Puisi 6 Bait

Puisi: Cut Meutia (Karya Sides Sudyarto D. S.)

Cut Meutia - 1908 Dikau Srikandi gagah berani Umurmu habis untuk berperang Melawan penjajah dan kebathilan Menumpas musuh penyebar kekafiran. Cut Meu…

Puisi: Impian dan Secangkir Kopi (Karya Surachman R.M.)

Impian dan Secangkir Kopi Di malam ulangtahunmu kuingin kau berada di sini Lalu kita rayakan bersama dengan dua gelas martini …

Puisi: Kepada Sholeh Darat (Karya Gunoto Saparie)

Kepada Sholeh Darat kau bukanlah sekadar kisah untuk anak-anak sebelum tidur tentang kisahmu sebagai ulama besar  guru pendiri nahdlatul ulama dan mu…

Puisi: Di Tepi Pantai (Karya Amir Hamzah)

Di Tepi Pantai Ombak berderai di tepi pantai,  Angin berembus lemah lembut. Puncak kelapa melambai-lambai, Di ruang angkasa awan bertabut. Burung t…

Puisi: Kereta Mati (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Kereta Mati Seorang pengendara kereta Beroda tiga, manis Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan Mendaki dan menurun Jari-jari berjarak …

Puisi: Astana Rela (Karya Amir Hamzah)

Astana Rela Tiada bersua dalam dunia tiada mengapa hatiku sayang tiada dunia tempat selama layangkan angan meninggi awan. Jangan perca…

Puisi: Menyeberang (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Menyeberang Sama-sama kami berjalan, Bersenda gurau tiada ingat. Di depan tersenyum samsu harapan Dan bahagia semata angin mengiring. Siapa menyangka…

Puisi: Jun Takami, Berkatalah dengan Jelas (Karya Taufiq Ismail)

Jun Takami , Berkatalah dengan Jelas Kau. seorang penyair, baru sejurus bicara padaku Pada pertemuan jarak jauh , mungkin tak berarti Tapi m…

Puisi: Pusaka Turun Temurun (Karya A. Damhoeri)

Pusaka Turun Temurun Azas dua menjadi satu, Ya'ni satu di dalam jiwa, Jadi abah kehidupan manusia, Hiiang satu hilang semua. Dan satu ialah dua, …

Puisi: Selingkuh (Karya Kinanthi Anggraini)

Selingkuh Hujan turun menggandeng sinar matahari tanpa selimut awan menembus yang menaungi selayak kuntum bunga yang aku pegangi telah jat…

Puisi: Hari Menuai (Karya Amir Hamzah)

Hari Menuai Lamanya sudah tiada bertemu Tiada kedengaran suatu apa Tiada tempat duduk bertanya Tiada teman kawan beberita. Lipur aku dih…

Puisi: Harum Rambutmu (Karya Amir Hamzah)

Harum Rambutmu Kupatah tangkai kusuma kukucup kendati mencari wangi asli cempaka tinggal tergulai lampai sayang tanganku hendak mencapai. …
© Sepenuhnya. All rights reserved.