Puisi: Tuhan di Hari Minggu (Karya Bakdi Soemanto) Tuhan di Hari Minggu Suatu hari Minggu pagi-pagi jam lima Tuhan sudah berkemas-kemas berpakaian rapi untuk dijadikan korban …
Puisi: Berhadapan dengan Langit yang Biru (Karya Bakdi Soemanto) Berhadapan dengan Langit yang Biru Berhadapan dengan langit yang biru terbukalah cakrawala yang biru menantang untuk damai den…
Puisi: Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik (Karya Bakdi Soemanto) Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik Barangkali diam adalah yang paling baik Diam dan menyaksikan semuanya. Diam. Selama ti…
Puisi: Yang Datar (Karya Bakdi Soemanto) Yang Datar Ada datar memuncak datar penjara datar cengkaman datar. Matahari bulan yang siang yang malam dan kehidupan. …
Puisi: Perut Waktu (Karya Bakdi Soemanto) Perut Waktu Dari perut waktu lahirlah kehidupan berhadapan dengan lapar haus dan kefanaan, Ia terkapar. Dari rahim sang ka…
Puisi: Sajak April (Karya Bakdi Soemanto) Sajak April - untuk Pipiet Maret menutup pintu Dan April mengintip Lalu melongok Dan mendekatiku. - Ada apa? - tanyaku. …
Puisi: Kutang (Karya Bakdi Soemanto) Kutang Selembar kutang Tergantung di pemeyan Kutang perempuan jenisnya Kutang jawa identitasnya Agak mambu Tak terlalu men…
Puisi: Kurusetra (Karya Bakdi Soemanto) Kurusetra Hyderabat merapat Kepada senja Dan lamput-lampu Di Universitas Kurusetra menyala Terbayang Abimanyu gugur Kena…
Puisi: Sajak Senja (Karya Bakdi Soemanto) Sajak Senja Kereta api dan rel terasa keras dan dingin di tanganku. Matahari lepas pandang dan ujung petang menyentuhkan jari …
Puisi: Udara Pagi (Karya Bakdi Soemanto) Udara Pagi Udara pagi yang lembab melembab di meja tulis buku-buku dan rokok. Cahaya matahari tersimpan dalam selubung keh…
Puisi: Cahaya Siang (Karya Bakdi Soemanto) Cahaya Siang - untuk Istriku Cahaya siang digempur mendung habis-habisan yang berarak ke selatan arahnya. Kecemasan meng…
Puisi: Bunga Mawar (Karya Bakdi Soemanto) Bunga Mawar Bunga mawar oranye sudah tercampak dalam vas lima jumlahnya. Rindu yang terbang melayang di atas mereka tidak …
Puisi: Ledek Munyuk (Karya Bakdi Soemanto) Ledek Munyuk Terlintas, kita adalah ledek munyuk itu Menari diiringi tabuhan Membawa payung jumpalitan Menarik gerobak tanpa t…