Puisi: Cut Meutia (Karya Sides Sudyarto D. S.) Cut Meutia - 1908 Dikau Srikandi gagah berani Umurmu habis untuk berperang Melawan penjajah dan kebathilan Menumpas musuh penyebar kekafiran. Cut Meu…
Puisi: Impian dan Secangkir Kopi (Karya Surachman R.M.) Impian dan Secangkir Kopi Di malam ulangtahunmu kuingin kau berada di sini Lalu kita rayakan bersama dengan dua gelas martini …
Puisi: Kepada Sholeh Darat (Karya Gunoto Saparie) Kepada Sholeh Darat kau bukanlah sekadar kisah untuk anak-anak sebelum tidur tentang kisahmu sebagai ulama besar guru pendiri nahdlatul ulama dan mu…
Puisi: Di Tepi Pantai (Karya Amir Hamzah) Di Tepi Pantai Ombak berderai di tepi pantai, Angin berembus lemah lembut. Puncak kelapa melambai-lambai, Di ruang angkasa awan bertabut. Burung t…
Puisi: Kereta Mati (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Kereta Mati Seorang pengendara kereta Beroda tiga, manis Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan Mendaki dan menurun Jari-jari berjarak …
Puisi: Astana Rela (Karya Amir Hamzah) Astana Rela Tiada bersua dalam dunia tiada mengapa hatiku sayang tiada dunia tempat selama layangkan angan meninggi awan. Jangan perca…
Puisi: Menyeberang (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Menyeberang Sama-sama kami berjalan, Bersenda gurau tiada ingat. Di depan tersenyum samsu harapan Dan bahagia semata angin mengiring. Siapa menyangka…
Puisi: Jun Takami, Berkatalah dengan Jelas (Karya Taufiq Ismail) Jun Takami , Berkatalah dengan Jelas Kau. seorang penyair, baru sejurus bicara padaku Pada pertemuan jarak jauh , mungkin tak berarti Tapi m…
Puisi: Pusaka Turun Temurun (Karya A. Damhoeri) Pusaka Turun Temurun Azas dua menjadi satu, Ya'ni satu di dalam jiwa, Jadi abah kehidupan manusia, Hiiang satu hilang semua. Dan satu ialah dua, …
Puisi: Selingkuh (Karya Kinanthi Anggraini) Selingkuh Hujan turun menggandeng sinar matahari tanpa selimut awan menembus yang menaungi selayak kuntum bunga yang aku pegangi telah jat…
Puisi: Hari Menuai (Karya Amir Hamzah) Hari Menuai Lamanya sudah tiada bertemu Tiada kedengaran suatu apa Tiada tempat duduk bertanya Tiada teman kawan beberita. Lipur aku dih…
Puisi: Harum Rambutmu (Karya Amir Hamzah) Harum Rambutmu Kupatah tangkai kusuma kukucup kendati mencari wangi asli cempaka tinggal tergulai lampai sayang tanganku hendak mencapai. …