Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Acep Syahril

Puisi: Guru yang Selalu Menyimpan Palu (Karya Acep Syahril)

Guru yang Selalu Menyimpan Palu semua orang tau guru kami bukan seorang tukang kayu meski setiap saat hidupnya tak lepas dari palu…

Puisi: Energi (Karya Acep Syahril)

Energi Engkaulah orang-orang yang acap kali mencium mengintai amis cangkul kami atau ani-ani yang bercinta dengan dewi sri di bawah kasmaran…

Puisi: Mandi Demokrasi (Karya Acep Syahril)

Mandi Demokrasi Di panggang gunung kidul ini ada sebuah jurang batu luweng kera namanya luweng itu tempat pembantaian dan pembuangan orang-o…

Puisi: Silet (Karya Acep Syahril)

Silet Dengan silet kusayat biji mata kamu karena kamu tak gerah memandang kebodohan kemiskinan bertumpu padahal keterpurukan dan kehancura…

Puisi: Sajak Bebas (Karya Acep Syahril)

Sajak Bebas Sajak ini sejak lama telah kehilangan nilai puitika estetika dan sublimatika sebab dengan nilai-nilai keindahan dan keh…

Puisi: Tidak Ada yang Aneh dari Keyakinan Gurumu Itu (Karya Acep Syahril)

Tidak Ada yang Aneh dari Keyakinan Gurumu Itu Tidak ada yang aneh dari perubahan ciri kumis dan jenggot yang dicukur gurumu itu apa lagi d…

Puisi: Koruptor + Tai (Karya Acep Syahril)

Koruptor + Tai Di atas kloset tanpa mengetuk pintu dia masuk ke dalam dirinya seseorang sejak tadi menunggu untuk bercakap-cakap di sebuah r…

Puisi: Rugi (Karya Acep Syahril)

Rugi Raidah pergi ke sungai ke darat menjemur pakaian ke keramaian ke rumah belum juga pulang Waska pergi ke huma ke surau membeli iman …

Puisi: Guru Belia yang Tertidur di Buku Sejarah (Karya Acep Syahril)

Guru Belia yang Tertidur di Buku Sejarah Guru-guru belia itu hidup dan tertidur di buku-buku sejarah bangsa lain yang kadang bermimpi dan mabuk …

Puisi: Guru yang Selamat dari Perang (Karya Acep Syahril)

Guru yang Selamat dari Perang Kamu sendiri tidak tau bentuk dahimu guru, dahi yang pernah kau tawarkan pada kami yang kemarin dipermainkan a…

Puisi: Setelah Perjumpaan Ini (Karya Acep Syahril)

Setelah Perjumpaan Ini (Bersama: Wiji Thukul & Sosiawan Leak ) Setelah perjumpaan ini aku tak tau seberapa lama lagi kau bisa mencium a…

Puisi: Surat Cinta dari Sangkakala (Karya Acep Syahril)

Surat Cinta dari Sangkakala Ya Allah... telah kami terima Surat Cinta-Mu tertanggal hari ini yang dikirim peniup seruling sejati di anta…

Puisi: Melamar Widya (Karya Acep Syahril)

Melamar Widya Disaksikan Beno Siang Pamungkas Wid pukul 7.30 pagi ini aku datang melamarmu jangan tukar pakaianmu yang lembab itu …
© Sepenuhnya. All rights reserved.