Puisi: Segerombol Laron Melingkar Getar Dada Udara (Karya A. Rahim Eltara)

Puisi “Segerombol Laron Melingkar Getar Dada Udara” karya A. Rahim Eltara mengajarkan bahwa alam bukan hanya sesuatu yang dapat dilihat, tetapi ...
Segerombol Laron Melingkar Getar Dada Udara

Segerombol laron melingkar getar dada udara
padamkan genta nyali di ketiak kap lampu
sayap batin menyapa kemilau kunang-kunang
mengepak sujud di atas sinar gelar sajadah.

Sumbawa, 2003

Sumber: Kepak Sayap Rasa (Kendi Aksara, 2011)

Analisis Puisi:

Puisi “Segerombol Laron Melingkar Getar Dada Udara” karya A. Rahim Eltara merupakan puisi pendek yang sarat dengan simbol alam dan nuansa spiritual. Melalui gambaran laron, kap lampu, kunang-kunang, dan sajadah, penyair menghadirkan peristiwa sederhana di alam sebagai jalan untuk menggambarkan perjalanan batin manusia menuju kesadaran dan ketundukan kepada Tuhan.

Puisi ini menunjukkan bagaimana benda-benda kecil di sekitar manusia dapat menjadi tanda-tanda kehidupan spiritual apabila direnungkan dengan lebih dalam.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan spiritual makhluk hidup dalam mencari cahaya dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Selain itu, puisi ini juga mengangkat beberapa tema pendukung, yaitu:
  • hubungan manusia dengan alam;
  • pencarian cahaya kehidupan;
  • ketundukan dan kepasrahan kepada Tuhan;
  • keindahan ciptaan alam;
  • kesadaran batin.
Laron yang bergerak menuju cahaya menjadi simbol makhluk yang mencari arah, sementara cahaya menjadi lambang petunjuk dan kebenaran.

Puisi ini bercerita tentang segerombolan laron yang bergerak mengitari cahaya lampu dalam suasana malam. Namun, peristiwa alam tersebut tidak hanya digambarkan secara fisik, melainkan menjadi gambaran perjalanan batin.

Pada larik:

"Segerombol laron melingkar getar dada udara"

penyair menggambarkan gerakan laron yang memenuhi udara dengan getaran. Laron yang biasanya tertarik pada cahaya menjadi simbol makhluk yang mencari sumber terang.

Kemudian:

"padamkan genta nyali di ketiak kap lampu"

menggambarkan adanya penghentian kegelisahan atau ketakutan ketika berada dekat dengan cahaya.

Pada bagian berikutnya:

"sayap batin menyapa kemilau kunang-kunang"

penyair tidak lagi berbicara tentang sayap secara fisik, tetapi tentang "sayap batin", yaitu kemampuan jiwa untuk merasakan keindahan dan memahami makna kehidupan.

Akhir puisi:

"mengepak sujud di atas sinar gelar sajadah"

mengarah pada suasana religius, yaitu gambaran ketundukan dan penghormatan kepada Tuhan.

Makna Tersirat

Puisi ini memiliki makna tersirat tentang manusia dan seluruh makhluk hidup yang selalu mencari cahaya sebagai simbol kebenaran, kedamaian, dan petunjuk Tuhan. Beberapa makna yang dapat dipahami antara lain:
  • Cahaya menjadi simbol harapan dan jalan menuju kebaikan.
  • Manusia perlu memiliki "sayap batin" agar mampu memahami makna kehidupan.
  • Alam dapat menjadi media untuk merasakan kehadiran Tuhan.
  • Ketundukan kepada Tuhan merupakan bentuk kesadaran tertinggi.
  • Keindahan spiritual dapat ditemukan dalam peristiwa sederhana.
Laron yang mendekati cahaya menggambarkan perjalanan makhluk menuju sesuatu yang dianggap lebih terang. Dalam konteks spiritual, hal tersebut dapat dimaknai sebagai perjalanan jiwa menuju pencerahan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Puisi ini menyampaikan beberapa pesan penting, yaitu:
  • Manusia hendaknya selalu mencari cahaya kebenaran dalam kehidupan.
  • Jangan hanya melihat alam secara lahiriah, tetapi pahami juga makna yang tersembunyi di dalamnya.
  • Kehidupan harus dijalani dengan kerendahan hati dan rasa syukur.
  • Tuhan dapat ditemukan melalui tanda-tanda sederhana dalam kehidupan.
  • Setiap makhluk memiliki cara sendiri untuk mendekati sumber kehidupan.
Puisi ini mengajak pembaca untuk membuka hati dan melihat bahwa alam menyimpan pesan-pesan spiritual yang berharga.

Puisi “Segerombol Laron Melingkar Getar Dada Udara” karya A. Rahim Eltara merupakan puisi pendek yang kaya akan simbol spiritual. Melalui peristiwa sederhana berupa gerombolan laron yang mendekati cahaya, penyair menggambarkan perjalanan batin menuju kesadaran dan kedekatan dengan Tuhan.

Puisi ini mengajarkan bahwa alam bukan hanya sesuatu yang dapat dilihat, tetapi juga dapat direnungkan sebagai tanda kebesaran Tuhan. Cahaya, gerak, dan kehidupan makhluk kecil menjadi pengingat bahwa setiap keberadaan memiliki makna dalam perjalanan menuju pencerahan batin.

A. Rahim Eltara
Puisi: Segerombol Laron Melingkar Getar Dada Udara
Karya: A. Rahim Eltara
© Sepenuhnya. All rights reserved.