Puisi: Rumah Sakit Umum (Karya Ama Achmad) Rumah Sakit Umum Orang-orang mendatangiku dengan nyeri yang tak bisa lagi disembunyikan senyuman. Sebagian lain datang bersama kematian separuhnya pu…
Puisi: Bunyi yang Ada Meski Kau Berusaha Menutup Telinga (Karya Ama Achmad) Bunyi yang Ada Meski Kau Berusaha Menutup Telinga Kamu mendengar hujan yang tak ada. Mungkin sebuah bisik yang jauh atau keluh yang dekat. Kamu menut…
Puisi: Keterampilan Membaca Laut (Karya Ama Achmad) Keterampilan Membaca Laut Semuanya dimulai dengan pertanyaan ini: dari mana warna biru itu? Pertanyaan ini kutanyakan pada laut, gorden jendelamu dan…
Puisi: Sebelum Malam (Karya Ama Achmad) Sebelum Malam Kau dan aku tidak menyalakan api, meski kadang kita bayangkan sebuah malam yang hangat dengan sedikit percakapan dan ciuman yang basah.…
Puisi: Metronom (Karya Ama Achmad) Metronom Seperti kau membuka jendela, membiarkan angin dan bunyi beriringan tiba di depanmu. Seperti kau mendengarkan debur yang pelan, membiarkan ai…
Puisi: Mompopot (Karya Ama Achmad) Mompopot : Madina Ia ingat semua itu: tirai berkilauan dipasang, sirih, pinang, dan helai daun pacar tertata di dulang. Ia kenali seluruhnya: ibu den…
Puisi: Koleksi Kesedihan yang Mungkin dan Hampir (Karya Ama Achmad) Koleksi Kesedihan yang Mungkin Dan Hampir 1. Kenangan berkeliaran, tidak menyerupai apa pun. Sepenuhnya asing, dan tak mampu menyusun rapi dirinya. 2…
Puisi: Awu (Karya Ama Achmad) Awu Barangkali nasiblah yang melerai alamat dari nyanyi debur ombak dan hari-hari yang sehitam dosa. Masa lalu jauh di seberang, menjadi kisah-kisah …
Puisi: Bangkiriang (Karya Ama Achmad) Bangkiriang Berapa lama usia kegaduhan? Kita sering bertanya-tanya tentang itu, nasib Maleo yang kehilangan rumah dan Tumpe yang kekurangan telur. Mu…
Puisi: Misalkan Aku dan Kau adalah Sesuatu (Karya Ama Achmad) Misalkan Aku dan Kau adalah Sesuatu Misal, aku embun yang tak sempat menyinggahimu. Dan kau, bunga yang tertunduk menampi sedih. Mungkin kita biarkan…
Puisi: Di Kedai Kopi (Karya Ama Achmad) Di Kedai Kopi Kita duduk bertiga. Aku, kau, dan rindu. Kau memesan secangkir kopi hitam tanpa gula. Sebab, katamu, rindu selalu tiba dengan warna bir…