Puisi Aspar Paturusi

Puisi: Rayap Dosa (Karya Aspar Paturusi)

Rayap Dosa kubawa sajadah baru ke mesjid terasa khusyuk kuletakkan sujud namun dosa-dosa mengelilingiku berapa ribu sujud harus bersimpuh mampu mengg…

Puisi: Membagi Harapan (Karya Aspar Paturusi)

Membagi Harapan kulihat kau terhuyung-huyung dengan erat kau peluk sesuatu "hei, benda apa itu" tanyaku, "sangat hati-hati k…

Puisi: Jalan Selamat (Karya Aspar Paturusi)

Jalan Selamat saat badai kian bergemuruh tak ada lagi pilihan lain orang-orang berlomba selamatkan diri masing-masing ketika janji Allah…

Puisi: Pintu Hatimu (Karya Aspar Paturusi)

Pintu Hatimu aku rebah di atas balai-balai tak beratap di tepi pantai embun malam turun perlahan jauh sudah perjalanan tak ada kabar darim…

Puisi: Ultah (Karya Aspar Paturusi)

Ultah telah kucoba menuliskan beberapa baris puisi di hari ulang tahunmu seharusnya ada satu saja tak ada hadiah lain yang dapat kuberikan bua…

Puisi: Perang Nusantara (Karya Aspar Paturusi)

Perang Nusantara ada saudara seiman ada saudara serumpun hidup di satu nusantara pernah dijajah dua bangsa puluhan tahun sud…

Puisi: Senyum (Karya Aspar Paturusi)

Senyum sesampai di rumah hanya kita berdua kau cium tanganku kucium keningmu yakinlah, sayang rumah ini takkan sepi dari kasih-Nya …

Puisi: Ruh Cinta (Karya Aspar Paturusi)

Ruh Cinta ada tanah ada air milik kita bulat cinta di atas tanah di atas air tumpah darah sepenuh jiwa ada hianat ada korup lalu derita di rakyat sem…

Puisi: Diri Akan Tumbang? (Karya Aspar Paturusi)

Diri Akan Tumbang? bus melaju kencang pikiranku jauh melayang sempat teringat sandal jepit jadi pesakitan di pengadilan sepanjang jalan sawah menghil…

Puisi: Negeri Perkasa (Karya Aspar Paturusi)

Negeri Perkasa negeri ini tak pernah jeda dari masalah bencana tetap melanda setiap saat ada saudara kita tewas berebut sedekah bencana k…

Puisi: Pengadilan Jalanan (Karya Aspar Paturusi)

Pengadilan Jalanan lelaki renta itu berjalan pelan di trotoar mobil dan motor melaju kencang di jalanan tak ada yang mengalah bagai di arena…

Puisi: Hujan Awal Tahun (Karya Aspar Paturusi)

Hujan Awal Tahun hujan yang turun mengantar awal tahun tak pernah menduga akibat ulahnya banjir, rumah hanyut, jalanan terendam tak ada yang menyangk…

Puisi: Kami Menunggumu (Karya Aspar Paturusi)

Kami Menunggumu engkaukah berwajah harapan melintasi jalanan desa pagi ini melewati rumah-rumah kami wajahmu tampak bercahaya dan berhias senyuman ma…
© Sepenuhnya. All rights reserved.