Puisi Bakdi Soemanto

Puisi: Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik (Karya Bakdi Soemanto)

Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik Barangkali diam adalah yang paling baik Diam dan menyaksikan semuanya. Diam. Selama ti…

Puisi: Debu di Blouse Merah (Karya Bakdi Soemanto)

Debu di Blouse Merah Debu jalan ikut mewarnai blouse -mu yang merah darah. Darah dan debu warna kehidupan. Janganlah deb…

Puisi: Malam (Karya Bakdi Soemanto)

Malam Malam dengan perlahan-lahan tanpa seorang pun tahu merembes ke dalam hati; hati dengan perlahan-lahan tanpa seorang pu…

Puisi: Evaluasi (Karya Bakdi Soemanto)

Evaluasi Laporan dibaca, dan ternyata peserta KB di kampung itu hanya 20 persen dari jumlah penduduk wanita masa subur. &quo…

Puisi: Kemarau (Karya Bakdi Soemanto)

Kemarau Kemarau menggulung tikar waktu mendung bergantung di ujung hari. Apakah kehidupan seperti musim melap keringat duk…

Puisi: Pagi (Karya Bakdi Soemanto)

Pagi Pagi seperti biasa dimulai dengan matahari, yang menggusur malam     ke sudut jantung kehidupan. Tak terbicarakan sel…

Puisi: Tikar (Karya Bakdi Soemanto)

Tikar Mungkin kita ini tikar. orang duduk, orang jongkok, orang sujud, orang tidur, orang tengkurab, Mungkin kita ini tikar. Mu…

Puisi: UPA (Karya Bakdi Soemanto)

UPA pamit ke USA Tiba-tiba Mas Sarsadi merasa dirinya Sebutir nasi: Upa sebutannya Aku ini upa Aku ini upa Aku tak tak…

Puisi: Hujan (Karya Bakdi Soemanto)

Hujan Hujan tak turun Ketika petani memerlukan air Tetapi air tetap mengucur Dari pori-pori tubuhnya Membasah pada kaos Yang sudah tiga…

Puisi: Si Jelita (Karya Bakdi Soemanto)

Si Jelita Si jelita yang bernama setia anggun meruangkan rangkum bagi duka, wajah bunda terselip di antara daunan sepanjang …

Puisi: Kata (Karya Bakdi Soemanto)

Kata seribu kata menggebu lewat jari yang dipanggang mentari punggung bumi meleleh gedung dan kehidupan rata dalam cah…

Puisi: Balpen (Karya Bakdi Soemanto)

Balpen balpen mencatat pertemuan demi pertemuan percakapan demi percakapan dari hari ke hari "jangan ditunjukkan siap…

Puisi: Sajak April (Karya Bakdi Soemanto)

Sajak April - untuk Pipiet Maret menutup pintu Dan April mengintip Lalu melongok Dan mendekatiku. - Ada apa? - tanyaku. …
© Sepenuhnya. All rights reserved.