Puisi: Di Puncak Gunung Bibi (Karya Iman Budhi Santosa) Di Puncak Gunung Bibi Masih tergenggam erat etika dan tatakrama Jawa bagi Merapi, hingga setiap kali terbatuk tak menyemburkan dahak dan liurnya ke t…
Puisi: Saat-Saat yang Tak Gampang (Karya Kurnia Effendi) Saat-Saat yang Tak Gampang Dan Saat-Saat yang Tak Lekas Hilang – Ramdan Malik Hakikat seorang pejalan bukanlah menghitung langkah Jejak itu mencatat …
Puisi: Purnama (Karya Kurnia Effendi) Purnama – dari penyair rumah anggit kepada penyair sahaja Ia berjalan lambat ke barat Dengan puisi di tangan, di antara kapas-kapas awan Pada akhir …
Puisi: Nusamanuk (Karya Acep Zamzam Noor) Nusamanuk Ketika segala sesuatu terbungkus remang kabut Itu pertanda senja mulai merumbaikan tirai-tirainya Pendaran cahaya biru menyelinap di…
Puisi: Jakarta Terluka (Karya Cucuk Espe) Jakarta Terluka Jakarta meledak siang tadi Seorang pencari kerja mati di pos polisi Jalan Thamrin mendadak di…
Puisi: Pandangan Elang (Karya A. Muttaqin) Pandangan Elang Bangsatlah para serigala yang mengajar perang kepada kabilah-kabilah satwa di hutan sana. Bangsatlah celeng-celeng yang me…
Puisi: Penciuman Gagak (Karya A. Muttaqin) Penciuman Gagak Aku telah mencium bau bangkai yang begitu nyata. Berhari-hari mendatang pasti datang perang panjang dan pertumpahan…
Puisi: Di Bioskop Bersama Palasik (Karya Nezar Patria) Di Bioskop Bersama Palasik Dalam gelap itu kau masih terpekur di ubun-ubun para penganggur di leher para pencuri Lalu di dada setengah matang para pe…
Puisi: Setelah Bendera Itu Dikibarkan (Karya Muhammad Rois Rinaldi) Setelah Bendera itu Dikibarkan Sekarang Anda menyanyikan lagu kebangsaan di negeri kami. Kami tidak mengenali lagu itu, tapi Anda memaksa ka…
Puisi: Bermain Monopoli (Karya Nezar Patria) Bermain Monopoli Lemparlah dadu itu dan grafik merangkak cemas antara kehilanganmu dan hasrat yang bengkak Dibenam kertas saham lihat betapa gairah i…
Puisi: Hujan Siang (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi) Hujan Siang Hujan siang mengantarkan awan ke rumpun perdu Membasahi akar yang menanti kecup embun Bertukar belai dengan daun …
Puisi: Apakah Kebahagiaan Itu? (Karya Joko Pinurbo) Apakah Kebahagiaan Itu? Ia tidak suka ditanya "apakah kebahagiaan itu?" Kebahagiaan itu kancing yang rontok dan jatuh berdenting d…
Puisi: Jalan-Jalan Bersama Presiden (Karya Joko Pinurbo) Jalan-Jalan Bersama Presiden Saya dan presiden menyusuri jalanan kota yang tadi siang dipadati ribuan pengunjuk rasa. Desember dingin dan …