Puisi: Maskumambang buat Ibu (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Puisi “Maskumambang buat Ibu” karya Nenden Lilis Aisyah menegaskan bahwa kasih ibu bukan sekadar perasaan, melainkan kerja panjang yang mengalir ...
Maskumambang buat Ibu

apakah yang tengah kusepah dan kuhisap ini
ruas-ruas tebu yang memancarkan manis airnya
atau kasar dan kurus buku-buku jarimu
yang mengeluarkan darah

manis atau amis telah sulit kubedakan
semenjak kusadari sepanjang hidupmu
keringat dan air mata tak henti
mengaliri setiap gurat wajahmu
(yang seperti garis sayatan di daun sirih)
rentang urat kakimu telah serupa akar menjalar
dari pohon-pohon yang kau tanam
bahkan tak kukenali lagi
kerut ataukah kisut lurik terbakar
kulit tanganmu itu

tangan yang setia mengangsur-angsur kayu bakar
demi secerek air teh yang dijerang di atas tungku
(air kasih keemasan yang tertuang dari cerat batinmu
ke cangkir lubuk hati kami)

tangan yang tulus ngakeul nasi di bakul
- melikatkan kehidupan agar masak terolah -

tangan yang tak lelah menumbuhkan benih di ladang
meski angin menderu merontokan rambutmu yang mayang

di punggung menggelantung matahari
dan di pangkuan membenam bulan
ibu masih harus menyangga beban gunung dan laut

tetapi, bahkan tanah yang diinjak
tak pernah mendengar hampasan keluh

(Ibu, menyadari semua itu
hatiku bagai diparut
darahnya yang tak surut-surut)

2012-2014

Sumber: Maskumambang buat Ibu (Rumput Merah, 2016)
Catatan:
Ngakeul adalah salah satu tradisi orang Sunda, setelah nasi ditanak dan dimasukkan ke bakul, langsung diaduk sambil dikipasi agar pulen/likat.

Analisis Puisi:

Puisi “Maskumambang buat Ibu” karya Nenden Lilis Aisyah merupakan puisi liris yang menggambarkan pengorbanan seorang ibu melalui citraan tubuh, kerja, dan alam. Dengan bahasa yang kuat dan simbolik, penyair menghadirkan sosok ibu sebagai figur yang menanggung beban kehidupan keluarga tanpa keluh. Puisi ini sarat rasa haru, hormat, dan kesadaran anak terhadap penderitaan ibu.

Tema

Tema utama puisi ini adalah pengorbanan dan kasih sayang ibu dalam kehidupan keluarga.

Tema pendukung yang tampak:
  • Kerja keras perempuan desa.
  • Penderitaan yang sunyi.
  • Kasih ibu tanpa syarat.
  • Kesadaran dan penyesalan anak.
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang merenungkan tubuh dan tangan ibunya yang kasar akibat kerja seumur hidup: menanam, memasak, menyiapkan makanan, dan menghidupi keluarga. Tangan ibu disamakan dengan tebu, akar, dan kayu bakar—simbol kerja dan pengorbanan.

Ibu digambarkan memikul beban alam: matahari di punggung, bulan di pangkuan, gunung dan laut di bahu. Namun ia tidak pernah mengeluh. Kesadaran ini membuat hati anak terasa “diparut”, penuh luka batin karena menyadari penderitaan ibu yang selama ini tersembunyi.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa kasih ibu sering hadir dalam bentuk kerja dan penderitaan yang tak disadari anak. Pengorbanan itu begitu menyatu dengan kehidupan sehari-hari sehingga tampak biasa, padahal sangat besar.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa:
  • Tubuh ibu adalah arsip pengorbanan.
  • Kerja domestik adalah cinta konkret.
  • Penderitaan ibu sering tak terucap.
  • Kesadaran anak datang terlambat.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi terasa haru, pilu, dan penuh hormat. Rasa sedih bercampur kagum muncul dari penggambaran penderitaan ibu yang sunyi tetapi agung.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat puisi ini adalah ajakan untuk menghargai, menyadari, dan menghormati pengorbanan ibu. Kasih ibu tidak selalu tampak dalam kata, melainkan dalam kerja dan penderitaan sehari-hari yang sering terabaikan.

Pesan yang tampak:
  • Hormati pengorbanan orang tua.
  • Sadari kasih dalam kerja sederhana.
  • Jangan abai terhadap penderitaan ibu.
  • Cinta sejati sering tanpa keluh.
Puisi “Maskumambang buat Ibu” karya Nenden Lilis Aisyah adalah penghormatan liris terhadap pengorbanan ibu yang sunyi. Melalui citraan tubuh yang terluka oleh kerja, penyair menghadirkan sosok ibu sebagai penyangga kehidupan keluarga tanpa keluh.

Kesadaran anak yang datang kemudian melahirkan rasa haru dan luka batin. Puisi ini menegaskan bahwa kasih ibu bukan sekadar perasaan, melainkan kerja panjang yang mengalir dalam keringat, air mata, dan keteguhan hidup sehari-hari.

Nenden Lilis Aisyah
Puisi: Maskumambang buat Ibu
Karya: Nenden Lilis Aisyah

Biodata Nenden Lilis Aisyah:
  • Nenden Lilis Aisyah lahir di Malangbong, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 26 September 1971.
© Sepenuhnya. All rights reserved.