruang Vakum (Karya Mustafa Ismail) Ruang Vakum (- kepada penyair Aceh) Kita tulis lagi kata-kata itu, pahit dan bercela, di malam yang sakit: se…
Puisi: Bulan pun Layu (Karya Wayan Jengki Sunarta) Bulan pun Layu - buat: pelukis kardana - bulan pun layu mengenang bayangmu yang menggenang di kubangan warna kau beringsut ke arah k…
Puisi: Meditasi (Karya Anthony Sutanto Atmaja) Meditasi (1) Tidak ada titik, hanya koma. (2) Ya,.. tidak ada titik. Hanya koma. (3) Sungguh demikian, tidak ada titik, hanya kom…
Puisi: Aku Membaca Ragu (Karya Anthony Sutanto Atmaja) Aku Membaca Ragu Aku membaca ragu, di perbatasan musim waktu itu Riak-riak ketakutanku yang menggelembung Ada batas-batas kecemasan yang men…
Puisi: Telepon Genggam (Karya Joko Pinurbo) Telepon Genggam Di pesta pernikahan temannya ia berkenalan dengan perempuan yang kebetulan menghampirinya. …
Puisi: Panggilan Pulang (Karya Joko Pinurbo) Panggilan Pulang Bangun tidur, ia langsung menghidupkan telepon genggam mudah-mudahan ada pesan. Masih ngan…
Puisi: Aku Saksikan (Karya A. Rahim Eltara) Aku Saksikan Aku saksikan angin menebar nasib Mengemas kecemasan Adalah kecemburuan merebut serambi rumah-Mu Yang kemilau di serabut-serabu…