Puisi Agus Noor

Puisi: Ada yang Lebih Tabah dari Hujan Bulan Juni (Karya Agus Noor)

Ada yang Lebih Tabah dari Hujan Bulan Juni (: SDD ) Ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni , ialah ia, yang t…

Puisi: Lelucon Menjelang Kematian (Karya Agus Noor)

Lelucon Menjelang Kematian (: Gus Dur) 1/ Aku ingin mendengar leluconmu, sebelum mati. Engkau pun bercerita per…

Puisi: Langit dan Laut (Karya Agus Noor)

Langit dan Laut Bila aku langit dan kau laut apakah yang menjadi batasnya? bila aku laut dan kau langit b…

Puisi: Aubade (Karya Agus Noor)

Aubade (Untuk M) Pagi ialah tangan yang terulur santun, ke dalam hatimu. Dibukakannya pintu kebaikan dan keselama…

Puisi: Suaramu Telah Memikat Ingatanku (Karya Agus Noor)

Suaramu Telah Memikat Ingatanku (untuk #L) Suaramu telah memikat ingatanku, hari ini kurasakan suaramu, se…

Puisi: Pagi di Secangkir Kopi (Karya Agus Noor)

Pagi di Secangkir Kopi (- Peggy Melati Sukma) Aku akan menjadi kopimu, yang rela mengendap sebagai kepedihanm…

Puisi: Pada Sebuah Sakit (Karya Agus Noor)

Pada Sebuah Sakit (@ameelias) Masih subuh, kau membatin subuh yang lain bagi yang mungkin seperti ter…

Puisi: Pezinah Pertama yang Masuk Surga (Karya Agus Noor)

Pezinah Pertama yang Masuk Surga  (1) Rasanya belum lama Kita nikmati Dosa pertama Dan kini mereka akan membakar kita Selepas subuh…

Puisi: Sajak-Sajak Kecil kepada M (Karya Agus Noor)

Sajak-Sajak Kecil kepada M Sajak ini doa, tangan yang menampung luka, yang menjagamu, agar kau tak pernah merasa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.