Puisi: Pertemuan Kita (Karya Acep Zamzam Noor) Pertemuan Kita Kaki langit nampak semakin renta di ujung penantianku ini Tak kucatat senja yang turun sejak lama. Sebuah perahu Bertolak dan ombak me…
Puisi: Sajak Akhir Tahun (Karya Wayan Jengki Sunarta) Sajak Akhir Tahun kurayakan semesta dalam diriku langit gemerlap kembang api terompet akhir tahun telah ditiup berbaur ledakan mercon …
Puisi: Secarik Kenangan (Karya Kurniawan Junaedhie) Secarik Kenangan Pertemuan itu tak pernah dirancang Hanya karena saling iseng Tiba-tiba kita ingin bertemu. Lagian, apa salahnya berkenalan?…
Puisi: Harau (Karya Mochtar Pabottingi) Harau Simak baik-baik Garis-garis hitam vertikal itu Di deretan panjang tebing batu Di situ Berjilid-jilid tambo mustahil tuntas Engkau tuturkan Lalu…
Puisi: Kucing Persia (Karya Soni Farid Maulana) Kucing Persia Di Paris, dan itu pun hanya sekali, aku ingat kamu. Lalu mengabur seperti kabut yang bubar disentuh cahaya matahari. Ya di Paris, aku i…
Puisi: Percakapan Teluk (Karya Yvonne de Fretes) Percakapan Teluk Petang berhujan Adakah yang tertinggal di kapal feri itu? Ia tak tahu Ia hanya kembali masuk dan ikuti iramanya Poka - Galala Teluk …
Puisi: Aku yang Tidak Pernah Jatuh Cinta (Karya Deni Puja Pranata) Aku yang Tidak Pernah Jatuh Cinta Aku yang tidak pernah jatuh cinta dendang pagi dari hitungan telapak jari aku yang tidak pernah jatuh cint…
Puisi: Kerajaan Karang (Karya Raudal Tanjung Banua) Kerajaan Karang Di langit Bulan pun kekasih karang. Madura-Yogya, 2013-2014 Analisis Puisi: Puisi "…
Puisi: Ketika Doa Retak di Ujung Munajat Kehidupan (Karya Ahmad Yani AZ) Ketika Doa Retak di Ujung Munajat Kehidupan (2) Di sebuah sudut masih ada yang menghiba Di sebuah sudut masih ada yang meraba raba Di sebuah sudut ma…
Puisi: Tasrifan Kiai Maksum Jombang (Karya Raedu Basha) Tasrifan Kiai Maksum Jombang Tak perlu ke Kairo mengaji Nahwu tak perlu ke Ahgaff belajar Sharraf sebab di t…
Puisi: Sjahrir, di Sebuah Sel (Karya Goenawan Mohamad) Sjahrir, di Sebuah Sel (untuk Rudolf Mrazek) Dari jendela selnya, (kita bayangkan ini Jakarta, Februari 1…
Puisi: Serpih Kapas (Karya Mochtar Pabottingi) Serpih Kapas Aku adalah serpih kapas kelopak randu yang melambung di angin lintas Secercah demi secercah serat-serat tubuhku luruh tiap k…