Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi Bank

Puisi: Pemandangan (Karya Wiji Thukul)

Pemandangan aku pangling betul pada ini jalan jendral Sudirman balaikota makin berubah sampai Slamet Riyadi-Gladag reklame rokok berkibar-kibar spand…

Puisi: Nyanyian Abang Becak (Karya Wiji Thukul)

Nyanyian Abang Becak jika harga minyak mundhak simbok         semakin ajeg berkelahi sama bapak harga minyak mundhak lombok-lombok         akan mundh…

Puisi: Tenggelam (Karya Karno Kartadibrata)

Tenggelam Tidakkah hatimu runtuh mengalir sungai di tengah kota jembatan tenggelam setengahnya dan toko rubuh dan bank rubuh. Bata demi bata tenggela…

Puisi: Sapi (K) Emas (Karya Hamid Jabbar)

Sapi (K) Emas arus akar tanah pertanian terus memupuk kecambah merayap terus tumbuh batang terus kembang cabang terus tambah bertambah…

Puisi: Antri Uang di Bank (Karya Afrizal Malna)

Antri Uang di Bank Seseorang datang menemui punggungku Membicarakan sesuatu, menghitung sesuatu, seperti ka…

Puisi: Sebuah Bank (Karya Wiji Thukul)

Sebuah Bank Sebuah bank memasang iklan ukuran setengah halaman koran, teriaknya: Dirgahayu Republik Indonesia 51 th Dengan huruf kapit…

Puisi: Kemis Pagi (Karya Taufiq Ismail)

Kemis Pagi Hari ini kita tangkap tangan-tangan Kebatilan Yang selama ini mengenakan seragam kebesaran Dan m…
© Sepenuhnya. All rights reserved.