2016

Puisi: Kampung di Atas Bukit (Karya Husnul Khuluqi)

Kampung di Atas Bukit rumah-rumah kayu menghadap utara menghadap barisan hutan yang panjang membentang dari barat ke timur jauh di bawahnya di pinggi…

Puisi: Rumah Kecil di Padang Rumput (Karya Avianti Armand)

Rumah Kecil di Padang Rumput Rumah kecil di padang rumput itu selalu menyediakan  sebotol melankoli, cukup untuk bekal sekolah sampai tiba M…

Puisi: Memahami Kota (Karya A. Munandar)

Memahami Kota Mengulum duri menghukum hati untuk mengerti. Aku menjadi kota menampung keributan. 2 Juni 2016 An…

Puisi: Pelajaran Geografi (Karya Nezar Patria)

Pelajaran Geografi Sebelum memalingkan wajah Kita memutar bola bumi Mencari peta kenangan di sekolah Belajar mengukur kebahagiaan remaja Yang terkeju…

Puisi: Jika Tak Tahu ke Mana Kamu akan Pergi (Karya Avianti Armand)

Jika Tak Tahu ke Mana Kamu akan Pergi Semua jalan akan membawamu ke sana. 19/10/2016: Jam 16.55 Sumber:  Museum Masa Kecil (2018) Analisis Pui…

Puisi: Untuk Palestina dari Saudaramu Indonesia (Karya Helvy Tiana Rosa)

Untuk Palestina dari Saudaramu Indonesia Lautan manusia bergerak berderap, memahatmu dalam ingatan yang berkarat tentang sebuah tanah yang dirampas, …

Puisi: Rindu dan Ombak (Karya Theoresia Rumthe)

Rindu dan Ombak rindu bagai lengan ibu hangat sekaligus iba rentangnya yang luas membuatmu tak menginginkan pelukan lain rindu bagai ombak-ombak ting…

Puisi: Lelaki yang Enggan Mengangkat Senjata (Karya Abinaya Ghina Jamela)

Lelaki yang Enggan Mengangkat Senjata Tentara Jepang bagaikan singa kelaparan namun tentara Amerika sekawan kerbau hutan yang gagah berani. Salah sat…

Puisi: Buku Harian Anne Frank (Karya Abinaya Ghina Jamela)

Buku Harian Anne Frank Dia adalah penulis hebat dia menulis buku. Buku itu dipenuhi cerita tentang keluarga, guru, teman, dan perang. Dia terpaksa pi…

Puisi: Melihat Tangan Terkilir (Karya Abinaya Ghina Jamela)

Melihat Tangan Terkilir – buat Nermi Silaban Ketika malam, terdengar suara merintih. Ia merasa kesakitan serupa burung patah sayap. Ibu memasang perb…

Puisi: Teater Kecil (Karya Abdul Wachid B. S.)

Teater Kecil dengan teh dan sepotong roti bakar setiap pagi kau hidangkan hatimu kuhadangkan hidupku untukmu mari, jadikan hari ini le…

Puisi: Calon Arang (Karya Abinaya Ghina Jamela)

Calon Arang Di desa Girah ada nenek sihir bernama Calon Arang Ia sejahat kapten hook, wajahnya seseram zombie giginya sekuning matahari. Saat mereka …

Puisi: Malam Rindu (Karya Joko Pinurbo)

Malam Rindu Malam Minggu. Hatiku ketar-ketir. Ku tak tahu apakah demokrasi dapat mengantarku ke pelukanmu dengan cara seksama dan dalam te…

Puisi: Mimpiku Menembus Awan (Karya Handrawan Nadesul)

Mimpiku Menembus Awan Mimpiku menembus awan Mencari yang dulu pernah kutanam Tunas di tiap rantingku Seperti ketika melamun di waktu kecil Ingat roti…
© Sepenuhnya. All rights reserved.