Puisi Aspar Paturusi

Puisi: Laut Negeriku (Karya Aspar Paturusi)

Laut Negeriku biru lautmu berombak tenang pantai selatan negeri kelahiran kulayari bersama perahu pinisi terasa sejuk airmu te…

Puisi: Sahabat Derita (Karya Aspar Paturusi)

Sahabat Derita kutahu, kau banyak kehilangan bencana demi bencana melanda sepanjang usiamu kutahu, habis sudah airmata duk…

Puisi: Amanah Pun Beku (Karya Aspar Paturusi)

Amanah Pun Beku bila kasih sayang membeku di hati tak cair pula perhatian ke sesama   bila dia pemimpin tak peduli lagi amanah Jakarta, 15 September …

Puisi: Nurani Tulus Cinta (Karya Aspar Paturusi)

Nurani Tulus Cinta kutahu suaramu tetap merdu nyanyikan sebuah lagu untukku lagu yang menggugah rasa damai membangkitkan gairah cinta kurindukan lagu…

Puisi: Mimpi Buruk (Karya Aspar Paturusi)

Mimpi Buruk angin membawa mimpimu gelisah dan tergesa-gesa malam jelang akhir waktu fajar membangunkanmu adakah kau putus asa kehilangan mimpi indah …

Puisi: Tahta dan Harta (Karya Aspar Paturusi)

Tahta dan Harta Sejak dahulu leluhur mengingatkan daya sihir tahta dan harta Mereka adalah dua sekawan yang antara lain senantiasa dekat dengan kita …

Puisi: Hampa (Karya Aspar Paturusi)

Hampa kau terlambat bangun pagi ini mimpi indah lelapkan tidurmu jalanan sudah amat macet kau terlambat ikut berburu ora…

Puisi: Tidur (Karya Aspar Paturusi)

Tidur luluh aku dielus kasih-Mu berdebar di hati gemetar sujudku malam memang sunyi kuyakin aku tak sendiri cahya-Mu menusuk kalbu …

Puisi: Mama (Karya Aspar Paturusi)

Mama Aku berteduh dalam heningmu seraya merangkul matahari pagi Bersama engkau dari celah gumpalan awan kupetik secuil bahagia 1…

Puisi: Dendam Kemarau (Karya Aspar Paturusi)

Dendam Kemarau jangan tangisi dendam kemarau pada air haus demi haus kita telan bersama darah adakah itu darah ibu, saudara dan anakmu hi…

Puisi: Selamat Pagi, Bali (Karya Aspar Paturusi)

Selamat Pagi, Bali Di balik hotel megah Bali tetap merawat sawah Pagi yang hening menanti padi menguning Dedaunan melambai gemulai menyapa hati yang …

Puisi: Gundah Kian Dalam (Karya Aspar Paturusi)

Gundah Kian Dalam     (langit menghitam     hujan lebat turun     di luar sana kian kelam) bisakah tenteram hati setelah saksikan masa kini membayang…

Puisi: Amarah (Karya Aspar Paturusi)

Amarah simpan airmata untuk menyongsong kemenangan bangkitkan geram amarah bila terus-menerus kalah Jakarta, 3 Maret 2012 Analisis Puisi: Puisi "…

Puisi: Biarkan Kami Menikmati Damai (Karya Aspar Paturusi)

Biarkan Kami Menikmati Damai Kau adalah api menghanguskan tubuh Kau adalah banjir menghanyutkan apa saja Kau adalah badai merobohkan gubuk Kau adalah…
© Sepenuhnya. All rights reserved.