Analisis Puisi:
Puisi “Maskumambang buat Ibu” karya Nenden Lilis Aisyah merupakan puisi liris yang menggambarkan pengorbanan seorang ibu melalui citraan tubuh, kerja, dan alam. Dengan bahasa yang kuat dan simbolik, penyair menghadirkan sosok ibu sebagai figur yang menanggung beban kehidupan keluarga tanpa keluh. Puisi ini sarat rasa haru, hormat, dan kesadaran anak terhadap penderitaan ibu.
Tema
Tema utama puisi ini adalah pengorbanan dan kasih sayang ibu dalam kehidupan keluarga.
Tema pendukung yang tampak:
- Kerja keras perempuan desa.
- Penderitaan yang sunyi.
- Kasih ibu tanpa syarat.
- Kesadaran dan penyesalan anak.
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang merenungkan tubuh dan tangan ibunya yang kasar akibat kerja seumur hidup: menanam, memasak, menyiapkan makanan, dan menghidupi keluarga. Tangan ibu disamakan dengan tebu, akar, dan kayu bakar—simbol kerja dan pengorbanan.
Ibu digambarkan memikul beban alam: matahari di punggung, bulan di pangkuan, gunung dan laut di bahu. Namun ia tidak pernah mengeluh. Kesadaran ini membuat hati anak terasa “diparut”, penuh luka batin karena menyadari penderitaan ibu yang selama ini tersembunyi.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa kasih ibu sering hadir dalam bentuk kerja dan penderitaan yang tak disadari anak. Pengorbanan itu begitu menyatu dengan kehidupan sehari-hari sehingga tampak biasa, padahal sangat besar.
Puisi ini juga menyiratkan bahwa:
- Tubuh ibu adalah arsip pengorbanan.
- Kerja domestik adalah cinta konkret.
- Penderitaan ibu sering tak terucap.
- Kesadaran anak datang terlambat.
Suasana dalam Puisi
Suasana puisi terasa haru, pilu, dan penuh hormat. Rasa sedih bercampur kagum muncul dari penggambaran penderitaan ibu yang sunyi tetapi agung.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat puisi ini adalah ajakan untuk menghargai, menyadari, dan menghormati pengorbanan ibu. Kasih ibu tidak selalu tampak dalam kata, melainkan dalam kerja dan penderitaan sehari-hari yang sering terabaikan.
Pesan yang tampak:
- Hormati pengorbanan orang tua.
- Sadari kasih dalam kerja sederhana.
- Jangan abai terhadap penderitaan ibu.
- Cinta sejati sering tanpa keluh.
Puisi “Maskumambang buat Ibu” karya Nenden Lilis Aisyah adalah penghormatan liris terhadap pengorbanan ibu yang sunyi. Melalui citraan tubuh yang terluka oleh kerja, penyair menghadirkan sosok ibu sebagai penyangga kehidupan keluarga tanpa keluh.
Kesadaran anak yang datang kemudian melahirkan rasa haru dan luka batin. Puisi ini menegaskan bahwa kasih ibu bukan sekadar perasaan, melainkan kerja panjang yang mengalir dalam keringat, air mata, dan keteguhan hidup sehari-hari.
Puisi: Maskumambang buat Ibu
Karya: Nenden Lilis Aisyah
Biodata Nenden Lilis Aisyah:
- Nenden Lilis Aisyah lahir di Malangbong, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 26 September 1971.