Puisi: Angka-Angka dan Tanda-Tanda (Karya Ajip Rosidi) Angka-Angka dan Tanda-Tanda buat Anwar Dalam penerbangan menuju Phoenix stewardess bertanya: "Di mana tuan akan turun…
Puisi: Kabut (Karya Ajip Rosidi) Kabut Yang putih menyilaukan adalah kabut Yang mengurungku dalam samar adalah kabut Yang mendinding menghalang langkah adalah kabut Yang ha…
Puisi: Drama Kabuki (Karya Ajip Rosidi) Drama Kabuki (1) Siapa main dalam Sukeroku lakon kabuki? Siapa yang berperan jadi Agemaki? Semua tak ada yang kukenal. Namun kuhafal tanganm…
Puisi: Terkenang Topeng Cirebon (Karya Ajip Rosidi) Terkenang Topeng Cirebon Di atas gunung batu manusia membangun tugu Kota yang gelisah mencari, Seoul yang baru, perkasa De…
Puisi: Di Luar Jamah Kesetiaan (Karya Ajip Rosidi) Di Luar Jamah Kesetiaan Ada di luar jamah kesetiaan Kami kini terbaring di sini Ada di luar hikmah bercumbu karena tangan yang kami gapaikan bertemu …
Puisi: Ibunda (Karya Ajip Rosidi) Ibunda Ia terbujur Bumi subur Lembah-lembah dan gunung Telentang tenang Tangannya mengusap sayang Perut mengandung. Matanya nyalang L…
Puisi: Jeram (Karya Ajip Rosidi) Jeram Air beterjunan dalam jeram Buihnya memercik ke tebing tempat kami berbaring Dan ia mengelaikan kepala Dengan mata meram …
Puisi: Panorama Tanah Air (Karya Ajip Rosidi) Panorama Tanah Air Di bawah langit yang sama manusia macam dua: Yang diperah dan setiap saat mesti rela mengurbankan nyaw…
Puisi: Tiada yang Lebih Aman (Karya Ajip Rosidi) Tiada yang Lebih Aman Tiada yang lebih aman, pun tiada yang lebih nikmat Membayangkan masa lampau yang dalam kenangan terpahat. Tiada yan…
Puisi: Aku (Karya Ajip Rosidi) Aku Tinju menghantam. Belati menikam. Seluruh dunia bareng menyerang, menerkam. Aku bertahan. Karena diriku Dalam badai, gunung me…
Puisi: Jarak (Karya Ajip Rosidi) Jarak Berapa jauh jarak terentang antara engkau dengan aku Berapa jauh jarak terentang antara engkau dengan urat leherku? …
Puisi: Hari Tuaku (Karya Ajip Rosidi) Hari Tuaku Pabila hari tuaku tiba, kelak suatu masa Kacamata tebal atas hidung, bersenandung Menembangkan lelakon lama. Lalu tersenyum Me…
Puisi: Tokyo Menjelang Tengah Malam (Karya Ajip Rosidi) Tokyo Menjelang Tengah Malam Aku berlari-lari menempuh waktu yang hampir luput Janji ke Osaka, tapi di sini masih tersangkut: Menokok-nokok …