Puisi: Selamat Jalan (Karya Aspar Paturusi) Selamat Jalan andai bisa aku tahu, ramadhan kita bakal bersua lagi tahun depan sebagaimana saudaraku, aku bahagia itulah hadiah terindah dari kehidup…
Puisi: Sengketa Hukum (Karya Aspar Paturusi) Sengketa Hukum ini ramadhan lumat tuntas dendam katanya, bersaudara tak secuil lagi sengketa tapi ada rebut kuasa atas muara hukum bila kian be…
Puisi: Dunia Kita, Dunia yang Terbakar Matahari (Karya Aspar Paturusi) Dunia Kita, Dunia yang Terbakar Matahari jadilah pantai yang teduh menunggu nasib berlabuh tabah menjelma dari angin pasrah sabar mengukir di awan nr…
Puisi: Bertemu Rindu di Makassar (Karya Aspar Paturusi) Bertemu Rindu di Makassar makassar, kota remajaku masih menyimpan kenangan pesona senyummu masih lekat di pintu saat aku bertamu kisah-kisah indah me…
Puisi: Negeri Tanpa Pemimpin (Karya Aspar Paturusi) Negeri Tanpa Pemimpin berdiri di tepi laut ombak menyentuh kaki berdiri di puncak bukit lembah tentu tampak rendah memandang ke arah langit betapa ja…
Puisi: Kemerdekaan (Karya Aspar Paturusi) Kemerdekaan Kemerdekaan menitikkan air mata terduduk lemah di atap rumah ketika amuk air menenggelamkan rumah warga Kemerdekaan menggelengkan kepala …
Puisi: Nurani Nusantara (Karya Aspar Paturusi) Nurani Nusantara bangkitlah nurani dari kedalaman hati jangan biarkan diri tenggelam di dasar palung kegelapan ayo bangkit sekarang singkap sejarah p…
Puisi: Senja Itu (Karya Aspar Paturusi) Senja Itu Senja itu bergeser pelan dan pasti ketika kau tegak di puncak bukit kau saksikan daun-daun berguguran helai demi helai jatuh mela…
Puisi: Laut Negeriku (Karya Aspar Paturusi) Laut Negeriku biru lautmu berombak tenang pantai selatan negeri kelahiran kulayari bersama perahu pinisi terasa sejuk airmu te…
Puisi: Sahabat Derita (Karya Aspar Paturusi) Sahabat Derita kutahu, kau banyak kehilangan bencana demi bencana melanda sepanjang usiamu kutahu, habis sudah airmata duk…
Puisi: Amanah Pun Beku (Karya Aspar Paturusi) Amanah Pun Beku bila kasih sayang membeku di hati tak cair pula perhatian ke sesama bila dia pemimpin tak peduli lagi amanah Jakarta, 15 September …
Puisi: Nurani Tulus Cinta (Karya Aspar Paturusi) Nurani Tulus Cinta kutahu suaramu tetap merdu nyanyikan sebuah lagu untukku lagu yang menggugah rasa damai membangkitkan gairah cinta kurindukan lagu…
Puisi: Mimpi Buruk (Karya Aspar Paturusi) Mimpi Buruk angin membawa mimpimu gelisah dan tergesa-gesa malam jelang akhir waktu fajar membangunkanmu adakah kau putus asa kehilangan mimpi indah …
Puisi: Tahta dan Harta (Karya Aspar Paturusi) Tahta dan Harta Sejak dahulu leluhur mengingatkan daya sihir tahta dan harta Mereka adalah dua sekawan yang antara lain senantiasa dekat dengan kita …