Puisi 6 Bait

Puisi: Astana Rela (Karya Amir Hamzah)

Astana Rela Tiada bersua dalam dunia tiada mengapa hatiku sayang tiada dunia tempat selama layangkan angan meninggi awan. Jangan perca…

Puisi: Harum Rambutmu (Karya Amir Hamzah)

Harum Rambutmu Kupatah tangkai kusuma kukucup kendati mencari wangi asli cempaka tinggal tergulai lampai sayang tanganku hendak mencapai. …

Puisi: Kepada Kartini (Karya Gunoto Saparie)

Kepada Kartini adalah karena kau, pahlawan wanita pun sadar akan haknya menembus batas pemisah purba antara pria dan perempuan kau adalah inspirasi t…

Puisi: Selingkuh (Karya Kinanthi Anggraini)

Selingkuh Hujan turun menggandeng sinar matahari tanpa selimut awan menembus yang menaungi selayak kuntum bunga yang aku pegangi telah jat…

Puisi: Lagu Duka Abang Becak (Karya Sapardi Djoko Damono)

Lagu Duka Abang Becak pulanglah ia yang mendukung hidup sederhana sehabis kembara sehari segenap nafas di jalanan kota seorang istri sudah menunggu d…

Puisi: Nama dan Pertanda (Karya Sitor Situmorang)

Nama dan Pertanda Dari anakku kuambil nama, Dari istriku kuambil cinta, Bagiku jadi pertanda, Bagiku jadi …

Puisi: Cut Meutia (Karya Sides Sudyarto D. S.)

Cut Meutia - 1908 Dikau Srikandi gagah berani Umurmu habis untuk berperang Melawan penjajah dan kebathilan Menumpas musuh penyebar kekafiran. Cut Meu…

Puisi: Impian dan Secangkir Kopi (Karya Surachman R.M.)

Impian dan Secangkir Kopi Di malam ulangtahunmu kuingin kau berada di sini Lalu kita rayakan bersama dengan dua gelas martini …

Puisi: Kepada Sholeh Darat (Karya Gunoto Saparie)

Kepada Sholeh Darat kau bukanlah sekadar kisah untuk anak-anak sebelum tidur tentang kisahmu sebagai ulama besar  guru pendiri nahdlatul ulama dan mu…

Puisi: Di Tepi Pantai (Karya Amir Hamzah)

Di Tepi Pantai Ombak berderai di tepi pantai,  Angin berembus lemah lembut. Puncak kelapa melambai-lambai, Di ruang angkasa awan bertabut. Burung t…

Puisi: Kereta Mati (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Kereta Mati Seorang pengendara kereta Beroda tiga, manis Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan Mendaki dan menurun Jari-jari berjarak …

Puisi: Menyeberang (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Menyeberang Sama-sama kami berjalan, Bersenda gurau tiada ingat. Di depan tersenyum samsu harapan Dan bahagia semata angin mengiring. Siapa menyangka…
© Sepenuhnya. All rights reserved.