Puisi: Introspeksi (Karya A. Rahim Eltara) Introspeksi Barangkali inilah deras air fardhu mengalir dari keringat-Mu menyaring keruh haus dahaga dari seribu jerat jari-jari pelangi …
Puisi: Tu Ganua Galang Sopo (Karya A. Rahim Eltara) Tu Ganua Galang Sopo Sepanjang malam mimpi-mimpi bersandar di kedua tangan tergadai pada dengkur gerbong-gerbong hening sembari rangkulkan ba…
Puisi: Ramadhan (Karya A. Rahim Eltara) Ramadhan Ramadhan Ya Ramadhan siang malam sayapmu mengepak cahaya yang berkibar-kibar atas sajadah mered…
Puisi: Isyarat (Karya A. Rahim Eltara) Isyarat (1) Kugapai gerendel daun pintu rumah-Mu menangkap isyarat katup usia di kedip rembulan dan matahari …
Puisi: Kata (Karya A. Rahim Eltara) Kata Laparmu tak akan kenyang Gusarmu tak akan reda Cicitmu tak akan henti Dahagamu tak akan hilang Lambaimu tak akan sampai Pelukmu ta…
Puisi: Menganyam Pita Suara Menjadi Kaligrafi Zikir (Karya A. Rahim Eltara) Menganyam Pita Suara Menjadi Kaligrafi Zikir (Rinduku buat: D. Zawawi Imran ) Telah sekian sejuk air fardu memb…
Puisi: Kepak Sayap Rasa (Karya A. Rahim Eltara) Kepak Sayap Rasa Saat gayut tak lagi mampu bertahan berayunan di leher jenjang putih sukma kepak sayap rasa terasa menjauh dari dahan gelan…
Puisi: Lebaran (Karya A. Rahim Eltara) Lebaran (1) Embun pagi menetes lekat pada pucuk sukma insan-insan yang sarat gema takbir, tahlil, dan tahmid menuju lapangan kemenangan. Leb…
Puisi: Rindu (Karya A. Rahim Eltara) Rindu (1) Imajinasi merontah-rontah dalam sangkar resah Paruh rindu mematuk-matuk tempurung batin Kelopak mata meluruhkan gerimis duka lara …
Puisi: Sajak Waktu (Karya A. Rahim Eltara) Sajak Waktu Gemercik gaib air pancuran Menyapa penghulu batu Hujan sesal pusat mawar Tak henti-henti mengetu…
Puisi: Pesan (Karya A. Rahim Eltara) Pesan Begitulah setiap hari daun-daun itu Gugur merayap mencium telapak akar pangkal Setelah tutur ceritanya…