2016

Puisi: Setiap Ayah (Karya Alex R. Nainggolan)

Setiap Ayah di tubuh setiap ayah akan ada jalan pulang rumah yang bagai selimut dari kepala yang kusut telah kugali-gali ta…

Puisi: Hikayat Perahu (Karya Fahmi Wahid)

Hikayat Perahu Aku berdiri di punggung laut, karena aku anak perahu menatapi pendar-pendar buih dihempas ketegaran karang mengukirkan ketegaran pada …

Puisi: Jalan Sepi (Karya John FS. Pane)

Jalan Sepi belum usai kau belajar tentang mencintai hidup kepada perempuan yang kau anggap seperti malaikat yang kau kenal sejak pertama kau membuka …

Puisi: Mensyukuri Keindahanku (Karya Handrawan Nadesul)

Mensyukuri Keindahanku Dari Hidup yang tidak Selalu Mudah Membentang sunyiku Sepanjang berhektar kalbuku Kudengar berdendang musikmu Tersayat ujung m…

Puisi: Bila Suatu Hari Nanti (Karya Handrawan Nadesul)

Bila Suatu Hari Nanti Aku Tak Dapat Lagi Melakukannya Sendiri Bila suatu hari nanti aku tidak dapat lagi melakukannya sendiri, sekiranya kamu sempat,…

Puisi: Sumpah Buruh (Karya Abdul Wachid B. S.)

Sumpah Buruh kita manusia indonesia beralam satu alam indonesia kita manusia indonesia bermodal satu modal indonesia kita manusia in…

Puisi: Keluarga Puisi (Karya Joko Pinurbo)

Keluarga Puisi Aku mendapat tugas mengarang dengan tema keluarga bahagia. Aku siap melaksanakan tugas. Semoga…

Puisi: Tamu (Karya Goenawan Mohamad)

Tamu Dengan raut kusut, dengan  kaus apak dan bibir luka,  Don Quixote diminta berdiri di balkon  itu, menghadap ke arah  plaza.  Kota…

Puisi: Aku Tidak Melihatmu (Karya Handrawan Nadesul)

Aku Tidak Melihatmu Pada Ingar-Bingar Kehidupanku Wahai riuh semesta sukmaku Sudahkah tegar langkah ziarahku Mulai belajar meninggalkanmu Mencari ara…

Puisi: Klenteng Tjo Soe Kong (Karya Rini Intama)

Klenteng Tjo Soe Kong Ada sebuah pintu dari masa lalu di kampung Tanjung kait Enam tiang berwarna merah, patung naga dan burung hong di atas atap Sep…

Puisi: Hati Jogja (Karya Joko Pinurbo)

Hati Jogja Dalam secangkir teh ada hati Jogja yang lembut meleleh. Dalam secangkir kopi ada hati Jogja yang alon-alon waton hepi. Dalam …

Puisi: Sajak Cinta untuk Berdua (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Sajak Cinta untuk Berdua Anak-anakku Taya dan Eggy Cinta itu datang kepada kita bersama Allah Maka di sana tersembunyi sebagian dari rahasia-…

Puisi: Tanda Seru (Karya Joko Pinurbo)

Tanda Seru Seorang penulis duduk termenung di jendela, menunggu peristiwa kecil yang bisa menghibur hatinya. Matanya berbinar melihat seora…

Puisi: Polar Express (Karya Abinaya Ghina Jamela)

Polar Express Tut-tut!!! suara kereta api seperti kentut, aku terbangun, aku memakai jaket bolongku, aku melihat keluar ada kereta api sepanjang pens…
© Sepenuhnya. All rights reserved.