Puisi Bakdi Soemanto

Puisi: Berhenti di Sini Saja, Tuhan (Karya Bakdi Soemanto)

Berhenti di Sini Saja, Tuhan Berhenti di sini saja, Tuhan Aku sudah terlalu banyak berurusan dengan dosa Apa lagi yang Kau kehendaki Doa-doa yang pil…

Puisi: Di Muka Patung Pak Dirman (Karya Bakdi Soemanto)

Di Muka Patung Pak Dirman Pejuang itu tak bertopi baja Tak pula berompi anti peluru Tak ada senapan mesin atau pisau Hanya man…

Puisi: Tuhan di Hari Minggu (Karya Bakdi Soemanto)

Tuhan di Hari Minggu Suatu hari Minggu pagi-pagi jam lima Tuhan sudah berkemas-kemas berpakaian rapi untuk dijadikan korban …

Puisi: Berhadapan dengan Langit yang Biru (Karya Bakdi Soemanto)

Berhadapan dengan Langit yang Biru Berhadapan dengan langit yang biru terbukalah cakrawala yang biru menantang untuk damai den…

Puisi: Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik (Karya Bakdi Soemanto)

Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik Barangkali diam adalah yang paling baik Diam dan menyaksikan semuanya. Diam. Selama ti…

Puisi: Yang Datar (Karya Bakdi Soemanto)

Yang Datar Ada datar memuncak datar penjara datar cengkaman datar. Matahari bulan yang siang yang malam dan kehidupan. …

Puisi: Perut Waktu (Karya Bakdi Soemanto)

Perut Waktu Dari perut waktu lahirlah kehidupan berhadapan dengan lapar haus dan kefanaan, Ia terkapar. Dari rahim sang ka…

Puisi: Sajak April (Karya Bakdi Soemanto)

Sajak April - untuk Pipiet Maret menutup pintu Dan April mengintip Lalu melongok Dan mendekatiku. - Ada apa? - tanyaku. …

Puisi: Kutang (Karya Bakdi Soemanto)

Kutang Selembar kutang Tergantung di pemeyan Kutang perempuan jenisnya Kutang jawa identitasnya Agak mambu Tak terlalu men…

Puisi: Kurusetra (Karya Bakdi Soemanto)

Kurusetra Hyderabat merapat Kepada senja Dan lamput-lampu Di Universitas Kurusetra menyala Terbayang Abimanyu gugur Kena…

Puisi: Sajak Senja (Karya Bakdi Soemanto)

Sajak Senja Kereta api dan rel terasa keras dan dingin di tanganku. Matahari lepas pandang dan ujung petang menyentuhkan jari …

Puisi: Udara Pagi (Karya Bakdi Soemanto)

Udara Pagi Udara pagi yang lembab melembab di meja tulis buku-buku dan rokok. Cahaya matahari tersimpan dalam selubung keh…

Puisi: Cahaya Siang (Karya Bakdi Soemanto)

Cahaya Siang - untuk Istriku Cahaya siang digempur mendung habis-habisan yang berarak ke selatan arahnya. Kecemasan meng…
© Sepenuhnya. All rights reserved.