Puisi Aspar Paturusi

Puisi: Macet (Karya Aspar Paturusi)

Macet kurawat impian-impianku tiap hari kuberi pupuk harapan halangan apa untuk tak yakin impian demi impian berkejaran tetap tegak sel…

Puisi: Tukang Sate (Karya Aspar Paturusi)

Tukang Sate teriakannya menyayat malam: sateee adakah itu suara dari masa silam bagai tersedu-sedu menangisi duka alam dia tetap melenggang menerobos…

Puisi: Bawang Merah Bawang Putih (Karya Aspar Paturusi)

Bawang Merah Bawang Putih bawang merah berkata: bawang putih, sungguh aku iri padamu kau putih mulus, cantik pula bawang putih menjawab: meski merah …

Puisi: Sungai Mahakam (Karya Aspar Paturusi)

Sungai Mahakam seratus tahun apalagi ribuan tahun lalu orang bisa berkaca pada bening airmu mungkin setetes air surga jatuh ke bumi lalu malaikat man…

Puisi: Laut Negeriku (Karya Aspar Paturusi)

Laut Negeriku biru lautmu berombak tenang pantai selatan negeri kelahiran kulayari bersama perahu pinisi terasa sejuk airmu te…

Puisi: Pengadilan Jalanan (Karya Aspar Paturusi)

Pengadilan Jalanan lelaki renta itu berjalan pelan di trotoar mobil dan motor melaju kencang di jalanan tak ada yang mengalah bagai di arena…

Puisi: Ibu bagi Seorang Anak (Karya Aspar Paturusi)

Ibu bagi Seorang Anak Harimu bukan hanya desember, ibu sahut seorang anak jelang hari ibu bagiku, engkau ada di semua hari dengan kasih sayang sorot …

Puisi: Tahun, Tahun, Tahunku (Karya Aspar Paturusi)

Tahun, Tahun, Tahunku ada yang lama ada yang baru yang lama milik siapa yang baru milik siapa siapa pada yang lama siapa pada yang baru…

Puisi: Bagimu Negeri (Karya Aspar Paturusi)

Bagimu Negeri bila mereka terus lenggak-lenggok setengah hati mengurus negeri masihkah kita tetap berdiam diri menggumamkan lagu:             "b…

Puisi: Kau Cuma Bola (Karya Aspar Paturusi)

Kau Cuma Bola entah siapa membawamu ke lapangan hijau sejak itu kau selalu ditendang orang di dekatmu terkadang kau disanjung dan dicium lalu bila ke…

Puisi: Setia (Karya Aspar Paturusi)

Setia kuikuti setiap langkah kakimu kucoba dengar hembusan napasmu kuingin tahu ke arah mana tatapanmu selembut apa kata da…

Puisi: Selamat Jalan (Karya Aspar Paturusi)

Selamat Jalan andai bisa aku tahu, ramadhan kita bakal bersua lagi tahun depan sebagaimana saudaraku, aku bahagia itulah hadiah terindah dari kehidup…

Puisi: Sengketa Hukum (Karya Aspar Paturusi)

Sengketa Hukum ini ramadhan lumat tuntas dendam   katanya, bersaudara tak secuil lagi sengketa   tapi ada rebut kuasa atas muara hukum   bila kian be…
© Sepenuhnya. All rights reserved.