Puisi: Sri Menjahit (Karya Ahda Imran) Sri Menjahit Di permukaan kain guntingku memisahkan siang dan malam Duduk tenang mengayuh mesin perjalananku meniti benang. Benang yang me…
Puisi: Seorang Teman Pulang (Karya Kurniawan Junaedhie) Seorang Teman Pulang ( Asfahani ) Akhirnya senyap. Semua lindap. Seorang teman pulang. Tak ada yang kekal, ke…
Puisi: Kidung Cisadane (Karya Rini Intama) Kidung Cisadane Sejak istana pajajaran meriwayatkan cisadane Hulu sungai berseru di lereng pangrango Di masa batu-batu masih menyalakan tungku Air te…
Puisi: Menunggu Ayah (Karya Hanna Fransisca) Menunggu Ayah Kecipir tumbuh di pagar, belimbing manis di tangan gadis. Langit sore turun di dahan, pohon manggis memanggil angin. Ada capung bersaya…
Puisi: Surat untuk Ibu (Karya Joko Pinurbo) Surat untuk Ibu Akhir tahun ini saya tak bisa pulang, Bu. Saya lagi sibuk demo memperjuangkan nasib saya yang…
Puisi: Selamat Pagi, Bali (Karya Aspar Paturusi) Selamat Pagi, Bali Di balik hotel megah Bali tetap merawat sawah Pagi yang hening menanti padi menguning Dedaunan melambai gemulai menyapa hati yang …
Puisi: Pandangan Elang (Karya A. Muttaqin) Pandangan Elang Bangsatlah para serigala yang mengajar perang kepada kabilah-kabilah satwa di hutan sana. Bangsatlah celeng-celeng yang me…
Puisi: Elegi Lut Tawar (Karya Ansar Salihin) Elegi Lut Tawar Dari Singahmata kupandang Air biru dalam cekungan Lut Tawar-lah namamu Mengalir hingga ke hilir nikmat mana kau dustakan lag…
Puisi: Aku Tak Akan Tua (Karya Goenawan Mohamad) Aku Tak Akan Tua Aku tak akan tua dengan tujuh kwatrin Mungkin di ujung ada patah kata lain Aku tak…
Puisi: Pulang (Karya Joko Pinurbo) Pulang Rinduku yang penuh pecah di atas jalanan macet sebelum aku tiba di ambang ambungmu. Kegembiraanku sudah mudik duluan, aku menyusu…
Puisi: Tak Ada yang Istimewa (Karya Inggit Putria Marga) Tak Ada yang Istimewa tak ada yang istimewa, katanya gigi anaknya tumbuh satu demi satu, rambut dia tanggal satu demi satu ia ingin lebih da…
Puisi: Tanda Seru (Karya Joko Pinurbo) Tanda Seru Seorang penulis duduk termenung di jendela, menunggu peristiwa kecil yang bisa menghibur hatinya. Matanya berbinar melihat seora…
Puisi: Mata Sunyi (Karya Joko Pinurbo) Mata Sunyi Tempat terindah untuk cuci mata ialah matamu: mata sunyi yang memancar di balik keriuhan hari-hari dan keramaian kata-kata. …
Puisi: Penari Topeng CS (Karya Sindu Putra) Penari Topeng: CS aku hanya ingin menjadi raja membisu sepanjang pertunjukan aku sembunyikan wajahku di balik topeng kayu yang terse…
Puisi: Jendela Ibu (Karya Joko Pinurbo) Jendela Ibu Waktu itu saya sedang mencari taksi untuk pulang. Entah dari arah mana munculnya, seorang sopir tak…